Connect with us

Apa Kabar Lampung

H. Nanang Ermanto Imbau Masyarakat Patuhi Anjuran Ulama dan Umara Untuk Beribadah Di Rumah Selama Ramadan

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto meminta semua umat muslim agar melaksanakan ibadah Ramadan 1441 Hijriah dengan selalu berada di rumah. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di kabupaten setempat.
Menurut Nanang, kondisi Ramadan tahun ini berbeda dengan sebelumnnya. Dimana Ramadan tahun ini masyarakat berada di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu ia meminta masyarakat agar beribadah di rumah saja selama pandemi Covid-19.
“Ini semua guna memutus mata rantai penyebaran virus korona. Masyarakat diminta untuk tidak berada dalam kerumunan atau berkelompok dalam jumlah yang banyak,” ujar Nanang di Posko Gugus Tugas Covid-19, di Aula Sebuku, rumah dinas bupati setempat, Senin (4/5/2020).
Nanang mengatakan, imbauan tersebut disampaikan sebagaimana fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14 Tahun 2020 yang dirilis pada Senin, 16 Maret 2020.
Dimana dalam fatwa itu menyebutkan, dalam hal masyarakat berada dalam suatu kawasan yang potensi penularan Covid-19 yang tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang, maka ia boleh meninggalkan salat Jumat dan menggantikannya dengan salat Zuhur.
Kemudian, dalam fatwa itu masyarakat juga dapat meninggalkan jamaah salat lima waktu, Rawatib, Tarawih, dan salat Ied di masjid atau tempat umum lainnya. Semuanya bisa digantikan dengan salat atau beribadah di rumah masing-masing.
Selain fatwa MUI, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 440/1022/06/2020 tentang Antisipasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Lampung. Surat Edaran itu dikeluarkan guna mencegah penyebaran virus yang lebih luas lagi.
“Dengan kita berdisiplin, mematuhi imbauan pemerintah, berarti kita peduli dengan kesehatan diri kita dan orang lain. Apalagi hari ini, Lampung Selatan bertambah satu pasien yang dinyatakan positif Covid-19,” imbuhnya.
Disamping itu lanjut Nanang, imbauan untuk beribadah di rumah merujuk seruan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh Mukri, M.Ag terkait upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Provinsi Lampung.
Menurutnya, seruan untuk beribadah dirumah bukan berarti meninggalkan kewajiban yang harus dilaksanakan umat Islam. Akan tetapi, dalam kondisi tertentu, umat Islam diperbolehkan untuk beribadah di rumah berjamaah bersama keluarga.
Untuk itu, Nanang meminta masyarakat Lampung Selatan untuk benar-benar mamatuhi seruan PWNU Provinsi Lampung. Termasuk seruan protokol kesehatan yang berulang kali disampaikan pemerintah.
Apalagi kata dia, masyarakat Indonesia yang terkonfirmasi Covid-19 terus bertambah. Bahkan hingga 4 Mei 2020, terkonfirmasi Covid-19 sudah mencapai 11.587 dengan 864 kematian dan sembuh 1.954.
“Harus dipahami secara jelas, pemerintah tidak melarang umat muslim untuk beribadah. Tetapi meminta salat atau ibadah dialihkan di rumah bersama keluarga,” tegas Nanang.
Sementara itu, seruan PWNU Provinsi Lampung meyikapi fakta yang ada di masyarakat. Dimana, setelah tiga hari memasuki Ramadan, masih banyak masjid yang menyelenggarakan ibadah dengan melibatkan orang banyak. Hal ini berisiko menjadi tempat penularan virus Covid-19.
Menyikapi dan mengamati perkembangan tersebut, Ketua PWNU Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Moh. Mukri, M.Ag mengeluarkan tiga panduan ibadah Ramadan 1441 Hijriyah sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang belum juga mereda.
Ketiga panduan tersebut, yang pertama, yakni sungguh-sungguh melakukan ikhtiar dan mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam Alquran Surat Albaqarah Ayat 195.
Dalam firman Allah tersebut dikatakan, wajib bagi umat muslim untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 dengan cara menjaga kesehatan, kebersihan, berdiam dirumah dan menghindari kerumunan.
“Ketika masjid ditutup untuk kegiatan ibadah, bukan berarti kita takut kepada Covid-19. Justru ikhtiar tersebut merupakan bentuk ketaatan kita terhadap perintah Allah,” kata KH. Mukri.
Kedua, yakni seruan melakukan ibadah di rumah. Pelaksanaan ibadah, termasuk salat Tarawih cukup dilaksanakan di rumah masing-masing. Sebab, pada dasarnya, seluruh tempat di bumi merupakan masjid Allah dan bisa menjadi tempat beribadah.
“Bumi ini semuanya merupakan masjid (tempat sujud untuk salat) kecuali kuburan dan kamar mandi. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk meninggalkan ibadah hanya karena tidak bisa ke masjid. Termasuk dalam ketentuan ini, mengganti salat Jumat dengan sakat Zuhur di rumah,” imbuh KH. Mukri.
Seruan ketiga, masyarakat diminta tidak mudik atau pulang kampung. Sebab virus korona tidak bisa dianggap remeh. Korban sudah banyak berguguran. Bahkan jumlah negara maju dengan standar kesehatan sangat baik pun tak mampu menghindar dari sergapan pandemi Covid-19.
“Tidak mudik merupakan upaya penting untuk bersama-sama mencegah virus berbahaya ini agar tidak menyebar kepada saudara, sanak kerabat di kampung halaman,” tegas KH. Mukri. (eko)

