Connect with us

Bandar Lampung

Penduduk Asli Tamansari Terganggu Demo PTPN VII

Redaksi LT

Published

on

PESAWARAN—Masyarakat yang tinggal di beberapa desa sekitar kebun PTPN VII Way Berulu merasa resah dengan aktivitas demonstran yang hendak merebut lahan PTPN VII Unit Way Berulu. Mereka mengaku terganggu setiap kali ratusan massa merangsek masuk ke areal kebun karet milik PTPN VII.

“Yang jelas, kalau ada massa yang masuk beramai-ramai dengan speaker keras, lalu banyak polisi yang mengawal mengamankan, kami merasa was-was. Kami nggak tahu masalahnya, tetapi karena melewati dusun kami, otomatis kami takut, lah. Apalagi jalan di tempat kami kan sempit,” kata seorang warga yang tinggal di Dusu Sumbersari, Desa Tamansari, Gedong Tataan, Pesawaran.

Bukan hanya satu dua orang, belasan warga mengakui hal yang sama. Mereka mengakui tinggal dan mengantongi KTP Desa Tamansari sejak bertahun lalu. Namun, mereka umumnya heran dengan adanya demo massa yang mengaku warga Tamansari.

“Kami juga heran, kenapa di media massa mereka mengatas namakan warga Desa Tamansari. Padahal kalau pas mereka lewat, kami tidak kenal dengan mereka. Kalau memang orang Tamansari, paling enggak kan kami kenal,” kata dia lagi.

Perkembangan kisruh klaim lahan PTPN VII Unit Way Berulu semakin terang. Dari pengakuan warga, peserta demo yang dari desa itu hanya sedikit sekali.

“Kalau saya perhatikan sih memang ada warga sini (Tamansari), tetapi jumlahnya nggak sampai 10 persen. Sebenarnya kami nggak rela mereka gunakan nama warga Desa Tamansari. Nama kami jadi buruk di mata orang luar” kata dia.

Selain terganggu fisik, beberapa warga sekitar yang bekerja sebagai pekerja borong sadap karet di PTPN VII juga kecewa. Jika ada demo dan aksi teror yang dilakukan pelaku demo, mereka tidak berani bekerja karena diancam.

“Kami ini kan pekerja penyadap borong. Jumlahnya banyak sekali dan kami tinggal di seputaran kebun Way Berulu. Ada Desa Tamansari, Kebagusan, Wiyono, dan lainnya. Jadi, ada ratusan orang yang dapat nafkah dari PTPN VII. Kalau mereka datang, otomatis kami tidak berani bekerja,” kata Har (41), warga Tamansari.

Mengingat nafkah keluarga para pekerja ini bergantung kepada aktivitas sebagai pekerja di PTPN VII, mereka meminta pihak pendemo untuk tidak mengganggu aktivitas mereka bekerja. Ini sama halnya menutup rezeki para pekerja mencari nafkah.

“Kalau boleh bilang, ini pokok pendapatan kami untuk menghidupi isteri dan anak. Yang kami minta, jangan hentikan rezeki kami,” kata dia.

Dalam hal ini, Har meminta aparat keamanan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pekerja. Sebab, para pekerja tidak tahu-menahu tentang kasus tanah. Sementara mereka hanya mencari rezeki dari lahan PTPN VII.

“Kami mohon bantuan polisi dan pihak keamanan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan kami. Kalau kami tidak bisa bekerja, siapa yang mau menghidupi keluarga kami,” kata dia.

Bandar Lampung

Vendor My Republik Ngaku Dibolehkan Lurah dan Sebutkan Tiang FO Lain di Atas Trotoar

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Puluhan Tiang Fiber Optik (FO) di atas trotoar sepanjang Jalan Cut Mutia, Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara dikeluhkan masyarakat lantaran diduga melanggar aturan dan mengambil hak pejalan kaki serta dalam proses pemasangannya diduga didukung atau dibolehkan oleh lurah setempat, Minggu (16/06/24).

Pemilik Tiang, Vendor Internet My Republik, Gilang Ariansyah, ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan, pemasangan di area itu berdasarkan arahan dari pamong setempat.

