Connect with us

Today Criminal

Jadikan Rumah Makan Tempat Transaksi Narkotika, Seorang Buruh Ditangkap Satresnarkoba Polres Tulang Bawang

Published

on

TULANG BAWANG – Lampung Today.com Seorang pria berinisial EK (44), warga Simpang Penawar, Kampung Agung Dalam, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang.

“Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai buruh ini, ditangkap oleh petugas kami hari Rabu (11/11/2020), sekira pukul 01.00 WIB, di Rumah Makan (RM) Lestari yang ada di Kampung Purwajaya, Kecamatan Banjar Margo,” ujar Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, melalui Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH, Kamis (12/11/2020).

AKP Anton menjelaskan, penangkapan terhadap buruh tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh anggotanya bahwa di RM Lestari yang ada di Kampung Purwajaya sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

Saat anggota kami tiba di RM Lestari, disana didapati seorang pria dengan gerak gerik yang mencurigakan, lalu dilakukan penangkapan dan penggeledahan.

“Hasilnya, dari buruh tersebut petugas kami berhasil menyita barang bukti (BB) berupa plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0.09 gram, kertas timah rokok dan handphone (HP) merk Nokia warna silver,” jelasnya.

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar dan paling banyak Rp. 10 Miliar.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Today Criminal

Polres Tubabarat Amankan Pencuri Spesialis Tower Telekomunikasi

Published

on

Tulangbawang Barat : Polres Tubaba kembali Ungkap kasus perkara pencurian dan pengrusakan spesialis tower telekomunikasi.

Tulang bawang barat-Tekab 308 Satuan Reserse Kriminal Polres Tulang Bawang Barat pada hari selasa tanggal 28 Desember 2021 kembali ungkap kasus pencurian dan pengrusakan Spesialis tower Telekomunikasi.

adapun pelaku yang berhasil diamankan yaitu Ry (35) warga tiyuh karta, Kecamatan Tulang Bawang Udik Kab Tulang Bawang Barat, Ry di tangkap dari hasil pengembangan terduga pelaku sebelumnya yaitu PR als (Krm ) dalam Kasus tindak Pidana pencurian dengan pemberatan.

Dasar penangkapan Laporan Polisi Nomor : LP/B-451/XII/2021/POLDA LAMPUNG/RES TUBABA, Tanggal 15 Desember 2021 Tkp di Tower LATB 0004@KARTA yang beralamatkan di Tiyuh Karta Kec. Tulang Bawang Udik Kab.Tulang Bawang Barat.

Kapolres Tubaba, AKBP Sunhot P Silalahi S.I.K. M.M diwakili Kasat Reskrim, AKP Fredy Aprisa Putra Parina S.H .M.H mengatakan.Setelah dilakukan pengembangan yang bersangkutan Pr als Krm menjelaskan bahwa dia juga pernah menyuruh Pelaku RY untuk melakukan pengrusakan towe XL bersama dengan Sdr. DD ( Dpo ) yang menyebabkan kerusakan fisik dan tidak beroperasinya tower telekomunikasi di Tower LATB 0004@KARTA yang beralamatkan di Tiyuh Karta Kec. Tulang Bawang Udik Kab.Tulang Bawang Barat.

