Connect with us

Today Criminal

Satresnarkoba Polres Tulang Bawang Tangkap Warga Sungai Menang di Rawa Jitu Selatan

Redaksi LT

Published

on

TULANG BAWANG-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, menggerebek sebuah rumah kontrakan yang sering dijadikan tempat peredaran narkotika jenis sabu.

Hasil dari penggerebekan ditangkap seorang pria berinisial GI (35), berprofesi tani, warga Desa Sungai Sibur, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Hari Rabu (06/09/2023), sekitar pukul 16.30 WIB, petugas kami menggerebek sebuah rumah kontrakan yang sering dijadikan tempat peredaran narkotika. Penggerebekan tersebut berlangsung di Kampung Gedung Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang,” kata Kasatres Narkoba, AKP Aris Satrio Sujatmiko, SIK, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Jibrael Bata Awi, SIK, Minggu (10/09/2023).

Selain menangkap seorang pelaku, lanjut AKP Aris, petugasnya juga menyita barang bukti (BB) berupa plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,39 gram, plastik klip kosong, sumbu api, kaca pyrex yang masih terdapat sisa pakai, dan dua buah korek api gas.

Menurutnya, penangkapan terhadap pelaku peredaran narkotika jenis sabu ini merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Rawa Jitu Selatan. Informasi yang didapat bahwa sebuah rumah kontrakan yang berada di Kampung Gedung Karya Jitu sering dijadikan tempat peredaran narkotika.

“Setelah dipastikan rumah kontrakan tersebut sedang ada penghuninya, petugas kami langsung melakukan penggerebekan. Hasilnya ditangkap seorang pelaku dengan BB berupa narkotika jenis sabu,” papar Alumni Akpol 2013.

Kasatres Narkoba menambahkan, pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang, dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” imbuh perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya. (*)

Bandar Lampung

Residivis Narkoba di Bandar Lampung Kembali Ditangkap, Simpan 5 Paket Sabu Siap Edar

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Unit Reskrim Polsek Kemiling meringkus DS (34), warga Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, lantaran diduga keras sebagai pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu sabu.

DS (34) diringkus di sebuah rumah kontrakan, yang terletak di Jalan Imam Bonjol, Gang Waluh, Kemiling, Bandar Lampung, pada Kamis (13/6/2024) malam.

Saat ditangkap, petugas menemukan 5 bungkus plastik kecil bening berisikan sabu yang disimpan di dalam kotak rokok didalam tas pinggang milik pelaku didalam ruang kamar kontrakan.

Kapolsek Kemiling Iptu Sutomo, mengatakan pelaku sudah satu tahun menjalankan bisnis haramnya, pasca selesai menjalani hukuman dalam kasus serupa di tahun 2022.

“Yang bersangkutan merupakan seorang resedivis dalam kasus narkoba, baru selesai menjalani hukuman di tahun 2022” kata Kapolsek Kemiling Iptu Sutomo, Sabtu (15/6/2024).

Hasil pemeriksaan, pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang berinisial Y (DPO) di wilayah Kampung Ampai, Teluk Betung, Bandar Lampung.

“Karena yang bersangkutan ini resedivis, jadi pasarnya sudah ada, jadi transaksinya langsung ketemuan” kata Sutomo.

DS (34) menjual paket sabu dengan harga yang bervariasi, mulai dari harga Rp 100 ribu hingga Rp. 300 ribu rupiah.

“Terhadap Y (DPO), masih kita lakukan pengembangan dan pengejaran” ungkap Iptu Sutomo.

Dalam kasus ini, Polisi menyita 5 bungkus plastik klip kecil berisikan sabu dengan total seberat 0,72 gram dan 1 unit hand phone.

Akibat perbuatannya tersebut, Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun. (*)

Continue Reading

Bandar Lampung

Diduga Kuat Pemilik Gudang Baby Lobster Di Perumahan Mewah Bernama Halim

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG—Sebelumnya Diberitakan Pangkalan Angkatan Laut Lampung bersama Brigif 4 Marinir/BS berhasil grebek gudang repacking dan penyegaran Baby Lobster yang berada di Perum Nila Rahayu 3 Teluk Betung Selatan Bandar Lampung milik Srd. H. Pada Hari Kamis, 13 Juni 2024 sekira pukul 19.30 WIB. 

Terbongkarnya gudang tersebut berdasarkan hasil pengembangan penangkapan baby lobster oleh Lanal Banten pada Kamis, 13 Juni 2024, sekitar pukul 18.15 WIB.

