Connect with us

Pesisir Barat

Pemkab Pesibar Gelar Bimtek Sekolah Ramah Anak

Published

on

Pesisir Barat : Mewakili Bupati, Plt. Staf Ahli Bidang Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Hafzi, S.Pd.,M.M membuka Bimtek Sekolah Ramah Anak (SRA) dan Konvensi Hak Anak (KHA) di GSG Labuhan Jukung Kecamatan Pesisir Tengah, pada Rabu (29/06).

Turut hadir dalam acara bimtek tersebut, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pelaksana di-Lingkup Kabupaten Pesisir Barat.

Selain itu, turut hadir juga para narasumber, Bekti Prastyani, S.Pd, Fasilitator Nasional Ahmad Asari, S.Pd.i, Ketua Gugus Tugas Layak Anak Kabupaten Pesisir Barat yang diwakili Kabid Pemerintahan Sosial Budaya Brian Virzada, S.H.,MM, Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Nining Santi S dan para peserta Bimtek.

Dalam sambutannya, Plt. Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah Hafzi, S.Pd.,M.M menyampaikan bahwa Sekolah Ramah Anak (SRA) membutuhkan berbagai elemen yang yang harus diberikan pada anak. Hal tersebut dimulai dari komitmen kebijakan, seperti proses pembelajaran, ada tenaga kependidikan, ada sarana prasarana, partisipasi anak, partisipasi orang tua, masyarakat dan dunia usaha.

Hafzi juga mengajak melalui Bimtek ini nantinya bisa memahami dan memberikan pemahaman tentang hak-hak anak, terutama pada para tenaga pendidik dan kependidikan dalam menyusun rencana aksi pengembangan sekolah ramah anak di Kabupaten Pesisir Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPA dan KB), dr. Budi Wiyono menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).

dr. Budi Wiyono juga menyampaikan, bahwa hasil Bimtek ini diharapkan bisa menghasilkan komitmen yang kuat, yaitu nantinya bagi para peserta bisa memberikan pemahaman dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan anak di masyarakat.

Tidak hanya itu, Bimtek ini juga sangat penting, hal tersebut sebagai pemahaman dalam pemenuhan hak anak, baik hak untuk hidup, hak mendapatkan pengasuhan dan hak untuk mendapatkan pendidikan yang ramah anak, tegas dr. Budi Wiyono. (Indra/Red)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pesisir Barat

Kantor Kemnag Pesisir Barat Gelar Bimtek KHA Dan SRA

Published

on

Pesisir Barat : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat mengadakan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Konvensi Hak Anak (KHA) dan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA)) di aula MAN 1 Pesisir Barat, pada Jum’at (05/08).

” Mewakili kepala kemenag H. Yulizar Andri ST,M.Ag., Kasi Pendidikan Islam Kemenag Pesisir Barat, Ahmad Khotob S.Ag,.M.M mengatakan bahwa kegiatan Bimtek dilakukan selama dua hari, mulai hari ini sampai besok, ” ujar Ahmad Khotob.

” Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa meningkatkan disiplin yang positif dalam mekanisme penanganan kasus dan juga untuk mewujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, ” tegas A Khotob.

Sementara itu, Plt. Kepala MAN 1 Pesisir Barat, Hefzon Kurnia, S. Pd., M. Pd.I mengatakan, ” Bimtek selama dua hari yang dilakukan ini juga dimaksudkan agar para tenaga pendidik bisa menambah pemahaman dalam penanganan masalah yang dihadapi oleh anak, ” jelasnya.

” Guru, Orangtua dan Anak merupakan tiga pilar yang tidak terpisahkan dalam memahami SRA ini, ” jelas Hefzon.

” Harapan saya nantinya, di dalam proses belajar dan mengajar harus menerapkan disiplin yang positif, seperti ketegasan tanpa kekerasan dan tanpa merendahkan hak anak itu sendiri, ” jelasnya..

” Tidak hanya itu, proses ramah anak juga harus dijalin komunikasi dua arah bahkan multi arah, ” tambahnya.

” Dalam berkomunikasi dengan anak juga harus menggunakan bahasa yang positif, menerapkan sifat saling menghargai dalam perbedaan, dan yang terpenting adalah usahakan fokus pada perilaku positif anak tersebut, lalu dengan memberikan motivasi untuk giat belajar pada anak tersebut, ” tegas Hefzon.

” Hal positif lainnya yang harus dilakukan oleh para tenaga pendidik adalah, bisa membangun keakraban antara, anak, guru dan sahabat anak, ” tambahnya.

” Pembangunan karakter positif pada anak juga harus ditumbuh kembangkan, yaitu dengan menumbuhkan rasa empati, non diskriminasi, anti radikalisme, cinta negara, bahasa, budaya dan perbedaan budaya, menghargai HAM, sosial, cinta kebersihan dan anti bullying, ” tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala DPPPA dan KB Kabupaten Pesisir Barat, dr. Budi Wiyono dan para staf, para staf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat dan Para guru MAN 1 Pesisir Barat. (

Continue Reading

Pesisir Barat

Peratin Terpilih Pekon Pemancar Ajak Masyarakat Membangun Pekon

Published

on

Pesisir Barat : Peratin (Kepala Desa) terpillih pada Pemilihan Peratin (Pilratin) di Pekon (Desa) Pemancar, Kecamatan Pesisir Utara, pada Rabu (27/07) lalu menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Pekon selama enam tahun ke depan.

” Atas nama pribadi dan keluarga, saya menyampaikan ucapan terimakasih yang tidak terhingga kepada seluruh masyarakat Pekon, dan semua pihak yang telah membantunya, baik secara moril dan materiil, ” ungkap D. Updir (50), saat ditemui di kediamannya, pada Jum’at (29/07).

