Connect with us

Apa Kabar Lampung

Gubernur Arinal Terima Kunjungan Kerja Gubernur Sumbar Dalam Rangka Benchmarking Rencana Pengembangan Tambak Udang

Published

on

Bandar Lampung — Gubernur Arinal Djunaidi menerima Kunjungan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Provinsi Lampung dalam rangka Benchmarking Rencana Pengembangan Tambak Udang, bertempat di Mahan Agung, Jumat (11/06).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kadis Kelautan & Perikanan, Kadis Peternakan & Keswan, Kadis Kominfo & Statistik, Kadis Bina Marga & Bina Konstruksi, Kadis Penanaman Modal & PTSP, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman & Cipta Karya, Kadis Pengelolaan Sumber Daya Air, Karo Adbang, Karo Adpim, Plt. Kadis Lingkungan Hidup.

Gubernur Sumatera Barat mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung beserta jajaran atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Gubernur Sumatera Barat juga memperkenalkan satu per satu pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov Sumbar yang turut serta dalam kunjungan kerja kali ini.

Mahyeldi Ansharullah menjelaskan bahwa kunjungannya kali ini terkait kesuksesan Provinsi Lampung dalam bidang perikanan, khususnya budidaya udang karena diketahui, Lampung telah menyuplai udang untuk kebutuhan nasional sedangkan Sumatera Barat yang memiliki panjang garis pantai 800 Km baru akan memulai mengembangkan budidaya udang.

“Untuk itu kami ingin menggali pengalaman-pengalaman di Provinsi Lampung, sehingga hal positif yang kami dapatkan disini bisa digunakan untuk mengangkat perekonomian Sumatera Barat,” ungkap Mahyeldi Ansharullah.

Selain ingin mempelajari budidaya udang, Gubernur Sumbar juga mengungkapkan ingin mempelajari kelebihan lain yang dimiliki Lampung di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan diantaranya singkong, pisang, jagung, dan sapi.

Melalui 10% anggaran di bidang pertanian yang dituangkan dalam RPJMD Sumatera Barat Tahun 2021-2026, Gubernur Mahyeldi mengharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Sumbar yang 57 persennya berprofesi sebagai petani.

Di akhir sambutannya, Gubernur Mahyeldi menginstruksikan kepada jajarannya dan OPD terkait yang turut serta mendampingi dalam kunjungan kerja kali ini agar segera membuat kerjasama dengan Provinsi Lampung sehingga hal yang positif dari Provinsi Lampung bisa digali dan disinergikan.

Sementara itu, mengawali sambutannya Gubernur Arinal atas nama Pemerintah Provinsi Lampung mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sumatera Barat beserta jajaran.

Gubernur Arinal menilai tepat langkah yang diambil Gubernur Sumbar untuk mengunjungi Provinsi Lampung dalam rangka menggali pengalaman budidaya udang dan bidang lainnya.

Ekspor Produk Perikanan Provinsi Lampung pada Tahun 2020 sebesar 17.487,8 ton dengan nilai 2,305 triliun, dimana 85,26% dari komoditas ekspor tersebut adalah udang dengan volume ekspor udang sebesar 14.910 ton, dengan Negara tujuan Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

Adapun sebaran usaha budidaya tambak udang berada di 6 (enam) kabupaten yaitu Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Timur, Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus dan Pesisir Barat, dengan luasan 48.146 Ha (empat puluh delapan ribu seratus empat puluh enam hektar) terdiri dari tambak intensif 3.340 Ha, semi intensif 21.157 Ha dan tambak sederhana 23.649 Ha.

“Provinsi Lampung memiliki peran strategis sebagai salah satu sentra pertumbuhan perekonomian regional di Pulau Sumatra bahkan nasional, serta memiliki peran penting dalam usaha budidaya udang dan berkomitmen untuk mendorong tumbuhnya usaha budidaya perikanan,” ujar Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal memaparkan, ketika Lampung menghadapi posisi yang sulit akibat pandemi Covid terutama dalam hal ekonomi, dirinya menginisiasi koordinasi ke daerah sehingga situasinya aman. Gubernur Arinal juga diamanatkan langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk menjaga Lampung sebab 40% kebutuhan nasional dari berbagai sektor berasal dari Lampung.

Gubernur Arinal berharap, melalui pertemuan ini dapat menjadi brainstorming yang solutif antara 2 provinsi yaitu Lampung dan Sumatera Barat, mampu menumbuhkan komitmen bersama, dalam memecahkan masalah pengembangan budidaya tambak udang, memunculkan ide dan inovasi untuk memajukan produksi perikanan khususnya usaha budidaya tambak udang di Provinsi Lampung dan Sumatera Barat.

