Connect with us

Today Criminal

Polres Lamtim Berhasil Ungkap Kasus Penemuan Mayat di Sumur

Redaksi LT

Published

on

Lampung timur_ Petugas kepolisian Gabungan, Akhirnya Berhasil Mengungkap kasus seorang mayat laki_laki, yang ditemukan tewas didalam sumur, diwilayahnya kecamatan Pekalongan, Lampung timur.

Kapolres Lampung timur AKBP Wawan Setiawan, di dampingi Kapolsek Pekalongan AKP Budi Harto, pada Sabtu (11/07/2020) menjelaskan bahwa Mayat laki_laki Dengan Identitas Agus Sutrisno (35) Warga Desa Cempaka Nuban, Ternyata Merupakan korban Tindak Kejahatan.

Dalam proses Menyelidiki kan diduga korban Merupakan korban Pembunuhan. Yang dilakukan oleh 2 orang Tersangka, yang masing_masing berinisial SS (40) Warga Sukaraja Nuban, dan MM (45) Warga Desa Kedaton, kecamatan Batanghari Nuban.

Peristiwa Kejahatan, diduga berawal saat korban bersama para tersangka menikmati minuman keras diwilayahnya kota metro, dan setelah mabuk ke 2 tersangka mengajak pulang mengunakan sepeda motor korban Merk suzeki Smash.

Dalam perjalanan, korban yang berada di tengah. Kemudian di cekik, dan dipukuli hingga meninggal dunia, kemudian Mayat nya di buang kesumur tua disekitar DAM Swadaya, Desa Gondang Rejo, kecamatan Pekalongan, sementara harta berharga korban berupa sepeda motor merk suzeki Smash, dan telepon genggam, dibawa kabur para tersangka.

Setelah dilakukan peroses penyelidikan, akhirnya petugas kepolisian Gabungan Polsek Pekalongan, dan satuan Reskrim polres Lampung timur, berhasil mengidentifikasi, sekaligus membekuk para tersangka diwilayah hukum Polsek Siak propinsi Riau.

Para tersangka sedang dibawa pulang ke Lampung timur, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut, terkait tindak pidana yang dilakukannya” jelas Kapolsek Pekalongan. (Desi maisaroh)

Apa Kabar Lampung

Petualangan 2 Begal Berstatus Pelajar Ditangkap Warga Kota Metro

Zuli Ardiansyah

Published

on

 

LAMPUNGTODAY.COM_METRO —- Naas kedua pelaku begal motor berstatus pelajar asal Lampung Timur akhirnya tertangkap warga di Kota Metro. Aksi kedua pelaku diketahui oleh salah satu pegawai Indomart ketika beraksi di Minimarket Indomart Adirejo Pekalongan, Sabtu (25/07/20).

Menurut Rio, pegawai Indomart mengatakan bahwa ia sudah mencurigai kedua pelaku yang nyaris mengambil motor miliknya.

“Saya sudah curiga melihat gerak gerik pelaku ketika mendekati motor saya. Tapi belum sempat dia ambil, saya berteriak. Kedua pelaku kami kejar dan kabur ke arah Kota Metro,” kata Rio.

Lanjut Rio,”Kedua pelaku sempat berputar-putar ke arah belakang kantor DPRD Kota Metro. Bersama warga saya dibantu anggota Polsek Metro Timur terus mengejar kedua pelaku dan tertangkap di Stadion Tejosari Kota Metro,” ujar Rio.

Diketahui, kedua tersangka pelaku ES (19) warga Negeri Saka, dan GE (16) Warga Jabung Lampung Timur yang masih berstatus pelajar aktif. Namun, dari pengakuan pelaku ada satu rekannya berhasil kabur. Saat ini kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres Metro guna pengembangan lebih lanjut.

