Connect with us

Apa Kabar Lampung

Tuntutan Jaksa 13 Tahun, Keluarga Korban Kecewa Berat

Alex BW

Published

on

Lampung Utara : Terdakwa JA (24) kasus dugaan pembunuhan PT (43) warga Dusun Talang Lewok, Desa Kotabumi Tengah Barat, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, telah menjalani sidang tuntutan. JA hanya dikenakan tuntutan hukuman penjara 13 tahun.

Sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar di Pengadilan Negeri Kotabumi, Lampung Utara, senin (30/11/2020) kemarin. JA mengikuti sidang secara virtual di Rumah Tahanan kelas IIB Kotabumi.

Musaini yang merupakan adik ipar PT (43) tidak bisa menutupi kekesalannya atas tuntutan yang diajukan JPU dari Kejaksaan Negeri Lampung Utara. Ia mengaku sangat kecewa lantaran berdasarkan fakta-fakta di persidangan JA telah melakukan pembunuhan secara berencana.

” Seharusnya JPU menuntut dengan pasal 340 dengan hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun. Ini ada apa? Kok, JPU menggunakan pasal 338 dengan tuntutan hanya 13 tahun penjara. Jelas ini sudah sangat tidak adli,” katanya sambil menahan amarahnya, kepada awak media, Selasa (1/12/2020). Musaini didampingi fatmawati (52) dan Sintiya (16) yang merupakan istri dan anak semata wayang PT.

Musaini menilai tuntutan JPU 13 tahun penjara terhadap JA tidak adil dan tidak berpihak kepada korban. Dia meminta JPU perlu membuka nuraninya dan menggunakan keyakinannya dalam mengeluarkan tuntutan.

” Tolong para pemberi keadilan, lihat istri dan anak semata wayang korban yang ditinggalkan almarhum PT. Tuntutan 13 tahun, menunjukkan ada rasa keadilan yang telah diinjak-injak. Keluarga memang sudah mengikhlaskan, namanya sudah meninggal ya harus diikhlaskan. Apakah dengan mengikhlaskan, runtuh sebuah keadilan,” ucapnya yang diamini istri dan anak korban dengan terharu.

Ia juga menuding pihak keluarga terdakwa tidak memiliki itikad baik dengan keluarga korban.

” Bayangkan saja, sejak kematian almarhum, mereka (pihak keluarga terdakwa) tidak ada yang pernah silaturahmi ke rumah kami, menghadiri takziah pun tidak. Apa karena alasan takut diapa-apain? Enggak usah takut, kami sudah ikhlas kok,” tutur Musaini.

” Semoga apa yang kami sampaikan ini dapat menjadi pertimbangan pemberi keadilan (Jaksa dan Hakim). Tapi kalau mengikuti itu mengabaikan asas keadilan terhadap yang dibunuh, saya pikir sudah nggak adil. Itu tadi terinjak-injaknya sebuah keadilan,” imbuhnya.

Musaini lalu berharap Jaksa Penuntut Umum bisa meninjau ulang tuntutan 13 tahun terhadap terdakwa JA. Dan ia juga meminta agar nantinya Majelis Hakim dapat memberi putusan terhadap JA dengan seberat-beratnya.

” Kenapa harus ditinjau ulang,? Karena, tuntutan cuma 13 tahun penjara. Harapan saya, selain dari ini, majelis hakim yang akan menjadi pemutus ini, dapat menghidupkan nuraninya untuk nantinya memberikan keadilan yang sesungguhnya,” tukasnya.

Apa Kabar Lampung

Bupati Tuba Barat Buka Presentasi Politeknik Tunas Garuda

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang Barat : Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad, S.P. membuka acara presentasi Politeknik Tunas Garuda di Komplek Uluan Nughik, Panaragan Jaya pada hari Kamis (21/01).

Bupati Tubaba Umar Ahmad didampingi Kadis Pendidikan Tubaba Budiman Jaya, menyambut baik ada kehadiran kampus Politeknik Tunas Garuda.

Dalam sambutannya Bupati Umar Ahmad Mengatakan. dengan adanya kampus Politeknik Tunas Garuda di Tubaba, dapat membuat dunia pendidikan di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai lebih baik lagi.

“Awal gagasan besar dalam pendidikan adalah untuk bersama-sama menyiapkan para peserta didik untuk menjadi lebih baik dan berprestasi”kata nya

Di tempat yang sama. Ketua Yayasan Tunas Garuda Tubaba, Purwadi Santoso dalam presentasinya mengatakan, kami ingin Politeknik Tunas Garuda menjadi salah satu bagian di Tubaba, karena kami datang dengan hati untuk bersama-sama meningkat kan kualitas pendidikan.

“Pemerintah Daerah memfasilitasi 30 anak didik setiap tahun nya untuk dapat mengikuti pendidikan di Politeknik Tunas Garuda.kami mengucapakan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, khusus nya Bupati Tubaba Umar Ahmad atas dukungan dan kerjasama nya”pungkas nya.(Jonsi Putra)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Satreskrim Polres Tuba Limpahkan Tersangka dan BB Kasus Penyimpangan Dana APBKampung

Redaksi LT

Published

on

TULANG BAWANG, Lampung Today.com – Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulang Bawang melakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti (BB) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dana anggaran pendapatan dan belanja (APBKampung).

