Connect with us

Bandar Lampung

Ga Bahaya Tah…!!!?Pasar Smep dan Pasar Pasir Gintung Jadi Pasar Seribu Cerita…!!!?

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG—-Kembali nya para pendagang pasar Smep ke Pasar Pasir Gintung tak lepas dari kurang nya pengawasan dan ketegasan dari pemerintah Kota Bandar Lampung Khususnya Dinas Perdagangan Kota dan Satuan Sat Pol PP Kota Bandar Lampung.

Dari pantauan media, terlihat dari banyaknya para pendagang pasar Smep berbondong bondong membawa dagangan nya keluar menuju ke Pasar Gintung khusunya sepanjang jalan pisang pada jam 15:00 Wib,bahkan ada yang berjualan sejak pagi hari di sekitaran jalan tersebut.

“Pudin 36 (inisial) pendagang tahu tempe mengatakan,”bahwa terpaksa dari pagi disni karena di lantai dasar pasar Smep sepi pembeli,”kita ini kan setoran bang,ngambil potongan gitu,bos ngasih barang sekian,ya mau ga mau itungan nya bos habis,kalo ga habis dagangan saya,ya sudah resiko kita yang nanggung,”jelas nya.Minggu (03/12/2023)


Saat di tanya awak media,apakah di sini tidak di tertibkan oleh sat pol PP atau kepala pasar Gintung?,”ya di tertibkan sih bang,ya gitulah bang,sekedar nya aja,mungkin kasian gitu sama kita yang dagang disini,tapi menurut dia kalo di sepanjang jalan pisang ini bener bener di tertibkan dengan tegas sesuai aturan jangan pilih kasih atau tebang pilih dan ada sanksi yang akan di dapat oleh pihak pendagang apabila melanggar,saya yakin para pendagang akan kembali ke pasar Smep dan semua pembeli mau ga mau akan masuk ke pasar smep.

Di satu sisi Roby 40,mengatakan bahwa sedikit mustahil kalo seluruh para pendagang kaki lima mau masuk kembali ke pasar Smep,karena,Perlu di ketahui saat ini ada 34 Tempat Penampungan Sementara(TPS) yang di duga Ilegal dan berbayar serta istimewa di depan Pasar Pasir Gintung, tepat berhadapan dengan Pasar Pasir Gintung yang sedang dalam proses pembangunan di Jl. Pisang, Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung.

Padahal, Kementerian PUPR sudah menyediakan 210 kios yang dapat menampung semua pedagang Pasar Pasir Gintung yang terkena relokasi sementara di Jl. Manggis dan ujung Jl. