Connect with us

Apa Kabar Lampung

Duh, Ayah dan Anak Ditetapkan Tersangka Kasus BUMADES Lampura

Published

on

Lampung Utara : Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara resmi menetapkan dua tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengelolaan Badan Usaha Bersama Milik antar Desa (BUMADES) ABT Holding Company, Kecamatan Abung Tengah, senilai Rp.1.329.105.514.

Kedua tersangka itu berinisial J merupakan bendahara yang juga menjabat Kepala Desa Kinciran, Abung Tengah dan R selaku bendahara.. Keduanya diketahui memiliki hubungan keluarga yaitu ayah dan anak. Dan keduanya langsung dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Kelas II B Kotabumi. Mereka pun disangkakan pasal 2 dan 3 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun.

Menurut Kepala Kejari Lampung Utara, Mukhzan, SH.,MH., yang didamping Kasi Intelejen, I Kadek Dwi Ariatmaja, SH.,MH., dan Kasi Pidsus, Roy Andhika Stevanus Sembiring, SH., penetapan kedua tersangka sesuai pasal 184 KUHAP dan penahanan keduanya sesuai ketentuan Pasal 21 KUHAP telah terpenuhinya syarat objektif dan syarat subjective.

” Maka Penyidik sebagaimana ketentuan Pasal 20 KUHAP melaksanakan kewenangannya untuk melakukan penahanan terhadap para tersangka,” Katanya, kepada awak media di Kantor Kejari Lampung Utara, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara No.13, Kelapa Tujuh, Selasa (4/10/2022).

Muhkzan menjelaskan, BUMADES ABT Holding Company tersebut dikelola oleh UPK (Unit Pelaksana Kegiatan), yang mana BUMADES tersebut terdiri dari 2 (dua) unit usaha yaitu ABT Mart dan ABT Finance. Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) ABT HOLDING COMPANY yang mengelola Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Eks PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dengan anggaran sebesar Rp.1.329.105.514. Lalu, sambungnya, kedua tersangka yang mengelola ABT Finance dimana tersangka R selaku Manager dan J selaku bendahara, dalam melakukan aksi kejahatannya langsung menyimpan dan menggulirkan dana tersebut secara pribadi kepada peminjam perorangan tanpa melalui mekanisme verfikasi.

” Sehingga banyak peminjaman fiktif dan bermasalah. Dan, tidak pernah membuat laporan bulanan ataupun rekapitulasi jumlah pinjaman dan setoran/angsuran dari peminjam,” Jelasnya.

” Kedua tersangka J dan R tidak dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan dana ABT Finance BUMADESMA ABT Holding Company tersebut, sehingga bertentangan dengan hukum,” Imbuh Mukhzan.

Terkait kerugian negara dalam kasus tersebut? Mukhzan menerangkan, sebagaimana LHP Inspektorat Kab. Lampung Utara terhadap penyimpangan pada pengelolaan Unit Usaha ABT Finance dan ABT Mart TA. 2019-2021 pada BUMADES ABT Holding Company mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 1.238.016.742.

” Kedua tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 4 Oktober 2022 sampai dengan tanggal 23 Oktober 2022,” Katanya.

Sementara, tersangka J yang juga Kepala Desa Kincirian Abung Tengah, yang sejak pukul 16.34 WIB memasuki Kantor Kejari Lampura, saat digiring menuju mobil tahanan sekitar pukul 19.00 WIB, hanya diam seribu bahasa ketika ditanyai perihal penetapan tersangka dan penahanan dirinya. Hingga pintu mobil ditutup dan kendaraan tahanan hendak melaju menuju Rutan Kelas IIB Kotabumi, tak ada satu kata pun yang keluar dari kedua tersangka.

Apa Kabar Lampung

Orang Tua Mahasiswa Titipan Akui Rogoh Kocek Rp460 Juta demi Anak Lolos FK Unila.

Published

on

Bandar Lampung – Saksi orang tua mahasiswa Universitas Lampung (Unila) titipan, Feri Antonius alias Anton Kidal mengaku telah memberikan uang Rp460 juta kepada saksi lain merupakan staf honorer Unila, Fajar Pamukti Putra.