Pelimpahan tersangka dan BB ini berlangsung hari Rabu (20/01/2021), pukul 13.30 WIB, di kantor Kejaksaan Negeri Menggala, Jalan Cemara, Komplek Perkantoran Pemda Tulang Bawang.

“Kemarin siang, petugas kami dari Unit Tipidkor melakukan pelimpahan tersangka dan BB dalam kasus tindak pidana korupsi penyimpangan dana APBKampung ke pihak kejaksaan,” ujar Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK, mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK, Kamis (21/01/2021).

Lanjutnya, pelimpahan ini dilakukan karena berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P.21) oleh pihak kejaksaan sesuai dengan surat nomor : B-3030/L.8.18/Fd.1/12/2020, tanggal 23 Desember 2020.

Yang menjadi tersangka dalam kasus ini adalah BN (54), yang merupakan Kepala Kampung Sidomukti, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang.

AKP Sandy menjelaskan, oknum kepala kampung ini pada tahun 2015 dan tahun 2016 dalam mengelola dana desa yang dituangkan dalam peraturan kampung tentang APBKampung, dikelola seluruhnya oleh oknum kepala kampung tanpa melibatkan aparatur kampung (formalitas).

Selain itu ada dana desa/kampung (DD/K) dan alokasi dana desa/kampung (ADD/K) sebesar Rp. 141.631.000 (seratus empat puluh satu juta enam ratus tiga puluh satu ribu rupiah), dipakai oleh oknum kepala kampung ini sesuai dengan surat pernyataan yang dibuatnya tertanggal 23 Mei 2016 dan tidak ada laporan pertanggung jawaban.

Serta terdapat pula barang inventaris milik kampung berupa ganset, laptop dan proyektor tidak diserahkan oleh oknum kepala kampung kepada pihak kampung sampai sekarang.

“Hasil audit keuangan negara yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Tulang Bawang, akibat perbuatan yang dilakukan oleh oknum kepala kampung ini menimbulkan kerugian negara sebesar Rp. 380.335.935,76,- (tiga ratus delapan puluh juta tiga ratus tiga puluh lima ribu sembilan ratus tiga puluh lima koma tujuh puluh enam rupiah),” jelasnya.

Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 Sub Pasal 3 lebih Sub Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200 Juta dan paling banyak Rp. 1 Miliar.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Pemkab Lamsel Hibahkan Aset Tanah Kepada MAN dan MTS 1 Kalianda

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) menyerahkan hibah barang milik daerah kepada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamsel dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Lamsel.
Hibah barang tersebut berupa tanah seluas 12.600 meter persergi diberikan kepada MAN 1 Lamsel yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Jati Way Urang Kalianda dan tanah seluas 10.750 meter persegi yang diberikan kepada MTsN 1 Lamsel terletak di Jalan Soekarno Hatta Ds Simpur Jaya Kecamatan Kalianda Lamsel.
Hibah aset pemerintah daerah tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Lamsel No. B/18/V.03/HK/2020 dan No. B/17/V.03/HK/2021 tanggal 4 Januari 2021 tentang penetapan Hibah Barang Milik Pemkab Lamsel kepada MAN 1 Lamsel dan MTsN 1 Lamsel.
Berita acara serah terima hibah itu, ditandatangani langsung oleh Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dengan Kepala MAN 1 Lamsel, Ahmad Musopa, S.Pd.I dan Kepala MTsN 1 Lamsel, Dr. Yayuk Dwi Wahyuni, M.Ag. di ruang kerja Bupati Lamsel, Kamis (21/1/2021).
Turut hadir menyaksikan serah terima hibah aset pemkab tersebut, Kepala kantor Kementerian Agama Lamsel, H. Ashari, SE, N.Pd.I, Sekdakab Lamsel, Thamrin, S.Sos, MM, Asisten Bidang Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat, Supriyanto, S.Sos, MM, Kadis Pendidikan Lamsel, Thomas Amirico, S.STP, MH, dan OPD terkait lainnya.
Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto berharap dengan diberikannya hibah tanah tersebut proses belajar mengajar mejadi lebih baik dan putra/putri lamsel lebih berprestasi.
“Saya berharap kepada MAN dan MTsN Lamsel, supaya aset pemerintah yang telah di hibahkan ini dapat dipergunakan sebagai mestinya dengan baik, sehingga kedapan siswa/siswi lampung selatan lebih berprestasi lagi menjadi kebanggaan daerah kita lampung selatan,” Ucapnya.
Pada pertemuan itu, Kakan Kemenag Lamsel, Ashari menyampaikan ucapan terima kasihnya atas hibah tanah yang diberikan.
“Tanah itu saya kira lebih tepatnya untuk masyarakat lamsel, oleh karena itu dengan rasa bangga, bahagia, kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan pak bupati,”Ucapnya.
“Mudah mudahan niat baik dari semua unsur pemerintahan dapat menjadi amal jariah karena niat hati kita untuk agama,” Ujarnya. (Kmf/Tedi)

Continue Reading

Trending