Connect with us

Apa Kabar Lampung

Bapemperda DPRD Lamsel Minta Kelengkapan Terkait Pendirian BUMD dan Penyertaan Modal

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Lampung Selatan (Lamsel), menggelar rapat bersama pihak eksekutif, untuk membahas mengenai penyampaian draft Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pendirian BUMD dan Penyertaan Modal.
Rapat yang dipusatkan di Aula rumah dinas Ketua DPRD setempat itu dipimpin langsung oleh Ketua Bepemperda DPRD setempat, Andi Apriyanto dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang dan Kemasyarakatan, Drs. Burhanuddin, dan sejumlah kepala SKPD di lingkup Pemkab Lamsel serta praktisi dan akademisi dari Perguruan Tinggi, Senin, (22/02/21).
Dalam kesempatan tersebut, Andi Aprianto mengatakan dalam pemembahasan hari pertama dari dua ranperda yang masuk, baru bahas kaitannya dengan pendirian BUMD, kaitannya dengan penyertaan modal belum sempat dibahas.
“Karena dipembahasan pertama, pendirian BUMD ini sesuai dengan peraturan pemerintah tahun 54-2017 kan harus ada beberapa yang dilengkapi, ini tadi kita belum mendapatkan jawaban yang menuntaskan pertanyaan itu” bebernya.
“Tadi ada beberapa kita jadikan sebagai PR eksekutif untuk dilengkapi dalam pembahasan berikutnya, salah satu contohnya adalah di PP tersebut itu diwajibkan bahwa pendirian BUMD itu harus masuk dalam RPJMD, nanti kita cek di RPJMD kita yang lama, itu sudah masuk apa belum, kalau belum berarti di RPJMD yang baru harus masuk sebelum Perda ini kemudian di sahkan, tidak boleh mendahului perencanaan di RPJMD iti salah satu catatan, tapi ada beberapa catatan” jelasnya.
“Tapi subtansi yang paling penting tadi yang menjadi pertanyaan dari rekan-rekan Bepemperda bahwa kita menginginkan dengan pendirian BUMD ini mampu memberikan benefit atau keuntungan bagi keuangan daerah, ataupun secara umum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat” kata Andi pada usai memimpin rapat.
Lebih lanjut politisi dari fraksi PKS itu mengatakan, Dari titik fokus itu tadi kita bertanya tentang unit usaha apa saja yang akan dilakukan, ternyata jawaban tadi masih belum memuaskan bagi rekan-rekan Bepemperda.
“Makanya kita ke eksekutif untuk merencanakan kembali, ini mau fokus usaha di bidang apa, kita tidak menginginkan ruang lingkup usahanya itu terlalu kecil, karenakan dari PP sendiri salah satu tujuannya adalah supaya kita ini berdikari atau mengurangi ketergantungan dari transfer pemerintah pusat di dana perimbangan itu, berarti kan itu bisnis besar yang harus kita lakukan, tapi apa yang disampaikan tadi kan sekala kecil” paparnya.
Sementara itu anggota Bapemperda, Imam Subhki berharap, Perda BUMD ini jangan hanya jadi cerita.
“Kami bukanya tidak setuju dengan pendirian BUMD dan penyertaan modal, Namun sebelum kami mengesahkan menjadi perda, kami butuh kejelasan. Karena kami sebagai tim mempunyai tanggung jawab dengan apa yang kami putuskan dan di sahkan menjadi perda nantinya” kata dia.
Ditempat yang sama anggota Bapemperda lainnya, dari fraksi PAN, mengatakan pendirian BUMD dan penyertaan modal yang begitu cukup besar hingga Rp.12,5 milyar ini jangan hanya berpikr untungnya saja. Namun perkembangan usaha yang akan dijalankan itu menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan.
“Selain itu dapat menyerap tenaga kerja sehingga mampu meningkatkan daya beli masyarakat dalam situasi Pandemi Covid-19 ini” kata Edi Waluyo.
Sementara itu pihak eksekutif yang diwakilikan kepada Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang dan Kemasyarakatan, Burhanuddin, menyebut ada tiga bidang usaha yang disampaikan dalam Rapat Bapemperda.
“Tadi ada tiga bidang usaha yang kita sampaikan diantaranya bidang Perdagangan, Pariwisata dan Agrobisnis, itu yang kita ajukan berdasarkan studi kelayakan dari Unila, namun demikian dewan minta lebih rinci perhitungan usahanya yang lebih detail, nanti akan kita penuhi” kata dia singkat. (Eko)

