Connect with us

Bandar Lampung

Gubernur Arinal Launching Program Smart Village Di Pesawaran

Redaksi LT

Published

on

Gubernur Arinal Djunaidi melaunching Program Smart Village dan Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat bersama Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemendagri Suhajar Diantoro dan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes Suprapedi di Balai Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, Kamis (25/03/2021.

Acara ini juga dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Bupati Pringsewu Sujadi, Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo, Ketua Dewan Pembina Gerakan Desa, Kepala OJK, Dirut Bank Lampung, serta diikuti secara virtual oleh 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dan 125 Kabupaten/Kota dan Desa di 9 Provinsi di wilayah Sumatera.

Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung, Kemendagri dan Kemendes atas dukungannya dan pendampingan sehingga Desa Hanura di Kabupaten Pesawaran menjadi prototype program smart village di Provinsi Lampung yang mengedepankan digitalisasi.

Dendi menyampaikan bahwa salah satu yang menjadi kendala di lapangan adalah mengkolektifkan data dan mengintegrasikannya dengan aplikasi dan IT.

“Alhamdulillah dari Kemendagri melalui capil memberikan akses kepada kami tentang bagaimana mengintegrasikan catatan sipil dengan program smart village yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur,” ungkap Dendi.

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes, Suprapedi, mengatakan bahwa saat ini pembangunan desa sangat dipengaruhi oleh literasi yang ada di desa. Di satu sisi, sinyal seluler sudah 92% menjangkau seluruh Indonesia, dan internet 84%.

“Dan ini sangat jeli dari Bapak Gubernur untuk menciptakan Program Desa Digital/Desa Smart Village. Ke depan, digitalisasi ini adalah salah satu kunci mempercepat pembangunan di desa-desa,” ucap Suprapedi.

Suprapedi juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubenur Arinal yang mempunyai gagasan untuk membuat Smart Village yang telah diimplementasikan dengan luar biasa untuk melakukan inovasi-inovasi dalam rangka mempercepat pembangunan yang ada di desa.

Kemudian, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemendagri, Suhajar Diantoro, dalam kesempatannya menegaskan bahwa saat ini Provinsi/Kabupaten/Kecamatan/Desa yang mencapai tingkat kemajuan yang pesat adalah yang mampu membangun pemerintahannya menjadi sebuah organisasi pelayanan publik yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, pilihan kebijakan yang diambil yaitu dengan mengkoneksikan semua pelayanan kepada teknologi informasi dan komunikasi.

Suhajar menyampaikan bahwa Pemerintah adalah suatu lembaga yang mengelola sebuah urusan yang sangat penting yang disebut sebagai Business of Trust. Oleh karena itu, Gubernur, Bupati sampai Kepala Desa setiap harinya menjaga kepercayaan rakyat. Maka upaya seperti program smart village adalah upaya untuk menjaga kepercayaan rakyat.

Gubernur Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengatakan, Nawacita Presiden RI khususnya nawacita ke-3 adalah membangun Indonesia dari pinggir atau desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gubernur melanjutkan, jika memandang desa dari sudut pandang wilayah bahwa 91% wilayah Indonesia secara administrasi berada di desa-desa. Maka dari itu, menurut Gubernur Arinal, pembangunan desa-desa mempunyai arti penting dan strategis dalam pembangunan nasional.

Program smart village, lanjut Gubernur, sama artinya dengan desa cerdas. Tetapi kecerdasan yang dimaksud lebih banyak berbasis digital yang terfokus pada desa melalui gerakan kesadaran sosial dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan melibatkan stakeholder serta terintegrasi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi.

“Tujuan program ini yaitu optimalisasi potensi desa terutama di Provinsi Lampung agar menjadi salah satu kekuatan di bidang sosial ekonomi. Adapun fokus kegiatannya terletak pada layanan administrasi pemerintahan desa, layanan administrasi kependudukan maupun pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas aparatur,” jelas Gubernur.

Sampai saat ini, dari 2.435 desa yang ada di Provinsi Lampung, 780 desa telah menggunakan sistem smart village meliputi 130 desa sasaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung dan 650 desa atas inisiatif desa secara mandiri.

Gubernur Arinal mengharapkan dukungan dari Pemerintah Pusat agar Provinsi Lampung menjadi contoh nasional sebagai the best practice dalam implementasi program smart village. Dukungan tersebut diharapkan dapat diwujudkan diantaranya berupa Diklat peningkatan kapasitas aparatur, Pengembangan menu-menu aplikasi, Penyediaan infrstruktur dan lainnya.

Acara kemudian diakhiri dengan pemukulan kentongan oleh Gubernur Lampung bersama Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemendagri, Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Kemendes, Bupati Pesawaran, Bupati Lampung Timur, Bupati Pringsewu sebagai simbol diluncurkannya Program Smart Village, Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat.

Bandar Lampung

Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Anggota DPRD Lampung

Redaksi LT

Published

on

Lampung Tengah – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Dapil 7 Kabupaten Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, S.T. mengadakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. (12/04/2021).

Dalam kesempatan ini, Ni Ketut menghadirkan Dharma Setyawan, MA, Dosen IAIN Metro sekaligus penggerak wisata di Kota Metro, yang saat ini juga diamanahi sebagai pembina GenPi Provinsi Lampung.

130 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sangat antusias menerima penjelasan terkait dengan ideologi pancasila. Lebih khususnya terkait intisari pancasila yang disebut juga ekasila.

Dharma sebagai narasumber menyampaikan soal Pancasila dalam sebuah ekasila yang diterapkannya dalam membangun Wisata Dam Raman dan Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) di Kota Metro.