“Waktu pemasangan juga kami sudah menanyakan, boleh atau tidak pasang di atas trotoar itu, kemudian dibolehkan saja dan tidak ada larangan dari masyarakat dan oleh pihak kelurahan melalui RT dan Kaling kami sempat didampingi waktu pemasangan,” kata Ari saat dikonfirmasi via Telpon Whastapp, pada Sabtu (15/06/24).

Bahkan pihaknya juga mengaku bahwa telah melakukan sosialisasi ke masyarakat dan juga melengkapi izin dari tingkat RT, Kaling, Lurah, bahkan Camat. Lebih lanjut Ia pun menanyakan pihak mana yang mengeluhkan pemasangan tersebut.

“Siapa yang warga yang mengeluhkan, karena waktu kami pemasangan tidak ada warga yang mengeluhkan, dan jika memang harus dipindah kami siap memindahkan,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga menyebutkan bahwa Terkait adanya Tiang FO di atas trotoar tersebut bukan hanya milik Myrepublic, melainkan dari Vendor Jaringan lainnya juga seperti, Biznet, Iforte, Indihome.

“Itu kan bukan cuma milik kami bang, banyak tiang yang udah tertancap juga milik Biznet, Iforte, dan Indihome, kita hanya mengikuti tiang yang sudah ada,” ungkapnya.

Ditanyai lebih lanjut mengenai Rekom/Izin pemasangan tiang tersebut, Ia mengatakan bahwa sudah melengkapi legalitas tersebut.

“Pemasangan itu kan bulan kemarin mas, kami sudah mengantongi Izin/Rekom dari pihak Disperkim dan sudah ijin juga ke pihak lingkungan, serta pemasangan pada titik tersebut pun atas rekomendasi pihak pamong setempat, bahkan lurah juga membolehkan, karena gada masalah dari masyarakat setempat,” sebut dia.

“Kalau memang masyarakat itu minta dipindahkan kami siap, tapi harus ada konfirmasi dulu dari pihak Lurah setempat atau Pamongnya,” jelasnya.

Disisi lain lurah gulak galik ketika dikonfirmasi via telepon WhatsApp membenarkan bahwa provider telah melakukan pemberitahuan, di wilayahnya akan ada pemasangan Tiang FO My Republik kepada pihak kelurahan.

“Memang pihak provider tersebut telah konfirmasi kepada kami, namun kami tidak pernah menyarankan pemasangan tiang yang tidak sesuai aturan,” imbuhnya.

Ketika ditanyai mengenai pemasangan diatas Trotoar yang melanggar aturan, Lurah mengatakan bahwa pihak provider hanya mengikuti jalur pemasangan yang sudah ada.

“Untuk pemasangan diatas trotoar itu mengikuti tiang yang sudah ada, namun jika hal tersebut melanggar aturan maka akan kami rekomendasikan ke pihak provider untuk memindahkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Permukiman Disperkim Kota Bandarlampung, Dekrison, kepada saibumi.com menegaskan bahwa pemasangan tiang di atas trotoar jelas tidak diperbolehkan.

Namun Ia masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut, “Tidak diperbolehkan itu, kalau untuk provider apa saja dan milik siapa, saya belum mengetahui secara pasti karena datanya ada di Kantor, tapi yang jelas penempatan di atas trotoar itu gak boleh,” jelas Dekrison.(tim)

Continue Reading

Bandar Lampung

Peringati HUT Kota Bandar Lampung,Bunda Eva Dwiana Jadi Inspektur Upacara

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG—-Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama Forkopimda Kota mengikuti upacara peringatan Hari jadi Kota Bandar Lampung Ke-342 Tahun 2024 di halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Sabtu (15/06/2024) pagi.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana bertindak sebagai Inspektur Upacara, dengan komposisi pasukan upacara yang terdiri dari Personil TNI-Polri, serta Camat, Lurah dan ASN di lingkup Pemerintah kota Bandarlampung.


Dalam sambutannya Eva Dwiana menyampaikan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim pagi ini kita telah melaksanakan peringatan hari ulang tahun Kota Bandar Lampung yang kita ke 342, untuk itu marilah kita bersama sama berjuang demi terwujudnya Kota Bandar Lampung yang lebih baik lagi.

