Connect with us

Apa Kabar Lampung

Soal Bantuan APD, Darmawan Jelaskan Mekanisme Penyaluran Sesuai Prosedur

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Koordinator Logistik Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan menjelaskan mekanisme penerimaan dan distribusi bantuan alat material kesehatan dan sembako dilakukan sesuai prosedur.
Darmawan menuturkan, semua bantuan dari para pelaku usaha, swasta, maupun dari elemen masyarakat didaftarkan dan dicatat oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan.
Gugus Tugas Covid-19 kemudian berkoordinasi, merencanakan, menyimpan, dan menyalurkan melalui Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan yang berada di Aula Sebuku, rumah dinas bupati setempat.
“Soal bantuan yang sifatnya material kesehatan, seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan vitamin langsung kita serahkan ke Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Puskesmas. Semua ada tanda terima dan buktinya. Tidak ada yang kita tahan-tahan karena memang mereka sangat membutuhkan,” ujar Darmawan kepada tim ini, Sabtu (9/5/2020).
Lebih lanjut Darmawan mengatakan, sampai saat ini bantuan berupa bahan pangan atau sembako dari berbagai pelaku usaha dan elemen masyarakat terus mengalir dan di tampung oleh Tim Gugus Tugas Covid-19.
Ia menyebut, saat ini bantuan tersebut masih dalam proses packing untuk dibagikan ke masyarakat yang terdampak Covid-19. Menurutnya, proses packing dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dasar yang tengah dibutuhkan masyarakat saat ini.
“Kenapa belum kita bagikan sekarang ? karena kita sedang melakukan verifikasi data dari Dinas Sosial, sambil kita menghimpun bantuan dari pengusaha lain. Sebab bantuan itu tidak boleh dobel-dobel, sasaran kita warga diluar penerima PKH, BPNT atau yang belum terdata dalam Basis Data Terpadu Kementerian Sosial itu. Jangan sampai tumpang tindih,” tegas Darmawan.
Namun demikan, Darmawan menyatakan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan telah menyalurkan sebagian bantuan ke masyarakat.
“Seperti warga di Kecamatan Jati Agung yang sedang melakukan isolasi mandiri, sudah kita salurkan bantuan. Ada juga sembako yang sifatnya tidak tahan lama, seperti telur, langsung kita distribusikan ke Rumah Sakit, Puskesmas, dan masyarakat yang terkena stunting,” ujarnya.
Disamping itu, Darmawan mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan juga tak lupa membekali petugas di Posko Check Point yang ada di Pelabuhan Bakauheni, Rumah Sakit, dan titik-titik simpul lainnya dengan APD untuk menghindari penyebaran virus Covid-19.
Hanya saja kata dia, APD yang digunakan petugas di lapangan seperti anggota Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja tidak harus selengkap petugas kesehatan yang menangani pasien Covid-19 yang menggunakan hazmat suit atau pakaian pelindung diri.
“Untuk semua petugas di lapangan sudah kita berikan APD. Tetapi memang tidak semua harus memakai hazmat seperti petugas kesehatan, mungkin petugas kita tidak nyaman atau panas karena tidak terbiasa. Tetapi tetap kita siapkan semua termasuk hand sanitizer. Demikian juga petugas penyemprot disinfektan cukup dengan masker dan sarung tangan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian meminta kepada media agar melakukan pemberitaan sesuai kondisi lapangan, tidak memberikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta.
Sebab kata Sefri, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sudah mengatur kaidah-kaidah dan kode etik yang berlaku dalam penulisan berita secara umum baik berita-berita yang disajikan di surat kabar, radio, televisi, dan media online.
Sefri mengatakan, dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional. Berdasarkan Kode Etik Jurnalistik sebagai berikut :
Pasal 1 : Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk.
Pasal 2 : Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
Pasal 3 : Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
“Untuk itu kepada media agar menulis sesuai kode etik jurnalistik yang sudah diatur dalam undang-undang pers. Situasi saat ini perlu kerjasama semua pihak dalam menanganani wabah virus korona. Pers dituntut memberikan edukasi informasi kepada masyarakat sehingga informasi tersebut tidak membuat gaduh apalagi sampai meresahkan masyarakat,” tukasnya. (Eko)

Apa Kabar Lampung

Beri Contoh Berdemokrasi Yang Baik, WaRu Turunkan Langsung APKnya

Zuli Ardiansyah

Published

on

www.lampungtoday.com
KABAR LAMPUNG KOTA METRO
#WAHDI QOMARU #SAHABAT WARU #SAHABAT WARU CERIA #KOTA METRO CERIA #METROBISA #WARUBERGERAK #WARU UNTUK METRO #INDEPENDEN

METRO — Pasangan calon Independen, WaRu (Wahdi – Qomaru) nomor 1 langsung menurunkan APKnya berupa Baleho, Banner dan Spanduk dimulai dari Lapangan Hadimulyo 22 Metro Pusat.

