Connect with us

Metro

Basuki Rahmad Gelar Reses Masa Persidangan II Tahun 2022

Published

on

METRO   :    Anggota DPRD Kota Metro, Basuki Rahmad, menggelar reses masa persidangan II Tahun 2022, yang berlangsung di salah satu rumah warga di Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, Senin (20/05/2022).

Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, bahwa masa reses ini merupakan masa yang penting, dimana sejatinya secara fungsional sebagai salah satu media guna menjaring aspirasi masyarakat yang ada di daerah pemilihannya.

“Kegiatan reses ini, merupakan salah satu kewajiban bagi anggota DPRD, guna menjaring aspirasi dari masyarakat,” katanya.

Pria yang menjabat ketua Fraksi Demokrat ini juga menyampaikan, aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat ini nantinya, akan diperjuangkan dengan semaksimal mungkin guna mensejahterakan masyakarat khususnya masyarakat di dapilnya.

“Untuk itu saya siap memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang ada di Kelurahan Margorejo dan akan meminta kepada Pemerintah Kota Metro agar bisa menjadi salah satu prioritas,” jelasnya.

Liputan : Zuli

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Metro

Wahdi Turun Langsung Pantau Pekerjaan Perbaikan Jalan Di Kota Metro

Published

on

METRO :  Walikota Metro Wahdi turun langsung memantau sejumlah perbaikan jalan di beberapa titik di Kota Metro, Selasa (15/11/2022).

Kegiatan tersebut didampingi Kepala Dinas Kominfo Subehi dan Kabag AP turun meninjau jalan rusak yang tengah diperbaiki menggunakan sistim tambal sulam dan full beton, serta program pelebaran dijalan Soekarno Hatta, jalan Ganjar Asri dan Ganjar Agung, dan jalan sumbawa.

 

Walikota Metro Wahdi mengatakan bahwa perbaikan inj perlu segera diselesaikan agar akses warga menjadi mulus dan pengguna jalan pun merasa nyaman berkendara tanpa adanya jalan berlubang ataupun kerusakan jalan lainnya.

 

“Terkait perbaikan dan pelebaran jalan perlu di berikan perhatian, pengawasan dimana proses perencanaan tersebut tidak lepas dari penganggaran serta tata laksana yang tepat melalui per Undang-undangan azas,”ujarnya.

 

Lanjutnya ,peran walikota yakni mengawasi dan bertanggung jawab besar terhadap masyarakat sebab pembangunan itu tidak hanya pembangunan fisik saja namun non fisik juga tidak kalah penting, karena tujuan pembangunan berkelanjutan yang tertera dalam sistem development goal pada tahun 2030 yaitu konsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia serta pembangunan lingkungan.

 

“Saya lahir di Kota Metro maka tidak mungkin jika saya tidak melakukan perubahan di kota ini, “tegasnya.

 

Wahdi juga menginginkan kedepannya kota ini menjadi lebih elok dan lebih baik untuk masyarakat, dengan harapan akses warga bisa pulih secepatnya.

 

“Jadi peran masyarakat itu cukup utama sebagai social control dengan memberikan informasi kepada Pemerintah Daerah,”tutupnya. (Zuli)

Continue Reading

Metro

Bukan Kota dengan Biaya Hidup Termahal, Kota Metro Justru Diminati Investor

Published

on

Metro  :  Kota Metro bukanlah kota dengan biaya hidup termahal, jika dilihat dari kategori data pengeluaran rumah tangga konsumsi hasil Survey Biaya Hidup (SBH) BPS RI Tahun 2018.
Data SBH BPS RI Tahun 2018 sendiri merangkum dua kategori pengeluaran rumah tangga. Kategori yang pertama adalah Pengeluaran Rumah Tangga Konsumsi dan yang kedua adalah Pengeluaran Rumah Tangga Non Konsumsi.
Pada sisi Pengeluaran Rumah Tangga Konsumsi, Kota Metro justru lebih rendah dibandingkan Kota Bandar Lampung. Untuk Kota Metro sendiri Pengeluaran Per Rumah Tangga Per Bulan hanyalah sebesar Rp 5.757.063 sedangkan Bandar Lampung adalah Rp 8.089.825, atau terpaut lebih tinggi tiga juta rupiah.
Sedangkan pada sisi Pengeluaran Rumah Tangga Non Konsumsi Per Rumah Tangga Per Bulan untuk Kota Metro di angka, Rp 6.469.250 sedangkan Bandar Lampung hanya Rp 1.977.081.
Jika dilihat dari kacamata ekonomi, di Kota Metro justru terjadi pertumbuhan ekonomi. Bahwa Kota Metro diminati untuk pengembangan usaha, karena pengeluaran non konsumsinya lebih tinggi dibandingkan Bandar Lampung.
Hal-hal mengenai dua kategori pengeluaran rumah tangga tersebut meliputi, 1. Pengeluaran Rumah Tangga Konsumsi; sandang pangan, kebutuhan jasa serta barang habis pakai lainnya. 2. Pengeluaran Rumah Tangga Non Konsumsi; investasi usaha, dana pengeluaran usaha, tabungan deposito, pembayaran angsuran hingga tabungan ibadah.
Menurut Kepala BPS Metro, Wintarti mengatakan di  Lampung, tahun 2018 itu SBH hanya dilakukan di dua kota yaitu Bandar Lampung dan Kota Metro. Menurutnya, untuk hasilnya perbandingan antara Metro dan Bandar Lampung SBH melihat dua kategori pengeluaran yang pertama pengeluaran konsumsi dan pengeluaran non konsumsi, untuk non konsumsi ada yang untuk usaha dan bukan usaha.
“Untuk pengeluaran konsumsi kita itu berada di bawah Bandar Lampung angkanya, jadi lebih tinggi biaya hidup di Bandar Lampung sebenarnya. Tapi untuk yang pengeluaran non konsumsi, kebetulan sampel (responden-red) kita waktu itu di tahun 2018 untuk Metro itu banyak yang pengusaha, sehingga pengeluaran untuk usaha tercatat di dalam pendataan SBH tahun 2018, itu yang menyebabkan pengeluaran non konsumsi di Kota Metro menjadi lebih besar dibandingkan Bandar Lampung,” katanya.
Wintarti menilai, jika dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi justru posisi itu menguntungkan Kota Metro. Karena Kota Metro diminati para pengusaha atau investor untuk pengembangan usahanya.
“Artinya bahwa pada saat tahun 2018 itu untuk dunia usaha sepertinya cukup bagus ya, ternyata banyak orang-orang yang merintis usaha sehingga pengeluaran untuk usahanya menjadi lebih besar tahun 2018 itu yang kebetulan mereka terkena sampel kita, sampel SBH tahun 2018,” katanya.

Untuk diketahui, Survey Biaya Hidup BPS RI merupakan agenda lima tahunan, yang saat ini juga sedang berjalan dan hasilnya diagendakan akan dipublikasikan pada tahun 2024 mendatang.( Zuli)

 

Continue Reading

Metro

Pemerintah Kota Metro Kolaborasi Dengan Forkopimda Lakukan Gotong Royong Di Lima Titik Rawan Banjir

Published

on

METRO ( Lampung Central )-Paska banjir di sejumlah wilayah, Pemerintah Kota Metro berkolaborasi dengan Forkopimda, melakukan aksi gotong royong, di lima titik rawan banjir. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam penanggulangan luapan air bila hujan turun, Sabtu pagi (29/10/2022).

Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin menyampaikan, terdapat lima lokasi di tiga kecamatan yang menjadi prioritas, kegiatan gotong royong. Gotong royong ini difokuskan membersihkan sampah di aliran air.

“Kami bersama Forkopimda, dan warga setempat bergotong royong membersihkan sampah di saluran air. Ada lima titik diantaranya Jalan Lukman Tanjung Hadimulyo Barat, Bulak Sari Hadimulyo Timur, Jalan Terong Area Vihara Yosorejo, Jalan Sutan Dumas Margorejo dan Jalan Rambutan Kelurahan Iringmulyo,” jelas Wahdi.

Pada saat gotong royong, Wahdi juga menyinggung terkait persoalan banjir yang merupakan tanggungjawab bersama. Terlebih pada kesadaran semua pihak untuk tidak membuang sampahnya sembarangan.

“Banjir ini memang harus ditangani secara serius dari kerjasama semua pihak, baik dari pemerintah dan masyarakat. Pentingnya merawat saluran air agar tidak tersumbat,” ujarnya.

Wahdi juga mengingatkan kepada pelaku usaha untuk tidak sembarang merusak fasilitas umum seperti trotoar. Trotoar yang seharusnya menjadi tempat pejalan kaki, menjadi tempat berjualan.

“Sekali lagi saya minta kerjasamanya, baik dari semua elemen terkait menjaga lingkungan di Bumi Sai Ruwai Jurai ini,” tandasnya. (Zuli)

Continue Reading

Trending