Connect with us

Bandar Lampung

Korban Curanmor M. Munir Warga Sekampung Udik merasa Senang karena Motor Kembali, Korban Ucap Terima Kasih Kepada Bapak Kapolda Lampung

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung. Korban Pencurian bermotor berterimakasih kepada Kapolda Lampung karena kendaraannya kembali, Pelaku Curanmor yang tewas ditembak polisi dikenal tidak tebang pilih jenis sepeda motor untuk dicuri.

Meski hanya kendaraan, berupa sepeda motor butut untuk pergi ke ladang pun dicuri oleh pelaku berinisial YE (37).

YE tewas setelah baku tembak dengan anggota Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Jatanras Polda Lampung pada Rabu (2/8/2023) dini hari tadi.

Miftahul Munir (35) warga Desa Sekampung Udik mengatakan sepeda motor Honda Supra X BE 4124 NJ miliknya hilang dari garasi rumahnya pada malam hari saat terlelap tidur.

“Hilang waktu subuh, saya baru sadar motor nggak ada di parkiran pas pulang dari masjid,” kata Munir di RS Bhayangkara, Rabu (2/8/2023) siang.

Ternyata motor untuk pekerjaan sehari-hari ke ladang itu dicuri oleh tersangka YE. Motor itu telah diserahkan kepada korban oleh kepolisian.

Munir mengatakan peristiwa pencurian sepeda motor di wilayah dia tinggal itu mulai marak sejak dua minggu terakhir.

Diduga pelaku pencurian adalah komplotan tersangka YE.

Menurutnya, ada beberapa motor milik warga yang hilang dicuri. Tidak ada jenis motor tertentu yang diincar pelaku.

“Nggak ada (jenis tertentu). Yang ada kesempatan itulah yang diambil. Motor buat ke ladang aja dicuri,” kata Munir.

Dia mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Lampung yang telah mengungkap pencurian tersebut.

“Terima kasih motor sudah ditemukan, ini motor buat saya kerja sehari-hari,” kata Munir.

Dikesempatan itu pun Motor hasil curian yang dilakukan tersangka YE langsung di kembalikan oleh pihak Kepolisian yang diserahkan oleh Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah bersama Wadir Krimum Polda Lampung
AKBP Hamid Andri serta kasubdit Jatanras polda Lampung Kompol M Ali Muhaidori. Dengan sebelumnya menunjukkan surat-surat bukti Kendaraan kepemilikan.

Sementara itu, Wakil Direktur (Wadir) Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung AKBP Hamid Andri Soemantri mengatakan satu pucuk senjata api rakitan disita dari penangkapan tersangka YE.

“Tersangka dua kali menembak anggota saat hendak ditangkap,” kata Andri.

Diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian Polda Lampung menembak residivis spesialis pembegalan sepeda motor.

Pelaku tewas ditembus timah panas karena melawan secara aktif saat ditangkap.

Menurutnya pelaku berinisial YE alias YUS (37) warga Kecamatan Jabung, Lampung Timur.

Bandar Lampung

Vendor My Republik Ngaku Dibolehkan Lurah dan Sebutkan Tiang FO Lain di Atas Trotoar

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Puluhan Tiang Fiber Optik (FO) di atas trotoar sepanjang Jalan Cut Mutia, Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara dikeluhkan masyarakat lantaran diduga melanggar aturan dan mengambil hak pejalan kaki serta dalam proses pemasangannya diduga didukung atau dibolehkan oleh lurah setempat, Minggu (16/06/24).

Pemilik Tiang, Vendor Internet My Republik, Gilang Ariansyah, ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengatakan, pemasangan di area itu berdasarkan arahan dari pamong setempat.

“Waktu pemasangan juga kami sudah menanyakan, boleh atau tidak pasang di atas trotoar itu, kemudian dibolehkan saja dan tidak ada larangan dari masyarakat dan oleh pihak kelurahan melalui RT dan Kaling kami sempat didampingi waktu pemasangan,” kata Ari saat dikonfirmasi via Telpon Whastapp, pada Sabtu (15/06/24).