” Inshaa Allah, saya akan membangun Pekon dalam enam tahun ke depan, tanpa bantuan sumbang saran dari masyarakat Pekon, apalah gunanya saya dalam membangun Pekon Pemancar ini, ” tambahnya.

” Apa yang telah berlalu dalam kontestasi atau pemilihan Peratin, biarlah berlalu, siapa yang menang dan kalah bukan berarti terjadi perpecahan diantara kita semua, ” ungkapnya. ” Ayo kita bersama-sama membangun Pekon dan memberdayakan potensi-potensi yang ada di Pekon kita ini, agar masyarakat bisa lebih sejahtera ” ajak Updir.

Di Pekon Pemancar ini terdapat lima Dusun (Pemangku), diantaranya, Dusun Pemancar, Dusun Tapak Lahu, Dusun Kayu Lana Tiga, Dusun Kayu Lana Empat dan Dusun Kayu Lana Lima, ujar Updir.

” Ada beberapa Potensi sumberdaya alam di Pekon Pemancar ini, diantaranya, potensi perkebunan damar, kopi dan lada, selain itu terdapat juga potensi pertanian tanaman pangan, jenis padi dan potensi perikanan, ” ungkapnya.

” Jadi, sebagian besar masyarakat di Pekon Pemancar ini memang menggantungkan mata pencahariannya dari hasil perkebunan, pertanian dan perikanan, ” jelasnya.

” Inshaa Allah, nantinya saya bersama masyarakat Pekon akan bersama-sama mencari solusi agar potensi-potensi yang ada di Pekon ini bisa diberdayakan, sehingga nantinya bisa meningkatkan penghasilan masyarakat yang ada di Pekon ini, ” tutupnya. (Indra/Red)

Continue Reading

Pesisir Barat

Hazairin Abi Ajak Masyarakat Bersama – Sama Bangun Desa

Published

on

Pesisir Barat : Setelah unggul dalam kontestasi Pemilihan Peratin (Pilratin) atau Pemilihan Kepala Desa di Pekon (Desa) Negeri Ratu Ngambur, Kecamatan Ngambur satu hari yang lalu, Rabu (27/07/2022).

Peratin terpilih Hazairin Abi (49) mengatakan ” Syukur Alhamdulillah, masyarakatnya masih memberikan kepercayaan kepadanya untuk tetap memimpin masyarakat di Pekon atau Desanya selama enam tahun ke depan, ” ujarnya saat ditemui di kediamannya, pada Kamis (28/07).

” Amanah yang masih dipercayakan oleh masyarakat kepadanya ini juga tidak akan bisa terealisasi secara maksimal dan optimal tanpa dukungan sepenuhnya dari masyarakat dalam membangun Pekon, ” ungkapnya. ”

” Hazairin Abi mengimbau dan mengajak masyarakat agar mari bersama – sama membangun Pekon yaitu dengan mengolah potensi – potensi yang ada di Desa, agar nantinya masyarakat bisa menjadi lebih sejahtera, ” harapnya.

” Pekon Negeri Ratu Ngambur ini memiliki Enam Dusun (Pemangku), diantaranya, Dusun Negeri Ratu Induk, Dusun Way Batang, Dusun Cahya Negeri, Suka Negeri, Banjar Cahya Negeri dan Dusun Banjar Negeri, ” ungkapnya.

” Pekon Negeri Ratu Ngambur ini juga merupakan Pekon Induk dari sembilan Pekon yang ada di Kecamatan Ngambur, karena semua aktifitas perdagangan jual beli komoditas yang ada terpusatkan di Pekon ini, ” tegasnya.

” Banyak potensi Di Pekon Negeri Ratu Ngambur ini, seperti potensi perkebunan, potensi pariwisata dan potensi pertanian tanaman pangan jenis padi, ” ungkapnya.

” Dari Enam Dusun (Pemangku), ada dua Dusun yang memiliki potensi perkebunan kelapa, dan ini merupakan komoditas unggulan dari Pekon ini, ” ungkapnya.

” Komoditas unggulan perkebunan kelapa tersebut terdapat di Dusun Negeri Ratu Induk dan Dusun Way Batang, ” tambah Hazairin Abi.

” Sedangkan ke empat Dusun lainnya itu juga memiliki potensi unggulan, seperti perkebunan jenis pisang, ” ujarnya.

” Di empat Dusun atau Pemangku tersebut, ada beberapa jenis perkebunan pisang yang ditanam oleh masyarakat saya, seperti pisang kepok, pisang ambon dan perkebunan pisang rames, ” tambahnya.

” Selain itu, di setiap Dusun atau Pemangku yang ada di Pekon atau Desa ini, terdapat potensi pertanian tanaman pangan jenis padi, ” jelasnya.

” Untuk potensi pariwisata, disini juga ada lokasi wisata pinggir pantai, umumnya pada hari libur, lokasi wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat, ” ujar Hazairin Abi.

” Saya juga sedang mencari cara, bagaiman agar potensi wisata yang ada di Pekon ini nantinya juga bisa lebih ramai lagi dikunjungi, baik dari masyarakat Pekon sendiri dan masyarakat Pekon tetangga, ” ujarnya.

” Harapan saya dengan sering dikunjunginya objek wisata pantai di Pekon ini, bisa juga nantinya akan tercipta peluang – peluang usaha dan pekerjaan, khususnya bagi masyarakat yang di sekitar objek wisata pantai ini, ” tutup Hazairin Abi. (Indra/Red).

Continue Reading

Trending