Connect with us

Apa Kabar Lampung

41 Warga Binaan Sujud Syukur Usai Terima Asimilasi di Rumah

Published

on

Lampung Utara : Sebanyak 41 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Kotabumi hari ini menerima program Asimilasi di Rumah (Asirum).

Apasih Asimilasi di rumah itu? Asimilasi sendiri merupakan salah satu proses pembinaan Narapidana yang dilaksanakan dengan membaurkan Narapidana dalam kehidupan masyarakat. Pelaksanaan asimilasi di rumah tidak membuat klien bebas dan bisa berbuat seenaknya, klien asimilasi masih memiliki kewajiban absen/wajib lapor kepada Pembimbing Kemasyarakatan satu kali dalam seminggu.

Asimilasi di rumah tidak serta merta diberikan kepada semua Narapidana yang ada di lapas/rutan, tetapi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut, yaitu: berkelakuan baik dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir; aktif mengikuti program pembinaan dengan baik, dan telah menjalani (satu per dua) masa pidana.

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kotabumi, Mukhlisin Fardi, menjelaskan, ke 41 WBP yang mendapatkan Asirum merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-186.PK.05.09 Tahun 2022 Tentang Penyesuaian Jangka Waktu Pemberlakuan Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

” Dari keseluruhan WBP yang ada di Rutan Kotabumi untuk gelombang pertama yang telah memenuhi syarat Asimilasi dirumah yakni sebanyak 41 (empat puluh satu) orang,” Jelasnya, Sabtu (14/1/2023).

Ia berharap kepada seluruh WBP yang mendapatkan Asimilasi dapat langsung berkumpul bersama keluarga dan kembali ke masyarakat serta tidak mengulangi kesalahan dalam hal melanggar hukum.

” Sekali lagi selamat kepada 41 orang WBP Rutan Kotabumi, semoga kalian dapat lebih baik serta menjadi masyarakat yang berguna bagi Nusa dan Bangsa,” Ucap Mukhlisin.

Hal senada diungkapkan, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kotabumi, Rizcho Sakanadi, bahwa Asirum yang telah diberikan kepada 41 WBP merupakan Hak WBP yang telah memenuhi persyaratan sesuai Keputusan Menteri Hukum dan HAM.

” Dari persyaratannya tidak ada yang berubah yaitu yang tidak mendapatkan Hak Asimilasi dirumah berupa Kasus Tipikor, Kesusilaan, Terorisme, Residivis, Narkotika hukuman diatas 5 Tahun,” Urainya.

Selain itu, menurut Rizcho, WBP yang menjalani Asimilasi tersebut diberikan penjelasan mengenai ketentuan selama menjalani Asimilasi. Kemudian, WBP menandatangani surat pernyataan sanggup menjalani ketentuan selama Asimilasi di rumah dan selanjutnya langsung diserahkan ke pihak Bapas Kotabumi untuk dilaksanakan pembimbingan dan pengawasan.

” Dharapkan para WBP yang telah menerima Asimilasi di rumah dapat berintegrasi dengan masyarakat dan tidak mengulangi perbuatan lagi karena hak ini dapat dicabut,” Harapnya.

Salah satu WBP inisial N, mengatakan, program Asimilasi ini sangat baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh para WBP. Ungkapan rasa syukur, haru dan bahagia pun tak lupa mereka ucapkan.

” Alhamdulillah… hari ini saya bisa menghirup udara bebas serta dapat berkumpul dengan anak istri dan keluarga dirumah, saya janji gak bakal saya masuk lagi bang, saya kapok…saya mau kerja yang bener aja. Saya dan kawan-kawan yang bebas asimilasi hari ini mengucapkan banyak terima kasih kepada Menteri Hukum dan HAM, Dirjen Pemasyarakatan, Ka.Kanwil Hukum dan HAM Lampung, Ka.Div.Pas Lampung dan Kepala Rutan Kotabumi yang telah memberikan hak kami serta membina kami selama di Rutan Kotabumi,” Katanya.

Apa Kabar Lampung

Orang Tua Mahasiswa Titipan Akui Rogoh Kocek Rp460 Juta demi Anak Lolos FK Unila.