Lanjut ” Freddy kronologis kejadian tersebut pada tanggal 11 Desember 2021 sekira pukul 08.30 wib TEAM XL yang bernama ARDI datang ke Tower LATB 0004@KARTA yang beralamatkan di Tiyuh Karta Kec. Tulang Bawang Udik Kab.Tulang Bawang Barat untuk melakukan pengechekan dikarenakan BTS / Perangkat seluler jaringan mati sesampainya di lokasi saudara ARDI di datangi oleh 1 ( satu ) orang laki laki yang mengaku bahwa iyanya adalah warga setempat setelah itu orang tersebut tidak mengijinkan saudara Ardi untuk masuk ke tower tersebut kemudian orang tersebut menyerahkan Proposal lomba untuk di cairkan jika tidak tidak di cairkan tidak bisa beraktifitas di tower tersebut, lalu setelah itu saudara Ardi memberitahu kepada pihak PT Solusi Tunas Pratama Terbuka yang berwenang memiliki tower bahwasanya jika ada 1 ( satu ) orang laki laki yang mengaku bahwa iyanya adalah warga setempat meminta untuk mencairkan Proposal lomba jika tidak, tidak ada yang bisa beraktifitas di tower tersebut, setelah itu pelapor selaku pegawai dari PT Solusi Tunas Pratama Terbuka mengechek cctv apakah ada masalah dan setelah di lihat dan di teliti cctv tersebut pada hari Jumat 10 Desember 2021 sekira pukul 13.58 wib pelapor melihat 1 ( satu ) orang laki laki yang tidak saya kenali tersebut merusak pagar tower dengan cara mendongkel memakai besi, setelah masuk ke area tower iyanya merusak gembok box kwh dengan cara di pukul menggunakan palu, setelah box terbuka iyanya merusak mcb dengan menggunakan lem cina setelah mcb mati cctv pun mati setelah itu pelapor tidak mengetahui lagi caranya merusak cctv tersebut, setelah melihat rekaman cctv tersebut pelapor menelphone penjaga / pemegang kunci tower tersebut yang bernama Nawawi untuk menyuruhnya melakukan pengechekan tower, setelah saudara Nawawi melakukan pengechekan iyanya menemukan pagar tower, gembok kwh, 2 ( dua ) unit cctv, dan mcb telah di rusak setelah itu pelapor melaporkan kejadian tersebut ke atasan saya yang bernama Renalsi dan Ulul Azmi dan setelah itu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulang Bawang Barat.

Menurut pengakuan pelaku Ry bahwa dia disuruh oleh pelaku an. PR Als Krm bersama DD (Dpo ) untuk melakukan pengrusakan tower XL milik PT Solusi Tunas Pratama yang berada di tiyuh Karta.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku berupa
1 (satu) Unit sepeda motor merk Honda scopy warna abu-abu, Kotak Lem Cina, KWH dan MCB milikTower LATB 0004@KARTA yang beralamatkan di Tiyuh Karta Kec. Tulang Bawang Udik Kab.Tulang Bawang Barat

Akibat kejadian tersebut Perusahaan PT. XL mengalami kerugian perangkat XL mati sehingga terputusnya signal di area Karta dan sekitarnya, cctv rusak sehingga tidak dapat memonitoring kondisi tower, dikenakan denda , kerugian uang ditafsir sekira kurang lebih 15.000.000 ( lima belas juta rupiah )

Pelaku diamankan dan dimintai keterangan di Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat untuk dilakukan penyidikan dan mempertanggung jawabkan perbuatannya, Pelaku dijerat pasal Pasal 55 jo Pasal 38 Undang-undang No 36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi atau Pasal 170 Ayat (1) KUHP atau Pasal 406 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55,56 KUHP ” tutup Fredy.**(jns)