“Saya instruksikan kepada OPD-OPD terkait jangan segan-segan memberikan informasi, juga membantu yang perlu dikaji dan dikembangkan,” harap Gubernur Arinal. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Apa Kabar Lampung

Munculnya Varian Baru, BINDA Lampung Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Terutama Vaksin Booster

Published

on

By

Lampung Utara : Badan Intelejen Daerah (Binda) Lampung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara terus melancarkan Vaksinasi Covid 19 baik dosis Dosis 1, 2 dan Booster.

Sasaran kali ini vaksinasi tetap mengutamakan booster (Dosis 3) disamping juga mengejar capaian Dosis 1, 2 dan anak-anak serta remaja.

Menurut Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Lampung Harseno S.IK, MM, mengatakan, organisasinya terus gencar melakukan vaksinasi serentak dengan menyasar semua kategori usia masyarakat, meliputi remaja, dewasa dan lansia. Sementara, saat ini telah muncul varian baru yakni Omicron BA.4 dan BA.5. Makanya Binda Lampung berupaya mencegah penyebaran varian baru tersebut.

“ Sesuai arahan Presiden Joko Widodo meminta BIN melanjutkan percepatan vaksinasi dengan target seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan vaksinasi dengan target 40 juta dosis di seluruh Indonesia, termasuk Binda Lampung dengan 1.440.000 dosis hingga akhir tahun 2022,” katanya, Senin (8/8/2022).

Kabinda Lampung menjelaskan, bahwa saat ini sudah muncul varian baru dari Covid-19 yakni Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, sedangkan di Provinsi Lampung masih belum ditemukan. Meskipun para ahli kesehatan menerangkan jika varian baru tersebut tidak memiliki bahaya seperti varian sebelumnya.

Binda Lampung tetap mengantisipasi munculnya varian lain yang lebih berbahaya. Hal ini mendorong Binda Lampung untuk menggencarkan vaksinasi terutama pada vaksin ketiga (Booster) yang capaian masih rendah di Provinsi Lampung.

“ Pemerintah telah melonggarkan penggunaan masker saat berada di luar terbuka yang tidak ramai, tetapi vaksinasi terus kita lakukan agar kualitas kekebalan komunal masyarakat semakin meningkat, dan Alhamdulillah untuk Provinsi Lampung sudah mencapai target dari Presiden yaitu vaksin kedua sebesar 72,59 persen, sedangkan vaksin ketiga masih 13,16 persen. Kita harus kejar capaian vaksinasi ketiga, sehingga proses transisi pandemi ke endemi dapat berjalan sesuai dengan harapan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman di masa kehidupan semakin mendekati normal saat ini,” ujarnya.

Harseno meminta kepada masyarakat untuk betul-betul sadar bahwa vaksinasi hingga dosis ketiga sangatlah penting. Mengingat sebagai penguatan kekebalan imunitas masyarakat serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Setidaknya dengan memakai masker dan mencuci tangan.

” Dengan kegiatan ini masyarakat sangat antusias dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi, Bapak Kepala BIN, Bapak Kabinda Lampung, Bapak Gubernur Lampung Arinal Djunaedi, dan Bapak Bupati Lampung Utara karena sudah menggelar program vaksin booster secara gratis,” pungkasnya.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

DKP Lampung Selatan Sosialisasi Keamanan Pangan PSAT

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan menggelar sosialisasi sertifikat mutu dan keamanan pangan segar asal tumbuhan (PSAT).
Kegiatan berlangsung di aula DKP Lampung Selatan, Kamis (28/07/2022) melibatkan sejumlah kelompok seperti, Kelompok Wanita Tani (KWT), Kelompok Tani (Poktan), Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) se Kecamatan Kalianda.
Kepala DKP Lampung Selatan Ir. Yansen Mulia menjelaskan, sosialisasi tersebut selain bertujuan memberikan wawasan. Juga bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya keamanan PSAT.
“Apa itu PSAT, Pangan Segar Asal Tumbuhan adalah pangan asal tumbuhan yang dapat dikonsumsi langsung atau yang dapat menjadi bahan baku pangan olahan setelah mengalami pengolahan. Minimal meliputi pencucian, pengupasan, pendinginan, pembekuan, pemotongan, pengeringan, penggaraman, pencampuran, penggilingan, pencelupan, dan proses lain tanpa penambahan bahan tambahan pangan lainnya,” jelas Yansen.
Dengan demikian, kata Yansen pemerintah berkewajiban memperhatikan serta menjamin keamanan dan mutu pangan. Dengan kata lain, konsumen atau masyarakat mendapat jaminan makanan sehat dan bergizi.
“Salah satunya kegiatan sosialisasi tersebut. Bagi peserta, diharapkan setelah mengikuti kegiatan tersebut, turut serta membantu pemerintah,” kata Yansen.
“Pemkab Lamsel juga berharap kedepannya, di Lampung Selatan bisa memiliki gerai-gerai menyediakan PSAT yang bermutu dan aman konsumsi,” harapnya.
Lebih jauh, Yansen Mulia mengatakan, setelah peserta memahami materi yang diberikan tentang PSAT. Kedepannya atau seterusnya, dapat mensosialisasikan kepada para pelaku usaha PSAT.
“Sehingga dapat meningkatkan jaminan kualitas kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi PSAT dan dapat meningkatkan perekonomian pelaku usaha PSAT,” pungkasnya.