Bahkan pihaknya juga mengaku bahwa telah melakukan sosialisasi ke masyarakat dan juga melengkapi izin dari tingkat RT, Kaling, Lurah, bahkan Camat. Lebih lanjut Ia pun menanyakan pihak mana yang mengeluhkan pemasangan tersebut.

“Siapa yang warga yang mengeluhkan, karena waktu kami pemasangan tidak ada warga yang mengeluhkan, dan jika memang harus dipindah kami siap memindahkan,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga menyebutkan bahwa Terkait adanya Tiang FO di atas trotoar tersebut bukan hanya milik Myrepublic, melainkan dari Vendor Jaringan lainnya juga seperti, Biznet, Iforte, Indihome.

“Itu kan bukan cuma milik kami bang, banyak tiang yang udah tertancap juga milik Biznet, Iforte, dan Indihome, kita hanya mengikuti tiang yang sudah ada,” ungkapnya.

Ditanyai lebih lanjut mengenai Rekom/Izin pemasangan tiang tersebut, Ia mengatakan bahwa sudah melengkapi legalitas tersebut.

“Pemasangan itu kan bulan kemarin mas, kami sudah mengantongi Izin/Rekom dari pihak Disperkim dan sudah ijin juga ke pihak lingkungan, serta pemasangan pada titik tersebut pun atas rekomendasi pihak pamong setempat, bahkan lurah juga membolehkan, karena gada masalah dari masyarakat setempat,” sebut dia.

“Kalau memang masyarakat itu minta dipindahkan kami siap, tapi harus ada konfirmasi dulu dari pihak Lurah setempat atau Pamongnya,” jelasnya.

Disisi lain lurah gulak galik ketika dikonfirmasi via telepon WhatsApp membenarkan bahwa provider telah melakukan pemberitahuan, di wilayahnya akan ada pemasangan Tiang FO My Republik kepada pihak kelurahan.

“Memang pihak provider tersebut telah konfirmasi kepada kami, namun kami tidak pernah menyarankan pemasangan tiang yang tidak sesuai aturan,” imbuhnya.

Ketika ditanyai mengenai pemasangan diatas Trotoar yang melanggar aturan, Lurah mengatakan bahwa pihak provider hanya mengikuti jalur pemasangan yang sudah ada.

“Untuk pemasangan diatas trotoar itu mengikuti tiang yang sudah ada, namun jika hal tersebut melanggar aturan maka akan kami rekomendasikan ke pihak provider untuk memindahkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Permukiman Disperkim Kota Bandarlampung, Dekrison, kepada saibumi.com menegaskan bahwa pemasangan tiang di atas trotoar jelas tidak diperbolehkan.

Namun Ia masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut, “Tidak diperbolehkan itu, kalau untuk provider apa saja dan milik siapa, saya belum mengetahui secara pasti karena datanya ada di Kantor, tapi yang jelas penempatan di atas trotoar itu gak boleh,” jelas Dekrison.(tim)

Continue Reading

Bandar Lampung

Peringati HUT Kota Bandar Lampung,Bunda Eva Dwiana Jadi Inspektur Upacara

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG—-Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama Forkopimda Kota mengikuti upacara peringatan Hari jadi Kota Bandar Lampung Ke-342 Tahun 2024 di halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Sabtu (15/06/2024) pagi.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana bertindak sebagai Inspektur Upacara, dengan komposisi pasukan upacara yang terdiri dari Personil TNI-Polri, serta Camat, Lurah dan ASN di lingkup Pemerintah kota Bandarlampung.


Dalam sambutannya Eva Dwiana menyampaikan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim pagi ini kita telah melaksanakan peringatan hari ulang tahun Kota Bandar Lampung yang kita ke 342, untuk itu marilah kita bersama sama berjuang demi terwujudnya Kota Bandar Lampung yang lebih baik lagi.