Apa Kabar Lampung

Pemkab Lamsel Dan BPD Tandatangani PKS

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) Cabang Kalianda, Jumat (9/4/2021).
Penandatanganan PKS itu dilakukan antara Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Bank Lampung terkait pengelolaan keuangan kas daerah Pemkab Lampung Selatan, dengan masa waktu 1 tahun.
Kemudian PKS antara BPPRD dan Bank Lampung terkait dengan penunjukan PT. Bank Lampung Cabang Kalianda sebagai bank operasional tempat pembayaran pajak dan retribusi daerah di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, dengan masa waktu 2 tahun.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan itu, turut disaksikan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Supriyanto, S.Sos, MM, dan sejumalah pejabat utama setempat.
Nampak hadir pula Kepala PT. Bank Pembangunan Daerah Lampung Cabang Kalianda, Mala Tisno, beserta jajaran.
Supriyanto mengatakan, penandatanganan PKS tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai proses kegiatan yang telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2020.
“PKS ini tindak lanjut dari proses rangkaian yang kita lalui sejak Desember dan Januari. Karena kerjasama ini, didalamnya juga memuat beberapa poin-poin yang perlu kita sepakati dan telah disepakati,” ujarnya.
Supriyanto berharap, kedepan akan terjalin kembali PKS lainnya antara Pemkab Lampung Selatan dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Lampung Cabang Kalianda. (Eko/kmf)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Bersama Nanang Ermanto Keliling Kebun Edukasi, Rektor ITERA : Kami Siap Bantu Kembangkan

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menerima kunjungan silaturahmi Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc, P.hD di Rumah Dinas, Jumat (09/04/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Nanang didampingi Sekda Thamrin, Staf Ahli Bidang Keuangan Akar Wibowo, Kadis Pariwisata Rini Ariasih, Plt Staf Ekobang Muhadi dan Plt Kadis Kesehatan Eka Riantinawati.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai di gazebo halaman samping rumdin tersebut, Rektor ITERA banyak menyampaikan usulan kepada Bupati Lamsel, diantaranya perlu penambahan gedung baru sarana olahraga, beasiswa dan keberlangsungan luring di kampus yang bakal mencetak ahli-ahli di bidang teknologi tersebut. Terkait gedung baru, Rektor ITERA akan membuat gedung tersebut sebagai Icon Lamsel.
Usai berbincang sekitar 1 jam lamanya, rombongan Rektor ITERA diajak berkeliling dan memanen buah semangka di Kebun Edukasi.
“Kami bagian daripada Kabupaten Lampung Selatan, Kampus ITERA adalah milik Lampung Selatan pada hari ini kami bersilaturahim bagaimana dan apa yang bisa kami kerjakan, apa yang ada di kita itu akan kami berikan dengan ikhlas untuk perkembangan Lampung Selatan,” ujar Profesor Ofyar, pakar tranportasi sipil jebolan University Of Birmingham tersebut.
Untuk perkembangan Kebun Edukasi, Profesor Ofyar akan siap membantu mewujudkan keinginan Bupati Lamsel dengan segenap SDM yang dimiliki Kampus Teknologi diluar Pulau Jawa tersebut.
“Banyak sekali Prodi-Prodi dikami itu bisa dimanfaatkan demi kemajuan Lampung Selatan. Banyak hal yang bisa kami lakukan disini, kita banyak mahasiswa, kita banyak dosen yang membutuhkan lapangan, kami akan terjunkan mahasiswa praktek disini khususnya dibidang kebun, kan ada teori dan ada praktek. Yang penting adalah saling menguntungkan,” pungkas Profesor Ofyar. (Eko/Kmf)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Jelang Ramadhan, Bupati Lampura ‘Muncul’ di Pasar Sentral

Alex BW

Published

on

By

Lampung Utara : Menjelang bulan suci Ramadhan 1442 Bupati Lampung Utara, Budi Utomo, menyambangi pasar tradisional yang berada di Pasar Sentral, Jalan Soekarno-Hatta, Kotabumi, Jum’at (9/4/2021)).

Pasca dilantik sebagai Bupati Lampung Utara sisa masa jabatan 2019-2024, inilah kunjungan pertama kali Budi Utomo di Pasar Sentral. Ia tampak didampingi Sekretris Daerah Lampung Utara, Lekok dan unsur Forkopimda.

Kedatangan orang nomor satu di Lampung Utara beserta rombongan ini untuk memastikan ketersediaan stok bahan pangan serta mengantisipasi melonjaknya harga sembako di Kabupaten Lampung Utara saat akan memasuki bulan puasa.

Di pasar Sentral tersebut, Budi memantau harga kebutuhan pokok seperti beras, daging sapi, dan sayuran. Tidak ada lonjakan harga yang signifikan, semua kebutuhan pokok tersedia dan dipastikan aman untuk menghadapi bulan suci Ramadhan.

” Alhamdulillah semua stok sembako cukup tersedia di Lampung Utara, namun harga relatif, sesuai dengan harga pasar nanti,” Katanya.

Budi terlihat sesekali berinteraksi dengan pedagang terkait kondisi bahan pangan maupun komoditas lainnya. Dimana, ada sejumlah jenis bahan pangan mengalami kenaikan harga karena bertambahnya permintaan dan stok yang terbatas. Seperti harga daging sapi hari ini tercatat kisaran Rp 130 ribu perkilogram.

Ia lalu meminta kepada Perangkat Daerah terkait memastikan stok daging sapi dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

” Apabila kebutuhan pasar meningkat tetapi ketersediaan terbatas, maka harga akan naik. Tapi ada beberapa kebutuhan pokok yang ketersediaannya cukup sampai Idul Fitri nanti,” Ucap Budi Utomo.

(Diskominfo Lampura)

Continue Reading

Trending