Rls ( Samsul )

Continue Reading

Today Criminal

Korupsi Dana Desa Kades Talang Jembatan Di Penjara

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Kepolisian resmi menetapkan RZ Kepala Desa Talang Jembatan, Kecamatan Abung Kunang, Lampung Utara, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa anggaran tahun 2017. Pada Senin (17/2/2020) siang, RZ sempat menjalani pemeriksaan sebelum dijebloskan kedalam tahanan Kepolisian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Utara, Ajun Komisaris Polisi, M.Hendrik, memewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman, mengatakan, Kepolisian telah melakukan penyelidikan dugaan korupsi Dana Desa Tahun 2017 di Desa Talang Jembatan sejak tahun 2018. Dari hasil penyelidikan hingga penyidikan, penyidik telah menemukan dugaan kuat yang melibatkan Kepala Desa Talang Jembatan, RZ, sehingga negara telah dirugikan Rp 411.803.600. dari total Dana Desa Rp. 1.1 Miliar.

” RZ ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan (20 hari kedepan). Barang bukti yang ikut diamankan yakni sejumlah dokumen kegiatan tahun 2017,” katanya, Selasa 18 Februari 2020.

” Modus yang dilakukan tersangka (RZ) yakni melakukan mark up anggaran, serta ada beberapa kegiatan yang fiktif,” imbuh Hendrik.

Menurut pengakuan tersangka, lanjutnya, uang hasil penyimpangan itu dipergunakan untuk keperluan pribadi.

” (Terhadap RZ) Kita kenakan pasal 2 dan 3 UU No. 20 Tahun 2001 mengenai tindak pidana korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun,” ucap Hendrik.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Tiga Pelaku Pencurian Modus Penggembosan Ban di Tangkap

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Kepolisian Lampung Utara membekuk tiga pelaku yang diduga terlibat dalam pencurian dengan modus penggembosan ban mobil, Kamis dini hari (11/7/2019) tadi.

” Mereka (pelaku) ditangkap ‎di kediamannya masing – masing,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP M. Hendrik Apriliyanto kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

Mereka yang ditangkap, lanjut dia,Ro (54) dan He. Keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Blambanganpagar, sedangkan AR (55), tercatat sebagai warga Kecamatan Abungsemuli. Ketiganya terlibat dalam aksi pencurian ‎di Jalan HOS Cokroaminoto, Selasa (28/5/2019), sekitar pukul 12.30 WIB.

” Korbannya bernama Dio Sandi (19), warga Kecamatan Abung Surakarta,” kata Hendrik.

Dicerifakannya, kejadian berawal dari korban yang baru saja mengambil uang dari Bank Mandiri dengan mengendarai mobil Toyota Avanza. Saat arisanya, korban merasa salah satu ban mobilnya kempes.

Ia pun turun untuk memastikan hal tersebut. Pelaku yang telah lama mengintai kondisi ini langsung membuka pintu mobil dan mengambil uang yang berada di bawah kursi depan di samping pengemudi.

‎Hanya dalam hitungan menit, uang ratusan juta milik korban telah berpindah tangan. Beruntung, korban yang sedang memeriksa kondisi ban mobilnya itu sempat mendengar suara pintu mobilnya ditutup oleh pelaku.

Sadar uangnya telah dibawa kabur, korban langsung mengejar pelaku yang mengendarai sepeda motor dengan meminjam sepeda motor salah seorang pe‎dagang di sekitar lokasi.

‎Korban yang berhasil mengejar pelaku langsung menabrak pelaku yang terlihat ingin naik ke dalam mobil yang telah lama menunggunya. Sempat terjadi aksi tarik-menarik tas antar keduanya. 

Tak kehilangan akal, korban pun berteriak ‘rampok’ untuk menarik perhatian warga. Menyadari suasana tidak lagi mendukung, para pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi.‎

” Namun, berkat keberanian korban, uang senilai Rp624 juta tidak dapat dibawa kabur para pelaku. Korban lantas melaporkan kejadian ini ke Mapolres yang tertuang dalam laporan Polisi Nomor : LP/B-359/V/2019/Polda Lampung/SPK Res LU pada tanggal 28 Mei 2019,” tutur Hendrik.

“Pelaku berikut barang bukti sepeda motor yang digunakan beraksi dan paku‎ untuk menggemboskan ban mobil sudah diamankan,” imbuhnya.

Reporter : Alex
Editor : Red

Continue Reading

Trending