Pernyataan itu membatah keterangan saksi Fajar sebelumnya, hanya mengaku dan menerima uang dari Anton Kidal sebesar Rp325 juta. Itu sebagai upaya pelicin kelulusan sang putri inisial MA hendak masuk Fakultas Kedokteran Unila melalui jalur SBMPT 2022.

1. Mulanya dikenalkan tetangga,
Dalam kesaksiannya, Anton Kidal mengaku dikenalkan dengan saksi Fajar melalui perantara salah satu tetangga rumah bernama Fauzan. Ia menyebut, mulanya saksi Fajar meminta bantuan agar sang adik dapat diterima magang di salah satu kantor pengacara di Kota Bandar Lampung.

Hasil pertemuan tersebut, diungkap juga bahwa saksi Fajar mengutarakan dapat ikut membantu dan menjamin kelulusan putri Anton Kidal untuk masuk Fakultas Kedokteran Unila. Terlebih dirinya mengaku memiliki kakak bekerja di Kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Waktu itu, apa yang disampaikan saksi Fajar kepada saudara,”? tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Asril di Ruang Bagir Manan, PN Tipikor Tanjungkarang, Selasa (24/1/2023).

“Dia (saksi Fajar) ngomong sama saya, kalau dia bisa bantu untuk jagain nilainya (sang anak MA,)” jawab saksi Anton Kidal.

Baca Juga: Beri Keterangan Palsu, Hakim Ancam Staf Honorer Unila jadi Tersangka

2. Diklaim sudah diterima di FK, tidak ada kepastian nilai standar kelulusan
Fakultas Kedokteran Unila.
Menurut saksi Anton, saksi Fajar menyatakan diterima masuk Fakultas Kedokteran Unila tergolong susah. Terlebih, tidak ada kepastian ihwal penentuan nilai standar kelulusan atau passing grade.

Kemudian penuntut umum menanyakan soal respons dan tanggapan Anton Kidal, pasca mendengar dan menerima tawaran tersebut. Ia menyebut tidak serta merta percaya, lalu saksi Fajar kembali menyambangi kediamannya di keesokan harinya.

Memasuki pertemuan kedua kalinya, diawali perbincangan tentang adik saksi Fajar hendak masuk magang di kantor pengacara, hingga menjurus soal titipan calon mahasiswa MA.

“Ya sudah bang Anton, kalau mau dibantu siapkan 450 juta untuk menjaga nilainya,” imbuh saksi Anton menirukan penuturan Fajar kala itu.

“Apa yang disampaikan bapak waktu itu,” timpal jaksa Asril.

“Saya katakan, sebentar saya bicara dulu karena saya ada anak istri,” jawab saksi Anton.(red)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Nama Walikota Bandar Lampung Tercatat Sebagai Penitip Mahasiswa Dalam Persidangan Karomani Cs

Published

on

Bandar Lampung – Dalam Persidangan Terdakwa Karomani, Muhammad Basri, dan Heryandi nama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana disebut turut menintipkan satu mahasiswa ke Fakultas Fisip Unila.

Hal tersebut disampikan Dekan Fakujtas Fisip Unila Ida Nurhaida saat menjadi saksi kasus suap penerimaan mahasiswa Unila di PN Tanjungkarang, Selasa, 24 Januari 2023.

Hakim Anggota Efiyanto menanyakan, apakah saudara saksi Ida Nurhaida yang merupakan Dekan Fakultas FISIP Universitas Lampung mengenal seluruh orang yang menitipkan nama mahasiswa kepadanya.

“Saudara saksi mengenal seluruh daftar yang menitipkan kepada saudara,” tanya Hakim.

“Iya kenal, tapi saya tidak mengenal mahasiswanya,” jawab Ida.

“Lalu apakah mengenal Dicky Zaharudin,” tambah Hakim Efiyanto.