Penurunan APK WaRu itu di mulai hari ini, Sabtu (27/9) di Lapangan Hadimulyo dipimpin langsung dr Wahdi SpOG dan Drs Qomaru Zaman MA dibantu Tim Pemenangannya.

Usai menurunkan APK, Wahdi kepada media ini mengatakan, pihaknya sangat komit dengan aturan dan protokol kesehatan. “Kami sangat mendukung aturan kampanye dan memberikan contoh terbaik, ” jelasnya.

Di sisi lain Wahdi maupun Qomaru menambahkan, jika WaRu selalu ingin yang terbaik. Itu semuanya dilakukan untuk menciptakan suasana damai pilkada. “Kalau kita ingin masyarakat tertib, damai dan harmonis maka kita harus berbuat lebih dulu, ” kata Wahdi.

Penurunan APK WaRu sesuai jadwal atau tahapan pilkada serentak 2020. Dan, dr Wahdi – Qomaru saat melakukan penurunan juga, bekerja sendiri, membongkar paku kerangka Baleho, kemudian mereka berdua mengusung baleho, untuk dinaikkan ke mobil terbuka.

Bahkan, masyarakat yang melintasi prapatan 22 Hadimulyo sempat mengacungkan jempol, isyarat memberikan apresiasi kepada WaRu.
WaRu juga mendapat aplusan dari beberapa petugas yang mendampinginya. (Mery).

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Septi Istiqlal Sosialisasi Senam Bersama Untuk Cegah Covid-19

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Ketua TP-PKK Kabupaten Pesisir Barat Hj. Septi istiqlal mengikuti senam bersama, dalam rangka sosialisasi penceghan covid-19 dengan berolahraga di lapangan Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Jumat (25/09/2020).

Septi Istiqlal juga menyampaikan bahwa senam bersama ini bertujuan untuk Sosialisasi senam covid-19 sekaligus untuk meningkatkan imun tubuh, agar supaya seluruh pegawai di dinas selalu tetap sehat.

Septi istiqlal mengingatkan agar selalu mengikuti protokol Covid-19, yaitu melaksanakan 4 M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan selalu menghindari kerumunan.

Launching senam covid-19 ini agar dapat dilakukan di di setiap Kecamatan dan di OPD Pesisir Barat, ujarnya.
Septi Istiqlal juga berpesan kepada Karang Taruna agar dapat mensosialisasikan wajib memakai masker sebagai langkah awal untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Acara dilanjutkan dengan pembagian masker kepada para pegurus Karang Taruna di beberapa Kecamatan.

Turut hadir dalam senam bersama tersebut perwakilan seluruh OPD Pesisir Barat, para anggota TP-PKK Pesisir Barat dan para anggota Karang Taruna Pesisir Barat. (Indra)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Pemkot Metro Atur Jumlah Pegawai Dalam Pelaksanaan Tugas Kedinasan

Zuli Ardiansyah

Published

on

www.lampungtoday.com
KABAR LAMPUNG KOTA METRO

METRO — Memperhatikan status penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia dan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 serta mengurangi risiko penularan yang dapat terjadi di Lingkungan Kantor Instansi Pemerintah Kota Metro, maka Pemkot Metro mengatur banyaknya jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor paling banyak 75% pada unit kerja instansi yang bersangkutan.

Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran Walikota Metro Nomor 40/SE/SETDA/07/2020 tentang Perubahan atas surat edaran Walikota Metro Nomor 058/23/SETDA/07/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan Instansi Pemerintah Kota Metro.

Dengan dikeluarkannya surat edaran tersebut, Walikota Metro Achmad Pairin meminta kepada Kepala OPD untuk mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor sesuai dengan kondisi Organisasi Perangkat Daerahnya masing-masing.

“Saya minta setiap Kepala OPD untuk mengatur jumlah pegawainya masing-masing sesuai surat edaran ini, dan selain itu bagi yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor agar dapat mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku”, ujarnya.

Diketahui, Surat Edaran Walikota Metro Nomor 058/23/SETDA/07/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan Instansi Pemerintah Kota Metro masih tetap berlaku dan merupakan satu kesatuan dengan surat edaran Walikota Metro Nomor 40/SE/SETDA/07/2020 ini. (Mery/rls).

Continue Reading

Trending