“Ia berharap diusia yang ke-342 ini seluruh program akan dapat berjalan baik terutama program beasiswa, Diharapkan camat dan lurah benar-benar melakukan penilaian, agar beasiswa tepat sasaran,” ucapnya.


“Begitu juga di sektor keamanan, Pemkot terus berkoordinasi bersama forkopimda, dan terus bersama sama melakukan trobosan terobosan baru guna terciptanya keamanan, kenyamanan bagi masyarakat khusus nya masyarakat Kota Bandar Lampung,” tambahnya.

Dilanjutkannya, Eva Dwiana menyebut masih banyak lagi tantangan untuk semakin baik lagi yang harus di perbaiki dan selalu di evaluasi bersama – sama.

“Apa yang telah dicapai sudah sangat cukup baik meski begitu kita tetap akan terus dan selalu bersama-sama dengan forkopimda dan seluruh aparat terkait lainnya untuk memajukan kota bandar lampung,” pungkasnya.(zld/red).

Continue Reading

Bandar Lampung

Warga Ngeluh,Tiang dan Kabel FO Milik My Republik Dan Provider Lainya Berdiri Tegak Lurus Di Atas Trotoar,Diduga Kangkangi Aturan

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Penempatan penyangga/tiang jaringan kabel Fiber Optik (FO) milik My Republik banyak dikeluhkan juga disebut langgar aturan lantaran berdiri tepat di atas trotoar sepanjang Jalan Cut Mutia, Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, Sabtu (15/6/24).

Warga setempat, Roni (24) mengatakan, tiang jaringan yang berada di Jalan Cut Mutia sangat mengganggu dan cukup membahayakan.

Pasalnya, penempatan yang tidak sesuai berada di tengah trotoar mengambil hak pejalan kaki serta sangat tidak etis dan merusak estetika kecantikan Kota Bandar Lampung.

“Malah bikin tambah semrawut ini mah, belum lagi sanggat mengganggu dan mengambil hak pejalan kaki. Tiang ini kan berada tepat di tengah dan di atas trotoar,” kata Roni saat ditemui di sekitar lokasi Tiang dan Kabel Jaringan berada, pada Sabtu (15/06/2024).

Menurutnya, penempatan tiang dan kabel jaringan fiber optik tersebut disinyalir dengan pembangunan ilegal tanpa adanya konfirmasi atau pemberitahuan kepada masyarakat sekitar.

“Pembangunan basing-basing seperti ini pasti tidak berizin dan ilegal, mereka itu pasangnya nyumput-nyumput terus sulap tiba-tiba ada,” cetusnya

“Harusnya kan kalo emang sudah ada izin dan sesuai dengan aturan yang ada, penempatannya juga bukan di tengah sini. Gak boleh di atas ini dirusak untuk masang tiang, kan trotoar itu haknya pejalan kaki, kalo dipasang tiang semua kami mau lewat bagaimana,” tambahnya.

Sementara berdasarkan pantauan di Lokasi sepanjang Jalan Cut Mutia telah berdiri kokoh puluhan Tiang dan Kabel Fiber Optik tepat berada di tengah trotoar.

Beberapa nampak terlihat box bertuliskan My Republik dan IFiber, Lurah setempat juga mengkonfirmasi bahwa Tiang dan Kabel Fiber Optik tersebut milik yang bersangkutan.

“Kalau yang baru-baru ini dipasang itu punya My Republik hampir sebulan lalu pengerjaannya,” kata Lurah Effendi saat dikonfirmasi lewat telpon Whatsapp, pada Sabtu (15/06/24).

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Permukiman Disperkim Kota Bandarlampung, Dekrison, kepada Lampung Today.com
menegaskan bahwa pemasangan tiang di atas trotoar jelas tidak diperbolehkan.

Namun Ia masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut, “Tidak diperbolehkan itu, kalau untuk provider apa saja dan milik siapa, saya belum mengetahui secara pasti karena datanya ada di Kantor, tapi yang jelas penempatan di atas trotoar itu gak boleh,” jelas Dekrison. (Zld)

Continue Reading

Trending