Connect with us

Apa Kabar Lampung

Anggaran Penanganan Covid-19 Lampung Utara ‘Naik’ Capai 57,7 miliar

Alex BW

Published

on

Lampung Utara : Anggaran penanganan Covid-19 di Lampung Utara yang bersumber dari APBD Tahun 2020 terus merangkak naik hingga mencapai Rp. 57,5 Miliar.

Plt. Bupati Lampung Utara, Budi Utomo, mengungkapkan, besaran anggran penanganan Covid-19 yang mencapai Rp. 57,7 miliar itu terdiri dari Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp. 35, 1 miliar dan Belanja Langsung OPD pada bidang terkait yaitu Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perumahan dan Permukiman serta Kecamatan sebesar Rp. 22,4 miliar.

” Adapun realisasi anggaran Covid-19 baru mencapai sebesar Rp. 13,1 miliar. Terdiri dari Rp. 5,2 miliar yang bersumber dari Belanja Tak Terduga dan sebesar Rp. 7,8 dari belanja langsung OPD,” urainya, ketika memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi dalam Sidang Paripurna tentang Raperda Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2019, baru-baru ini.

Selain itu, terus Budi, progres penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) sampai dengan tanggal 16 juli 2020 adalah sebesar Rp. 22,7 miliar. Menurutnya, Tahap I pada april tahun 2020 BLT Dana Desa telah tersalur ke 231 Desa.

” Satu (1) Desa yang belum tersalur yaitu Desa Karya Sakti Kecamatan Abung Surakarta. Ini disebabkan, tidak aktifnya Kepala Desa definitif di tahun anggaran 2020. Dan saat ini, (Pemerintah Lampung Utara) telah mengambil langkah untuk menunjuk Penjabat Kepala Desa setelah adanya surat pengunduran diri Kepala Desa Definitif pada bulan juli tahun 2020,” ucapnya.

Diterangkan Budi, Tahap II pada bulan mei 2020, BLT DD telah tersalur ke 137 Desa dan tahap III pada bulan Juni 2020, BLT DD telah tersalur ke 10 Desa.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara sebelumnya telah menyiapkan anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp. 32,2 miliar.

Penjabat Sekretaris Daerah Lampung Utara, Sofyan selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengatakan, anggaran sebesar 32,3 miliar diambil dari biaya perjalanan dinas dan rapat-rapat, Dana Insentif Daerah, Dana Desa diploting 13,9 miliar dan dana lainnya.

” Awalnya kan 8,8 miliar, namun melihat perkembangan yang terjadi dalam penanganan Covid-19, kita (pemerintah) merencanakan anggaran sekitar 32,2 miliar,” katanya kepada lampungtoday.com, di Kotabumi, Jum’at (10/4/2020).

Namun, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Lampung Utara bersama jajaran pemerintahan setempat, Kamis (25/6/2020) lalu, anggaran penanganan Covid-19 yang telah disiapkan Pemerintah Daerah Lampung Utara mencapai Rp. 35 Miliar. Ironisnya, pemakaian anggaran penanganan Covid-19 kala itu, baru terserap sekitar Rp. 2,4 M.

Hadir dalam rapat ini, Ketua Komisi II DPRD Lampung Utara, Mulyadi, yang didampingi Sekretaris Komisi II, Amir Yusmeri beserta koleganya Darwani, Zuljani, Arif dan Hatami. Sedangkan dari perwakilan pemerintahan, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA), Desyadi, dan Kepala Badan Penanggulan dan Bencana Daerah (BPBD), Karim.

Menurut Mulyadi, dalam RDP yang digelar untuk kedua kalinya ini, baru diketahui bahwasannya total anggaran penanganan Covid-19 yang disiapkan oleh Pemerintah Lampung Utara sebesar Rp. 35 Miliar.

” Dan hingga saat ini anggaran penanganan Covid-19 di Lampung Utara baru terserap atau terpakai sekitar 2,4 M dari nilai total 35 Miliar,” ucapnya.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Apa Kabar Lampung

Pjs. Bupati Pesibar Lakukan Monitoring Di Kecamatan Bangkunat

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Pjs. Bupati Pesisir Barat Achmad Crisna Putra dan di dampingi Asisten I Audi Marpi melakukan Monitoring ke Puskesmas dan Kantor Kecamatan Bangkunat, pada Rabu 02 Desember 2020.
Menurut Pjs. Bupati Pesisir Barat Achmad Chrisna Putra, tujuan monitoring ini untuk mengecek kesiapan, baik itu dokter, perawat dan staf-stafnya agar bisa bekerja semaksimal mungkin, ujarnya.

Pjs. Bupati berharap kepada seluruh Puskesmas yang ada di Pesisir Barat untuk tidak pandang bulu dalam melayani pasien, semua warga Pesisir Barat berhak mendapatkan pelayanan yang terbaik, ujar Pjs. Bupati.

