Connect with us

Apa Kabar Lampung

Kejaksaan Minta Segera Laporan Hasil Bilik Disinfektan ke Inspektorat Lampura

Published

on

Lampung Utara : Kejaksaan Negeri Lampung Utara meminta kepada Inspektorat Lampung Utara untuk segera menyampaikan hasil pemeriksaan dan perkembangan soal pengadaan bilik disinfektan Dinas Kesehatan Lampung Utara Tahun Anggaran 2020.

” Oleh bidang intelijen setelah menerima pengaduan terkait hal tersebut (bilik disinfektan) sdh diteruskan kpd APIP (Aparatur Pengawas Internal Pemerintah), saya sdh komunikasi dg Inspektorat untuk segera meminta perkembangan dan hasil pemeriksaan oleh Inspektorat, kebetulan inspektur sedang berada di Bandar Lampung,” Ujar Kepala Seksie Intelejen Kejaksaan Negeri Lampung Utara, I Kadek Dwi Ariatmaja, yang merespon cepat pertanyaan awak media melalui pesan whatsappnya, Kamis (3/6/2021).

Menurut mantan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tanggamus ini, pihaknya saat ini masih menunggu laporan hasil dari Inspektorat terkait hal tersebut. Dan ini, lanjut I Kadek, berdasarkan ketentuan Undang-Undang administrasi pemerintahan, ketika terdapat pengaduan masyarakat yg berpotensi adanya penyimpangan, maka Aparat Penegak Hukum meneruskan kepada APIP.

” Ketika terkait pengaduan tsb sdh di teruskan kpd APIP, maka sebaiknya kami menunggu terlebih dahulu hasil pemeriksaan oleh APIP, hasil pemeriksaan itulah yg kmdian menjadi pertimbangan APH apakah perlu atw tidaknya menindaklanjutinya,” tukas dia.

Diketahui, permasalahan mengenai proyek pengadaan 53 bilik disinfektan di Dinas Kesehatan Lampung Utara tahun 2020 senilai Rp1.023.550.000 berawal dari hasil temuan BPK.‎ BPK menemukan potensi ketidakwajaran harga dalam pengadaan itu saat mengaudit anggaran Covid-19 Lampung Utara tahun 2020.

Hasil audit mereka tertera dalam laporan hasil pemeriksaan BPK tentang kepatuhan atas penanganan pandemi Covid-19 tahun 2020 pada Pemkab Lampung Utara dengan nomor LHP : 39/LHP/XVIII.BLP/12/2020 tertanggal 15 Desember. Dalam LHP itu disebutkan bahwa selisih harga hingga 500 persen untuk tiap unit bilik tersebut.

Hasil perhitungan BPK harga tiap bilik itu hanya berkisar antara Rp3,1 juta – Rp4,2 juta saja, sedangkan harga tiap unitnya dari PT SPB selaku rekanan ‎mencapai Rp17,5 juta. Dalam menentukan potensi ketidakwajaran harga itu, BPK menggunakan dua metode, yakni survei dan kontrak sejenis.

Hasil survei menunjukkan jika harga tiap unit bilik itu hanya Rp3.143.180,00. Jika harga itu dikalikan d‎engan jumlah bilik maka total biaya yang harus dikeluarkan hanya Rp166.588.540,00 saja. Metode survei ini mendapati selisih harga hingga 500 persen, tepatnya sebesar Rp760.911.460,00.

Metode kedua yang digunakan ialah merujuk pada kontrak sejenis antara PT SPB ‎dengan Dinas Perhubungan Lampung. Dalam kontrak tersebut tertera harga tiap unitnya hanya Rp4.250.000. Hasilnya, terdapat selisih harga sebesar Rp688.880.750,00.

Atas temuan ketidakwajaran harga itu, BPK merekomendasikan kepada Bupati Budi Utomo untuk memerintahkan Inspektur segera melakukan audit atas ketid‎akwajaran harga terkait pengadaan itu. Selain itu, BPK juga meminta Bupati Budi Utomo untuk memerintahkan Pejabat Pembuat Komitmen terkait segera meminta penyedia pengadaan bilik segera menyerahkan surat bukti kewajaran harga dan dokumen pendukung pembuatan bilik tersebut.

Apa Kabar Lampung

Buruan Daftar, Kuota SMAN 1 Tuba Tengah Hanya 252 Siswa Baru

Published

on

Tulang Bawang Barat : Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB),Sekolah Menengah Atas negri (SMAN) 1 Tulang bawang tengah, Kabupaten Tulang Bawang barat,di mulai pada 14 juni tahun 2021 lalu, dimana penerimaan siswa/i melalui proses empat jalur.

Kepala sekolah SMAN 1 Tulang bawang tengah Sirdin Efendi mengatakan.Tahun 2021 SMA Negeri 1 TBT mendapatkan Kuota sebanyak 252.