Komandan Lanal Lampung, Kolonel Laut (P) Dwi Atmojo didampingi oleh Komandan Brigif 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Sufriadi Tarigan, S.Ip, M.M. dan. Bapak Akhmadon, S.Pi, MM serta Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta, menggelar Konferensi pers. Berkaitan dengan Penggeledahan dan pemeriksaan gudang yang diduga sebagai tempat penyegaran benih bening lobster (BBL). 

Berdasarkan informasi didapat bahwa Baby Lobster (BBL) tersebut akan dikirim ke gudang penyegaran BBL yang berada di Perum Nila Rahayu 3 Teluk Betung Selatan Bandar Lampung milik Srd. H. Pada Hari Kamis, 13 Juni 2024 sekira pukul 19.30 WIB.

“Informasi dari inter serta pengembangan kasus bbl tersebut akan dikirim ke lampung untuk dilakukan penyegaran dan repacking sebelum dikirim ke luar negeri.” Terang Danlanal Lampung. 

Tim Lanal Lampung bersama Tim Brigif 4 Mar/BS berkoordinasi dengan Ketua RT dan Sekurity Perumahan melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan gudang yang diduga  digunakan untuk penyegaran BBL beralamat di Perum Nila Rahayu 3 No. 12 Kec. Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung.

Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan berbagai alat perlengkapan penyegaran benih bening lobster yang sedang beroperasi. Dalam pemeriksaan dan penggeledahan di gudang tidak ditemukan Tersangka dengan inisial H atau pekerja, diduga sudah melarikan diri. Barang bukti akan di kordinasi kan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung guna proses lebih lanjut.

“Kita dan anggota Brigif 4 Marinir/ BS, langsung ke lokasi gudang, sayangnya informasi sudah bocor sehingga pelaku berhasil melarikan diri.” Terang Kolonel Laut (P) Dwi Atmojo saat Rilis. 

Saat Mendatangi Lokasi gudang baby lobster tim awak media bersama DanLanal Dan DanBrigif Beserta Personel,Ditemukan Stiker ucapan selamat hari raya idul fitri serta foto seorang pria yang bernama halim yang diduga kuat pemilik gudang baby lobster ilegal tersebut.(tim)

Continue Reading

Bandar Lampung

Lanal Lampung Dan Brigif 4 Marinir Grebek Gudang Babby Lobster Di Perumahan Mewah

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG—Pangkalan Angkatan Laut Lampung bersama Brigif 4 Marinir/BS berhasil grebek gudang repacking dan penyegaran Baby Lobster yang berada di Perum Nila Rahayu 3 Teluk Betung Selatan Bandar Lampung milik Srd. H. Pada Hari Kamis, 13 Juni 2024 sekira pukul 19.30 WIB. 

Terbongkarnya gudang tersebut berdasarkan hasil pengembangan penangkapan baby lobster oleh Lanal Banten pada Kamis, 13 Juni 2024, sekitar pukul 18.15 WIB.

Komandan Lanal Lampung, Kolonel Laut (P) Dwi Atmojo didampingi oleh Komandan Brigif 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Sufriadi Tarigan, S.Ip, M.M. dan. Bapak Akhmadon, S.Pi, MM serta Kepala Pangkalan PSDKP Jakarta, menggelar Konferensi pers. Berkaitan dengan Penggeledahan dan pemeriksaan gudang yang diduga sebagai tempat penyegaran benih bening lobster (BBL). 

Berdasarkan informasi didapat bahwa Baby Lobster (BBL) tersebut akan dikirim ke gudang penyegaran BBL yang berada di Perum Nila Rahayu 3 Teluk Betung Selatan Bandar Lampung milik Srd. H. Pada Hari Kamis, 13 Juni 2024 sekira pukul 19.30 WIB.

“Informasi dari inter serta pengembangan kasus bbl tersebut akan dikirim ke lampung untuk dilakukan penyegaran dan repacking sebelum dikirim ke luar negeri.” Terang Danlanal Lampung. 

Tim Lanal Lampung bersama Tim Brigif 4 Mar/BS berkoordinasi dengan Ketua RT dan Sekuriti Perumahan melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan gudang yang diduga  digunakan untuk penyegaran BBL beralamat di Perum Nila Rahayu 3 No. 12 Kec. Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung.

Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan berbagai alat perlengkapan penyegaran benih bening lobster yang sedang beroperasi. Dalam pemeriksaan dan penggeledahan di gudang tidak ditemukan Tersangka dengan inisial H atau pekerja, diduga sudah melarikan diri. Barang bukti akan di koordinasikan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung guna proses lebih lanjut.

“Kita dan anggota Brigif 4 Marinir/ BS, langsung ke lokasi gudang, sayangnya informasi sudah bocor sehingga pelaku berhasil melarikan diri.” Terang Kolonel Laut (P) Dwi Atmojo saat Rilis.

Continue Reading

Trending