Published

on

Bandar Lampung – Saksi orang tua mahasiswa Universitas Lampung (Unila) titipan, Feri Antonius alias Anton Kidal mengaku telah memberikan uang Rp460 juta kepada saksi lain merupakan staf honorer Unila, Fajar Pamukti Putra.

Pernyataan itu membatah keterangan saksi Fajar sebelumnya, hanya mengaku dan menerima uang dari Anton Kidal sebesar Rp325 juta. Itu sebagai upaya pelicin kelulusan sang putri inisial MA hendak masuk Fakultas Kedokteran Unila melalui jalur SBMPT 2022.

1. Mulanya dikenalkan tetangga,
Dalam kesaksiannya, Anton Kidal mengaku dikenalkan dengan saksi Fajar melalui perantara salah satu tetangga rumah bernama Fauzan. Ia menyebut, mulanya saksi Fajar meminta bantuan agar sang adik dapat diterima magang di salah satu kantor pengacara di Kota Bandar Lampung.

Hasil pertemuan tersebut, diungkap juga bahwa saksi Fajar mengutarakan dapat ikut membantu dan menjamin kelulusan putri Anton Kidal untuk masuk Fakultas Kedokteran Unila. Terlebih dirinya mengaku memiliki kakak bekerja di Kantor Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Waktu itu, apa yang disampaikan saksi Fajar kepada saudara,”? tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Asril di Ruang Bagir Manan, PN Tipikor Tanjungkarang, Selasa (24/1/2023).

“Dia (saksi Fajar) ngomong sama saya, kalau dia bisa bantu untuk jagain nilainya (sang anak MA,)” jawab saksi Anton Kidal.

Baca Juga: Beri Keterangan Palsu, Hakim Ancam Staf Honorer Unila jadi Tersangka

2. Diklaim sudah diterima di FK, tidak ada kepastian nilai standar kelulusan
Fakultas Kedokteran Unila.
Menurut saksi Anton, saksi Fajar menyatakan diterima masuk Fakultas Kedokteran Unila tergolong susah. Terlebih, tidak ada kepastian ihwal penentuan nilai standar kelulusan atau passing grade.

Kemudian penuntut umum menanyakan soal respons dan tanggapan Anton Kidal, pasca mendengar dan menerima tawaran tersebut. Ia menyebut tidak serta merta percaya, lalu saksi Fajar kembali menyambangi kediamannya di keesokan harinya.

Memasuki pertemuan kedua kalinya, diawali perbincangan tentang adik saksi Fajar hendak masuk magang di kantor pengacara, hingga menjurus soal titipan calon mahasiswa MA.

“Ya sudah bang Anton, kalau mau dibantu siapkan 450 juta untuk menjaga nilainya,” imbuh saksi Anton menirukan penuturan Fajar kala itu.

“Apa yang disampaikan bapak waktu itu,” timpal jaksa Asril.

“Saya katakan, sebentar saya bicara dulu karena saya ada anak istri,” jawab saksi Anton.(red)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Nama Walikota Bandar Lampung Tercatat Sebagai Penitip Mahasiswa Dalam Persidangan Karomani Cs

Published

on

Bandar Lampung – Dalam Persidangan Terdakwa Karomani, Muhammad Basri, dan Heryandi nama Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana disebut turut menintipkan satu mahasiswa ke Fakultas Fisip Unila.

Hal tersebut disampikan Dekan Fakujtas Fisip Unila Ida Nurhaida saat menjadi saksi kasus suap penerimaan mahasiswa Unila di PN Tanjungkarang, Selasa, 24 Januari 2023.

Hakim Anggota Efiyanto menanyakan, apakah saudara saksi Ida Nurhaida yang merupakan Dekan Fakultas FISIP Universitas Lampung mengenal seluruh orang yang menitipkan nama mahasiswa kepadanya.

“Saudara saksi mengenal seluruh daftar yang menitipkan kepada saudara,” tanya Hakim.

“Iya kenal, tapi saya tidak mengenal mahasiswanya,” jawab Ida.

“Lalu apakah mengenal Dicky Zaharudin,” tambah Hakim Efiyanto.