“Kuota 252 ini melalui empat jalur yaitu jalur zonasi sebanyak 50 persen, jalur afirmasi,sebanyak 15 persen jalur prestasi sebanyak 30 persen dan jalur perpindahan orang tua sebanyak 5 persen”kata nya

Sirdin menjelaskan.Bagi peserta didik baru dapat melakukan pendaftaran melalui online, dan dapat di akses melalui web.www.sman1tbtlampung.sch.id yang telah disediakan oleh sekolah Negeri 1 Tulang bawang tengah.Hal tersebut di lakukan mengingat saat ini masih dalam keadaan pandemi covid 19.

“Berikut jalur pendaftaran. 14 -17 juni 2021.

Proses seleksi real time 14-17 Juni 2021

Verifikasi Faktual Berkas 18-22 juni

Penguman 23 Juni 2021

Pendaftaran ulang 23-24 juni 2021

Masuk MPLS Kelas X 7 – 9 Juli 2021

Hari pertama masuk sekolah 12 juli 2021″tutup nya.(jonsi putra)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Sri Haryati : Obat-Obatan Sudah Tersedia, Kini RSUD Ryacudu Kekurangan Pasien

Published

on

By

Lampung Utara : Direktur RSUD H.M. Ryacudu Lampung Utara, dr. Sri Haryati memastikan persediaan obat-obatan di RSUD Ryacudu dalam kategori aman hingga dua bulan kedepan.

Hal ini sesuai dengan kebijakan para vendor atau penyedia obat-obatan yang selama ini telah memasok obat-obatan ke Rumah Sakit plat merah ini memberi keringanan dalam pembayaran obat-obatan dan sejenisnya.

” Setelah mengetahui pemberitaan di media massa, (penyedia) mereka pun bersedia meringankan beban Rumah Sakit dengan memenuhi pasokan obat-obatan dan sejenisnya. Alhamdulillah, ketersediaan obat-obatan saat ini, kemungkinan hingga dua bulan mendatang,” Ucap dr. Sri, usai bertemu dengan Sekretaris Daerah Lampung Utara, Lekok, Rabu (16/6/2021).

Persoalan yang melilit di RSUD Ryacudu Lampung Utara begitu menyita perhatian publik mulai dari kurangnya obat-obatan dan sejenisnya hingga belum terbayarnya Jasa Pelayanan (Jaspel). dr. Sri Haryati yang baru beberapa bulan menduduki kursi Direktur telah berupaya keras mengurai persoalan di tubuh Rumah Sakit yang dipimpinnya. Saat ini, untuk pasokan obat-obatan telah terpenuhi meski dalam hitungan bulan. Lalu, bagaimana dengan uang Jasa Pelayanan?

” Untuk obat-obatan dan sejenisnya telah kita laporkan ke Pak Sekda. Dan, untuk Jasa Pelayanan, kita sedang mencari solusinya,” Kata dr. Sri.

” Sekarang ini kita malah kekurangan pasien. Jadi, warga jangan ragu untuk berobat di RSUD,” Selorohnya.

Selain itu, dr. Sri menambahkan, Yayasan Peduli Kasih akan membantu merehabilitasi ruangan thalasemia di RSUD Ryacudu berikut obat – obatan yang diperlukan.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Kornelia Umar, Hadiri Peningkatan Indeks Literasi

Published

on

Tulangbawang Barat: Ketua TP-PKK Ibu Kornelia Umar, S.H., M.H. menghadiri acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung.

Acara tersebut di selenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI dan Pemerintah Provinsi Lampung di Bandar Lampung pada Selasa (15/6).

Hadir acara tersebut. Kepala Perpustakaan Nasional RI Bapak Drs. Muhammad Syarif Bando, M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto, M.A. , Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumai, S.H., M.H., Bunda Literasi Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal dan Bunda Literasi Kabupaten/Kota serta Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Lampung dan Kabupaten/Kota.

Dalam sambutan.Kepala Perpustakaan Nasional RI mengatajan. terima kasih kepada Gubernur Lampung atas komitmen yang kuat meletak kan pondasi yang kokoh untuk membangun sumber daya manusia sebagai penjabaran dari RPJM bapak Presiden Joko Widodo.

“Kita masih percaya bahwa bagaimana pentingnya sebuah bahan bacaan dapat menentukan apakah suatu bangsa bisa menjadi pemenang dalam kompetisi global.”kata nya

Di tempat yang sama.Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dalam sambutan nya mewakili Gubernur Lampung menyampaikan.selamat kepada para Bunda Literasi, semoga amanah yang diemban dapat dijalan kan sebaik-baiknya dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat di Provinsi Lampung.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Saya mendukung acara ini, sebagai upaya untuk meningkat kan minat baca sekaligus sebagai ajang promosi dalam pemanfaatan perpustakaan yang telah bertransformasi sebagai perpustakaan berbasis institusi sosial. Bahwa masih ada fenomena rendahnya minat baca masyarakat, kita semua sama-sama berharap ini dapat segera diatasi menuju perubahan yang lebih baik.”tutup Sekda Provinsi Lampung*(jns putra)

Continue Reading

Trending