Apa Kabar Lampung

Mendengar Arahan Wahdi, Warga Tionghoa Siap Dukung WaRu

Zuli Ardiansyah

Published

on

www.lampungtoday.com
KABAR LAMPUNG KOTA METRO

Metro — Pasangan Calon Walikota Metro Wahdi-Qomaru menerima langsung warga Tionghoa Aheng dan rekan-rekan dari Metro Timur, di Lamban Agung TMII Kota Metro, Selasa (27/10/20).

Menurut warga Tionghoa Aheng, ia siap mendukung dan beri semangat buat dr. Wahdi untuk menuju orang nomor 1 Kota Metro.

“Saya kesini Memang mendukung pencalonan dr Wahdi menjadi Walikota Metro dan saya melihat dari arahannya semoga beliau menjadi orang nomor 1 di Kota Metro, kita siap dukung dan beri semangat untuk kemajuan Kota Metro, ayo semangat,”ajak Aheng kepada pendukung Wahdi di Lamban Agung TMII Metro.

Ucapan terimakasih dr. Wahdi atas kunjungan saudara Aheng dan rekan-rekan ke Lamban, penuh rasa shukur Wahdi kepada Allah SWT telah memberikan kesehatan sehingga di beri kesempatan untuk mewakili Masyarakat Kota Metro untuk mencalonkan diri menjadi Walikota Metro jalur Independen.

“Terimakasih saudara ku telah berkunjung dan memberikan dukungan kepada WaRu untuk mewakili bagian dari Masyarakat Kota Metro atas pencalonan WaRu Independen pilihan Masyarakat, penuh rasa syukur atas nikmat yang luar biasa telah memberikan kesehatan sehingga WaRu bisa mewakili Masyarakat untuk kemajuan Kota Metro.”tutup Wahdi dalam doa. (Mery).

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Debat Publik, Calon Walikota Metro dr. H. Wahdi Sp.OG Menginginkan Metro Memiliki Magnet Yang Hebat

Zuli Ardiansyah

Published

on

www.lampungtoday.com
KABAR LAMPUNG KOTA METRO

METRO — Calon Walikota Metro dr. H. Wahdi, Sp.OG berkeinginan membuat Kota Metro memiliki magnet yang hebat untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Hal itu dituturkannya pada debat Publik Calon Walikota yang digelar KPU setempat di Hotel Aidia Grand. Debat kandidat Calon Walikota Metro dipandu TVRI Lampung. Senin (26/10/20) malam.