“Tidak kenal yang mulia,” jelas Ida

Hakim Anggota Efiyanto kembali menanyakan, apakah mengenal Eva Diana yang kemudian nama tersebut diralat menjadi Eva Dwiana.

“Eva Dwiana pak, itu Ibu Walikota Bandar Lampung. Namun, tidak menitipkan lewat saya,” ungkap ida.

“Lalu lewat siapa,” tanya Hakim Efiyanto lagi.

“Lewat Wadek 1, Pak Dedy Hermawan,” jawab Ida lagi.

Usai persidangan, Ida yang dicecar oleh wartawan terkait munculnya nama orang nomor di Kota Bandar Lampung. Dia mengatakan silahkan tanya kepada Wakil Dekan I Fisip, Dedi Hermawan.

“Silahkan tanya ke Wadek I, saya serahkan kepada Wadek I,” jawabnya kepada wartawan.

Terkait munculnya nama Eva, JPU KPK, Afrisal mengatakan hal itu akan menjadi laporan ke pimpinan KPK.

“Itu kan menjadi fakta persidangan baru, tentu akan kami laporkan kepada pimpinan terlebih dahulu,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Sidang ketiga terdakwa dalam perkara suap penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung yaitu Rektor Non Aktif, Prof Karomani; Heriyandi; dan Muhammad Basri kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang pada Selasa, 23 Januari 2023.

Pada pelaksanaannya sejumlah saksi dihadirkan yakni, Fajar Pramukti Putra (Honorer); Wayan Rumite (Dosen); Ferry Antonius (Wiraswasta); Destian (Honorer); Dyah Wulan Sumekar (Dekan Fakultas Kedokteran); Nairobi (Dekan Fakultas Ekonomi); dan Wanda Ida Nurhaida (Dekan FISIP). (*)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Lapas Narkotika Bandar Lampung menyelengarakan Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM Tahun 2023

Published

on

SMSI Bandar Lampung – Lapas Sustik, Pukul 09.00 WIB Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Menyelenggarakan kegiatan Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Pembangunan Zona
Integritas (ZI) Menuju WBK/WBBM yang bertepat di Ruang Aula Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Tahun 2023 (24/01).

Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Lembaga pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Bapak Porman Siregar, AMd. I.P., S.H., M.H., Jajaran Pejabat Struktural dan beserta seluruh petugas Lapas Narkotika Bandar Lampung Melaksanakan kegiatan Deklarasi Janji Kinerja dan Pembangunan Zona Integritas (ZI) WBK/WBBM Tahun 2023.

Dalam kesempatan ini Kalapas Bapak Porman Siregar, AMd. I.P., S.H., M.H. Mengutarakan beberapa hal penting mengenai kegiatan pagi hari ini, “Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung berkomitmen untuk membangun SDM unggul dan terpercaya yang menjadikan kata kunci keberhasilan dalam melaksanakan pelayanan publik.
L Oleh karena itu Pembangunan SDM menjadi prioritas strategis untuk segera dilaksanakan” Ungkap Kalapas.

Ia menjelaskan bahwa, momentum kali ini adalah momen awal yang ingin di bangun Lapas sebagai peneguhan janji kinerja, dan juga merupakan bentuk komitmen Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dalam memberikan pengabdian dan loyalitas tanpa batas di mana seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung.

“Dan berjanji dengan sepenuh hati untuk memberikan yang terbaik untuk negeri yang kita cintai ini. Dengan Semboyan “SUSTIK TANGGUH ( Transparan, Unggul dan Humanis) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung SIAP Menuju KEMENKUMHAM SEMAKIN PASTI dan BERAKHLAK dengan Bekerja Secara Cepat, Tepat, Ikhlas dan Hasilnya Akuntabel”.
tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas, Komitmen bersama dan Piagam
pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Oleh Kalapas, Pejabat struktural dan diikuti oleh seluruh petugas Lapas Narkotika Bandar Lampung, Rangkaian Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud dari komitmen menjadikan Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung dengan mendeklarasikan Janji Kinerja dan Pembangunan Zona Integritas (ZI) WBK/WBBM untuk Tahun 2023.(zld/rls)

Continue Reading

Trending