“Ia berharap diusia yang ke-342 ini seluruh program akan dapat berjalan baik terutama program beasiswa, Diharapkan camat dan lurah benar-benar melakukan penilaian, agar beasiswa tepat sasaran,” ucapnya.


“Begitu juga di sektor keamanan, Pemkot terus berkoordinasi bersama forkopimda, dan terus bersama sama melakukan trobosan terobosan baru guna terciptanya keamanan, kenyamanan bagi masyarakat khusus nya masyarakat Kota Bandar Lampung,” tambahnya.

Dilanjutkannya, Eva Dwiana menyebut masih banyak lagi tantangan untuk semakin baik lagi yang harus di perbaiki dan selalu di evaluasi bersama – sama.

“Apa yang telah dicapai sudah sangat cukup baik meski begitu kita tetap akan terus dan selalu bersama-sama dengan forkopimda dan seluruh aparat terkait lainnya untuk memajukan kota bandar lampung,” pungkasnya.(zld/red).

Continue Reading

Bandar Lampung

Warga Ngeluh,Tiang dan Kabel FO Milik My Republik Dan Provider Lainya Berdiri Tegak Lurus Di Atas Trotoar,Diduga Kangkangi Aturan

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Penempatan penyangga/tiang jaringan kabel Fiber Optik (FO) milik My Republik banyak dikeluhkan juga disebut langgar aturan lantaran berdiri tepat di atas trotoar sepanjang Jalan Cut Mutia, Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, Sabtu (15/6/24).

Warga setempat, Roni (24) mengatakan, tiang jaringan yang berada di Jalan Cut Mutia sangat mengganggu dan cukup membahayakan.

Pasalnya, penempatan yang tidak sesuai berada di tengah trotoar mengambil hak pejalan kaki serta sangat tidak etis dan merusak estetika kecantikan Kota Bandar Lampung.

“Malah bikin tambah semrawut ini mah, belum lagi sanggat mengganggu dan mengambil hak pejalan kaki. Tiang ini kan berada tepat di tengah dan di atas trotoar,” kata Roni saat ditemui di sekitar lokasi Tiang dan Kabel Jaringan berada, pada Sabtu (15/06/2024).

Menurutnya, penempatan tiang dan kabel jaringan fiber optik tersebut disinyalir dengan pembangunan ilegal tanpa adanya konfirmasi atau pemberitahuan kepada masyarakat sekitar.

“Pembangunan basing-basing seperti ini pasti tidak berizin dan ilegal, mereka itu pasangnya nyumput-nyumput terus sulap tiba-tiba ada,” cetusnya

“Harusnya kan kalo emang sudah ada izin dan sesuai dengan aturan yang ada, penempatannya juga bukan di tengah sini. Gak boleh di atas ini dirusak untuk masang tiang, kan trotoar itu haknya pejalan kaki, kalo dipasang tiang semua kami mau lewat bagaimana,” tambahnya.

Sementara berdasarkan pantauan di Lokasi sepanjang Jalan Cut Mutia telah berdiri kokoh puluhan Tiang dan Kabel Fiber Optik tepat berada di tengah trotoar.

Beberapa nampak terlihat box bertuliskan My Republik dan IFiber, Lurah setempat juga mengkonfirmasi bahwa Tiang dan Kabel Fiber Optik tersebut milik yang bersangkutan.

“Kalau yang baru-baru ini dipasang itu punya My Republik hampir sebulan lalu pengerjaannya,” kata Lurah Effendi saat dikonfirmasi lewat telpon Whatsapp, pada Sabtu (15/06/24).

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Permukiman Disperkim Kota Bandarlampung, Dekrison, kepada Lampung Today.com
menegaskan bahwa pemasangan tiang di atas trotoar jelas tidak diperbolehkan.

Namun Ia masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut, “Tidak diperbolehkan itu, kalau untuk provider apa saja dan milik siapa, saya belum mengetahui secara pasti karena datanya ada di Kantor, tapi yang jelas penempatan di atas trotoar itu gak boleh,” jelas Dekrison. (Zld)

Continue Reading

Trending