Dalam strategi lima tahun kedepan jika terpilih, banyak hal yang akan dilakukan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat. Diantaranya, Ia ingin membentuk pengembangan ekonomi kreatif di tiap kelurahan, sehingga setiap kelurahan nantinya memiliki satu produk yang diunggulkan.

Selain itu Wahdi juga akan membangun infrastruktur untuk para petani, yang nantinya bisa meningkatkan produksi pertanian. Menurutnya masih banyak petani yang membutuhkan jalan memadai untuk membawa hasil produksi pertaniannya.

“Ini akan menjadi perhatian yang menjadi program dari 9 program misi WaRu kedepan,”ucapnya dalam debat publik.

Di bidang kesehatan, calon independen pasangan Wahdi-Qomaru akan menggratiskan BPJS kelas III. Dan meningkatkan sumber daya manusia serta membangun infrastruktur yang berkelanjutan. Wahdi juga menginginkan Kota Metro memiliki fakultas kedokteran.

Dikatakannya, membangun adalah menjadi kewajibannya bersama masyarakat. Wahdi menjawab pertanyaan dari narasumber yakni: TVRI Lampung dengan inovatif. Dikatakannya banyak hal yang akan dilakukan jika ia nantinya terpilih menjadi Walikota Metro. Terkait sumber daya manusia (SDM) Wahdi akan mengemasnya agar bisa mempunyai Daya Saing Global.

“Saya akan berbuat untuk masyarakat. Ada 9 program unggulan yang akan dilakukan WaRu, jika terpilih nanti,”tuturnya. (Mery).

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Pemkab Pesibar Menggelar Rakor Untuk Antisipasi Lonjakan Kunjungan Wisatawan  Menjelang Cuti Dan Libur Panjang

Redaksi LT

Published

on

Pemkab Pesibar Menggelar Rakor Untuk Antisipasi Lonjakan Kunjungan Wisatawan  Menjelang Cuti Dan Libur Panjang

Pesisir Barat : Menjelang akan dilakukan cuti dan libur panjang bertepatan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Rabu 28 Oktober – 01 November 2020 mendatang. 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menggelar Rapat Koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid -19), pada Senin (26/10/2020).
Rapat Koordinasi ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Jabatan sementara (Pjs) Bupati Pesisir Barat, Achmad Chrisna Putra dan melibatkan instansi terkait, yaitu Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Diskominfo dan unsur Forkopimda.

Pada rapat tersebut, Achmad Chrisna Putra meminta kesiapan dari instansi terkait dalam menghadapi libur panjang cuti bersama dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

” Mengingat Pesisir Barat merupakan daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, untuk itu saya menekankan kepada seluruh instansi yang terkait agar supaya menempatkan personilnya di titik lokasi wisata yang kemungkinan akan mengalami lonjakan pengunjung wisata, “ tegas Pjs. Bupati.

Pjs. Bupati juga meminta Forkopimda dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol- PP) untuk menempatkan personil pengamanan di lokasi wisata.

” Untuk Dinas pariwisata saya meminta agar menyiapkan sarana cuci tangan dan membuat himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan “, ujar Achmad Chrisna.

” Dinas kesehatan membuat posko kesehatan, Dinas Perhubungan saya minta untuk mengatur parkir dan menarik retribusi “. Sedangkan untuk Dinas Kominfo supaya membuat banner informasi batad – batas atau jarak untuk para pengunga di tempat wisata terutama di Pantai Labuhan Jukung serta Banner himbauan dilarang Mandi Laut, ” tegas Achmad Chrisna.

Continue Reading

Trending