Dharma menyebut jika diperas, Pancasila intinya adalah ekasila, yaitu kegotong royongan. Dharma memberikan contoh gerakan-gerakan yang selama ini sudah dilakukannya, bisa berhasil karena gotong royong.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Ketua Dekranasda Lampung Bangkitkan Tenun Asal Tanggamus jadi Icon Lampung Craft 2021

Redaksi LT

Published

on

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, sangat berdampak pada ekonomi global. Tak terkecuali pelaku ekonomi lokal termasuk industri kerajinan.

Oleh karena itu, pada kegiatan Lampung Craft 2021 yang akan digelar Maret nanti, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Lampung Hj. Riana Sari Arinal, SH, mendorong kerajinan Lampung tetap bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu langkah yang dilakukan Ketua Dekranasda Riana Sari Arinal dengan mengangkat Tenun Lampung asal Kabupaten Tanggamus sebagai Icon dalam event Lampung Craft 2021.

Dijadikannya Tenun Lampung asal Tanggamus menjadi icon Lampung Craft, karena Kabupaten Tanggamus sevagai tuan rumah dalam event Lampung Craft 2021. Selain itu, lanjut Riana Sari, pihaknya terus mendorong agar kerajinan di Lampung tetap bangkit termasuk Tenun Lampung meski dalam situasi pandemi Covid-19. Terlebih Tenun Lampung saat ini langka sehingga melalui event Lampung Craft Tenun Lampung akan bangkit dan lebih berkembang.

Pengrajin Tenun Lampung Hedri Dunan, beberapa hari lalu sudah mempresentasikan berbagai motif dan keunggulan Tenun Lampung hasil produksinya di depan Ketua Dekranasda Riana Sari Arinal, Wakil Ketua Dekranasda Maminyani Fahrizal Darminto dan Sekretaris Rusdiana Adi Erlansyah, di Galeri Dekranasda.

Hendri Dunan menceritakan, Tenun Lampung yang dikerjakan sekarang merupakan satu-satunya di Lampung. Karena untuk mewujudkan kerajinan ini harus melibatkan tenaga cukup banyak. Satu alat tenun harus didukung 4-5 orang dengan membutuhkan waktu dua bulan untuk menjadi satu lembar kain Tenun Lampung.

Hendri Dunan mendirikan usahanya ini sejak tahun 2017. Tekad besar untuk mempertahankan usahanya di kampung Sailing Sumberejo Tanggamus Menjadi desa wisata tenun. Sehingga dengan berbagai cara dilakukan agar Tenun Lampung tetap bertahan.

Lebih lanjut Hendri menceritakan, dulu Lampung ada budaya tenun. Tapi sekarang punah. Karena itulah ia tetap bertahan menggeluti usaha ini untuk mempertahankan Tenun Lampung. Salah satu langkah yang dilakukan mempertahankan SDM yang ada.

Dengan cara memperkerjakan pengrajin lokal untuk merajut kembali motif-motif etnik Lampung. Mereka yang kebanyakan dari masyarakat di kampunya.

Hendri Dunan bertekad untuk berkreasi demi menjaga niat luhur, melestarikan, dan mengembangkan motif dan budaya khas masyarakat Lampung.

“Kami berharap eksistensi yang kami jaga dapat menggugah kesadaran masyarakat, khususnya Provinsi Lampung untuk dapat turut andil melestarikan budaya yang tak ternilai harganya ini,” kata Hendri Dunan Founder Tenun Lampung ini.

Meski banyak kendala dan tantangan yang dihadapi, Hendri Dunan terus bertekad
untuk semakin melambungkan motif-motif Tenun Lampung di kancah nasional.

Usaha Tenun Lampung yang Hedri Dunan tekuni sejak tahun 2017, sekarang sudah memberdayakan 30 Penenun dan
pengrajin kain tapis, Memiliki Galeri, dan selalu menjadi pusat perhatian dalam kegiatan pameran, baik tingkat kabupaten, Provinsi, maupun Nasional.

Sesuai dengan visinya, Hendri mengharapkan usahanya ini bisa mengintegrasikan potensi wisata Tanggamus, khususnya Kecamatan Sumberejo dan Sekitarnya.

Bisa membangun lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Menciptakan atmosfer wisata edukasi kerajinan yang berdampingan dengan Agro Wisata dan Wisata alam lainnya. Dan tentunya menjaga dan melestarikan serta mengembangkan motif khas Lampung.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Nunik Ketua Kwarda Lampung dan pengurus Kwarda Lampung Periode 2020-2025

Redaksi LT

Published

on

Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi selaku Kamabida Gerakan Pramuka Kwarda Lampung melantik Hj. Chusnunia Chalim sebagai Ketua Kwarda Lampung dan pengurus Kwarda Lampung periode 2020-2025, di Lt.3 Balai Keratun komplek kantor Gubernur, Rabu (10/2/2021).

Sebelumnya, Gubernur Arinal Djunaidi dilantik oleh Sekjen Kwarnas Mayjend TNI (pur) Bachtiar sebagai Ketua Mabida Gerakan Pramuka Kwarda Lampung.

Pelantikan ada tiga tahap, pertama Ka Mabida dan Mabida harian. Pelantikan tahap kedua pengurus Kwarda Lampung dan Pengurus Lembaga Keuangan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi selalu Kamabida. Pelantikan tahap ketiga Pengurus Dewan Kerja Daerah oleh Ketua Kwarda Lampung Chusnunia.

Continue Reading

Trending