Pjs Bupati Pesisir Barat juga menghimbau kepada semua masyarakat yang ada di negeri Para Sai Batin dan Para Ulama agar tidak henti-hentinya selalu menggunakan masker dalam setiap kegiatan.

Sesering mungkin mencuci tangan, patuhi protokol kesehatan dan menjaga pola hidup sehat supaya kita semua terhindar dari yang namanya virus corona atau Covid-19, pungkas Pjs. Bupati.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Pjs. Bupati Pesibar Buka Kompetisi Lokal Surfing

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Pjs. Bupati Pesisir Barat Ir. Achmad Chrisna Putra, MEP membuka acara Surfing Kompetisi Lokal 2020 di pantai Labuhan Jukung Krui, pada Rabu 2 Desember 2020 Pada acara Surfing Kompetisi Lokal tersebut, turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat, Drs. Gunawan, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyar, Inspektur Pesisir Barat dan TNI dari Kantor Komando Rayon Militer (Koramil) 0422-03 Pesisir Tengah.

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati Pesisir Barat memberikan apresiasi kepada organisasi PBSA (Pesisir Barat Surfing Asociation) yang telah memberikan gairah dan memajukan olahraga surfing di Kabupaten Pesisir Barat dengan terus mencari bibit-bibit atlet surfing dari usia dini.

Pjs. Bupati Pesisir Barat berharap olahraga surfing di Kabupaten Pesisir Barat bisa terus berkembang dan tidak itu saja tetapi dengan keindahan alam dan ombaknya bisa lebih dikenal di tingkat internasional.

Tidak itu saja, dengan keindahan dan alami alam serta ombak lautnya bisa memberikan dampak positif dan memberikan dampak kemajuan dan akan mempengaruhi banyaknya jumlah kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Pesisir Barat, tutup Pjs. Bupati.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Sekda Pesibar Melakukan Rapat Kerjasama Dengan Pihak TNBBS

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Mewakili Pjs. Bupati Pesisir Barat, Ir. Achmad Chrisna Putra, Sekda Kabupaten Pesisir Barat Ir.N.Lingga Kusuma,M.P membuka langsung rapat perjanjian kerjasama dengan pengelola Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), di ruang Sekda Kabupaten Pesisir Barat, pada Selasa 1 Desember 2020.

Hadir dalam Acara tersebut, Sekda Kabupaten Pesisir Barat Ir.N.Lingga Kusuma,M.P, Asisten1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Audi Marpi S.pd. MM. Insfektur Edy Muchtar M.M, Inspektur Pembantu Wilayah III Syukur Yackub, S.E, Kabag Tapem Sukmawati,S.Sos, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Ruslan Efendi, perwakilan Dari Dinas lingkungan hidup dan Perwakilan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Dalam sambutannya, Sekda Pesisir Barat menyampaikan bahwa dengan wilayah yang luas di TNBBS masuk wilayah Pesisir Barat. Perlu adanya koordinasi kerjasama untuk optimalisasi pengamanan Jalan di Way Haru serta agar nantinya dilakukan percepatan pembangunan jalan Rabat Beton disamping Jalan Patroli, ujarnya.

Jalan di Way Haru tidak bisa dilewati jika terjadi hujan atau pasang air laut tinggi, tambahnya.

Terdapat lima muara sungai yang harus dilalui, namun dua muara sungai sudah ada jembatan gantung sedangkan tiga muara sungai lagi, setiap kendaraan harus menunggu air laut surut agar bisa menyeberang dengan menyusuri pantai.

Hal lainnya akses jalan diharapkan bisa mempermudah alur lalu lintas keluar masuk untuk melintasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS ). Dengan tersedianya akses jalan yang bisa dilalui dan mempermudah masyarakat dalam melakukan aktifitas, tentunya akan berdampak pada sektor sosial dan ekonomi masyarakat, jelasnya.

Sekda Pesisir Barat juga berharap adanya peningkatan kualitas akses jalan, dengan dilakuakan peningkatan perbaikan jalan, sebagai salah satu akses masuk ke wilayah dalam upaya pelestarian Sumber Daya Alam.

Selain itu, perlindungan kawasan tertentu yang meliputi Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Hutan lindung, Hutan Wisata, Taman nasional, Taman laut, dan Taman Wisata harus dilestarikan. Usaha pelestarian sumber daya Alam Hayati lainnya adalah dengan pengelolaan kebun tumbuhan (Botani) dan penyimpanan biji atau jaringan khusus tumbuhan tertentu.

Sekda Pesisir Barat juga berharap, perlunya peningkatan kualitas akses jalan dan perbaikan, hal ini sebagai salah satu akses masuk ke wilayah Kabupaten Pesisir Barat, ujar Lingga.

Dengan adanya perjanjian kesepahaman yang akan dilakukan, semoga nantinya bisa bekerjasama dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan serta pelestarian kawasan hutan, tutup Lingga.

Continue Reading

Trending