“Tidak kenal yang mulia,” jelas Ida

Hakim Anggota Efiyanto kembali menanyakan, apakah mengenal Eva Diana yang kemudian nama tersebut diralat menjadi Eva Dwiana.

“Eva Dwiana pak, itu Ibu Walikota Bandar Lampung. Namun, tidak menitipkan lewat saya,” ungkap ida.

“Lalu lewat siapa,” tanya Hakim Efiyanto lagi.

“Lewat Wadek 1, Pak Dedy Hermawan,” jawab Ida lagi.

Usai persidangan, Ida yang dicecar oleh wartawan terkait munculnya nama orang nomor di Kota Bandar Lampung. Dia mengatakan silahkan tanya kepada Wakil Dekan I Fisip, Dedi Hermawan.

“Silahkan tanya ke Wadek I, saya serahkan kepada Wadek I,” jawabnya kepada wartawan.

Terkait munculnya nama Eva, JPU KPK, Afrisal mengatakan hal itu akan menjadi laporan ke pimpinan KPK.

“Itu kan menjadi fakta persidangan baru, tentu akan kami laporkan kepada pimpinan terlebih dahulu,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Sidang ketiga terdakwa dalam perkara suap penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung yaitu Rektor Non Aktif, Prof Karomani; Heriyandi; dan Muhammad Basri kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang pada Selasa, 23 Januari 2023.

Pada pelaksanaannya sejumlah saksi dihadirkan yakni, Fajar Pramukti Putra (Honorer); Wayan Rumite (Dosen); Ferry Antonius (Wiraswasta); Destian (Honorer); Dyah Wulan Sumekar (Dekan Fakultas Kedokteran); Nairobi (Dekan Fakultas Ekonomi); dan Wanda Ida Nurhaida (Dekan FISIP). (*)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Lapas Narkotika Bandar Lampung menyelengarakan Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2023

Published

on

SMSI Bandar Lampung – Lapas Sustik, Pukul 09.00 WIB Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Menyelenggarakan kegiatan Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Pembangunan Zona
Integritas (ZI) Menuju WBK/WBBM yang bertepat di Ruang Aula Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Tahun 2023 (24/01).

Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Lembaga pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Bapak Porman Siregar, AMd. I.P., S.H., M.H., Jajaran Pejabat Struktural dan beserta seluruh petugas Lapas Narkotika Bandar Lampung Melaksanakan kegiatan Deklarasi Janji Kinerja dan Pembangunan Zona Integritas (ZI) WBK/WBBM Tahun 2023.

Dalam kesempatan ini Kalapas Bapak Porman Siregar, AMd. I.P., S.H., M.H. Mengutarakan beberapa hal penting mengenai kegiatan pagi hari ini, “Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung berkomitmen untuk membangun SDM unggul dan terpercaya yang menjadikan kata kunci keberhasilan dalam melaksanakan pelayanan publik.
L Oleh karena itu Pembangunan SDM menjadi prioritas strategis untuk segera dilaksanakan” Ungkap Kalapas.

Ia menjelaskan bahwa, momentum kali ini adalah momen awal yang ingin di bangun Lapas sebagai peneguhan janji kinerja, dan juga merupakan bentuk komitmen Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dalam memberikan pengabdian dan loyalitas tanpa batas di mana seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung.

“Dan berjanji dengan sepenuh hati untuk memberikan yang terbaik untuk negeri yang kita cintai ini. Dengan Semboyan “SUSTIK TANGGUH ( Transparan, Unggul dan Humanis) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung SIAP Menuju KEMENKUMHAM SEMAKIN PASTI dan BERAKHLAK dengan Bekerja Secara Cepat, Tepat, Ikhlas dan Hasilnya Akuntabel”.
tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas, Komitmen bersama dan Piagam
pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Oleh Kalapas, Pejabat struktural dan diikuti oleh seluruh petugas Lapas Narkotika Bandar Lampung, Rangkaian Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud dari komitmen menjadikan Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dengan mendeklarasikan Janji Kinerja dan Pembangunan Zona Integritas (ZI) WBK/WBBM untuk Tahun 2023.(zld/rls)

Continue Reading

Trending