Continue Reading

100 % Indonesia

Pasca Viral Video Pungli, Polres Lamsel Amankan Dua Orang Tersangka

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Jajaran Polres Lampung Selatan mengamankan Dua orang oknum pelaku pungli (Pungutan liar) saat pelaksanaan penyekatan PPKM Darurat di Pelabuhan penyebrangan Bakauheni – Merak.
Kedua pelaku diamankan atas laporan dari masyarakat tentang adanya aksi pungli yang dilakukan oleh B, warga desa Sumur Kecamatan Ketapang Lamsel, dan A (oknum PNS) diwilayah pelabuhan Bakauheni.
” Kami mengamankan dua orang pelaku ini, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang adanya Pungli, saat pelaksanaan penyekatan PPKM Darurat, Minggu (11/7/2021) di Area Pelabuhan Bakauheni ” Kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, Jumat (16/7/2021) saat melakukan Pers Release.
Kedua pelaku B dan A (oknum PNS) ditangkap bersama barang buktinya berupa satu lembar Surat Tugas yang dikeluarkan oleh Kantor BPBD Lampung Selatan, uang tunai pecahan seratus ribu rupiah, senilai Rp 400 ribu, dan satu lembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah, satu lembar foto Copy petikan surat keputusan yang ditanda tangani bupati Lampung Selatan, Nomor : 821.12 / 192 / IV.04 / X / 2008, tentang Pengangkatan calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah, atas nama A, NIP 460034558, tanggal 20 Oktober 2008.
Adapun modus yang digunakan oleh tersangka B, yang diduga bekerjasama dengan A (oknum PNS) yakni dengan melakukan pungli kepada para penumpang bus yang tidak memiliki surat keterangan Antigen sebesar Rp. 100 ribu/orang, dan menyatakan menjamin bisa menyeberang di Pelabuhan Bakauheni,” kata dia.
Atas aksi yang dilakukannya, akhirnya B dan A ditangkap, Selasa (13/7/2021) karena telah melakukan tindak pidana dalam kasus pemerasan dan atau menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit menular dalam oprasi penyekatan PPKM Darurat Jawa-Bali.
“Kepada kedua tersangka, dijerat dengan pasal 368 KUH pidana, dan atau pasal 14 ayat (1) UURI Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” imbuhnya.
Sebelum menutup keteranganya, Kapolres Lamsel AKBP Edwin, menegaskan bahwa pihaknya bersama Kodim 0421/LS dan Bupati Lampung Selatan, mengingatkan kepada siapapun agar tidak bermimpi, apalagi melakukan tindak pidana Pungli diwilayah hukum Polres Lampung Selatan, karena pihaknya tidak segan-segan untuk menangkapnya.
“Saya ingatkan kepada siapapun, agar jangan sekali kali bermimpi apalagi melakukan tindak pidana pungli, kami bersama Forkompinda akan segera menangkapnya,” pungkasnya. (Rls/Eko)

Continue Reading

Today Criminal

BEJAD! Ayah Kandung Paksa Anaknya Berhubungan Intim

Published

on

Tualngbawang Barat : Sungguh miris yang menimpa seorang gadis belia sebut saja Bunga (14) asal Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang dicabuli ayah kandungnya selama 6 tahun terungkap.

Bunga (Korban) ternyata sudah dipaksa untuk melayani nafsu bejat, dalam seminggu Bunga (korban) dipaksa untuk memenuhi nafsu ayahnya sebanyak 2 kali. M (37) yang merupakan ayah kandungnya, dan melakukan tindakan bejatnya sejak tahun 2014 silam hingga April 2021.

“Kasus ini sebetulnya terungkap setelah Bunga (korban) menikah dan mengadukan kelakukan bejat ayah kandunganya sendiri kepada mertuanya, kejadian bermula pada tahun 2014 silam. Bunga (korban) akhirnya melaporkan tindakan bejad ayah kandungnya ke Mapolres Tubaba”, ujar Kasat Reskrim Iptu Andre Tri Putra. Rabu, (02/06/2021).

Dari keterangan Bunga (korban), kasus tersebut akhirnya terungkap setelah Bunga (korban) menceritakan tindakan becat ayah kandungnya sendiri kepada mertuanya. M (37) yang merupakan bapak kandung Bunga (korban), berjanji tidak akan mengulangi perbuatan bejatnya lagi.

Setelah korban melaporkan ke Mapolres Tubaba, Team Opsnal Tekab 308 Polres Tubaba langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku M (37) yang merupakan ayah kandung Bunga (korban).

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku M (37) diancam Pasal 81 jo 76D dan atau Pasal 82 jo 76E UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara”tutup nya.humas polres tubaba(jonsi putra)

Continue Reading

Trending