Sebagai informasi, apa itu PSAT?
Pangan Segar Asal Tumbuhan atau disingkat PSAT adalah pangan asal tumbuhan yang dapat dikonsumsi langsung atau yang dapat menjadi bahan baku pangan olahan setelah mengalami pengolahan. Minimal meliputi pencucian, pengupasan, pendinginan, pembekuan, pemotongan, pengeringan, penggaraman, pencampuran, penggilingan, pencelupan, dan proses lain tanpa penambahan bahan tambahan pangan lainnya, nah adapun pengecualian pelapisan dengan bahan penolong lain yang diijinkan untuk memperpanjang masa simpan loh sobat,
Setelah itu dalam psat pun terdapat Keamanan PSAT dimana Keamanan PSAT adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah PSAT dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.
Dimana untuk istilah PSAT itu sendiri mempunyai banyak arti dimana Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan yang selanjutnya disebut Mutu PSAT adalah nilai yang ditentukan atas dasar kriteria keamanan dan kandungan gizi pangan. Juga Otoritas Kompeten Keamanan Pangan yang selanjutnya disingkat OKKP adalah unit kerja Pemerintah dan Pemerintah Daerah tingkat provinsi/kabupaten/kota nah jadi pada udah pahamkan apa arti dari psat itu sendiri.
Sebagaimana contohnya Sayuran dan buah-buahan sebagai produk yang sering dikonsumsi langsung oleh masyarakat, sehingga untuk menjamin keamanan dan mutu PSAT yang beredar harus dilakukan pengawasan mulai dari tahapan produksi, panen, pasca panen, proses distribusi sampai kepada konsumen yang dalam hal ini adalah masyarakat Pengawasan keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan.
Tujuan PSAT :
Memberikan Jaminan Mutu dan Keamanaan Pangan
Memberikan Jaminan dan Perlindungan Masyarakat
Mempermudah Penelusuran Kembali Dari Kemungkinan Penyimpangan Mutu dan Keamanaan Pangan Produk
Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saling Produk
(Eko)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

BINDA Lampung Siapkan 3000 Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Pelajar Dan Masyarakat Lampura

Published

on

By

Lampung Utara : Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Lampung turut andil bagian dalam menyukseskan vaksinasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Utara, dalam rangka percepatan pencapaian vaksinasi, serta mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 varian baru. 

Dalam rangka vaksinasi Covid-19 tersebut BIN Daerah Lampung menyiapkan sebanyak 36.000 dosis yang dilaksanakan 14 kabupaten/kota dan khusus untuk Bumi Ragem Tunas Lampung tersebut, disiapkan sebanyak 3.000 dosis, dengan sasaran pelajar dan masyarakat yang tersebar di 23 kecamatan yang ada di kabupaten setempat.

Vaksinasi dipusatkan di salah satu Sekolah Dasar dengan sasaran sebanyak 500 dosis, maka pada Selasa (26/07) vaksinasi menyasar untuk usia anak-anak, pelajar, Dewasa dan Lansia mendapat sasaran 380 orang untuk dosis satu, dua dan tiga (booster). 

Vaksinasi yang dilaksanakan BIN Daerah Lampung bekerjasama dengan Pemkab Lampura tersebut disambut antusias oleh masyarakat dan pelajar di wilayah sasaran. Pemkab Lampura juga mengapresiasi upaya yang dilakukan BIN Daerah Lampung, termasuk siap mendukung termasuk menyiapkan vaksinator. 

“Tentunya kami sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih terhadap BIN yang telah memprogramkan untuk vaksinasi, bahkan dari awal kami menyatakan siap mendukung, salah satunya dengan menyiapkan vaksinator untuk setiap kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh BIN di sejumlah kecamatan,” ungkap Kepala Dinkes Lampura, dr. Maya.

Terusnya, saat ini pemerintah tengah mengupayakan untuk membentuk herd immunity, kekebalan tubuh komunal, sebagai perlindungan kepada masyarakat sehingga tidak mudah penyebaran Covid-19. Oleh karena itu semua pihak untuk berkolaborasi menyukseskan program vaksinasi agar upaya membentuk kekebalan tubuh dapat tercapai. 

Masyarakat Kabupaten Lampung Utara mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Bupati Lampung Utara Budi Utomo karena telah mendapatkan vaksin booster serta sangat mengapresiasi langkah percepatan vaksinasi booster Covid-19 oleh BINDA Lampung.

Continue Reading

Trending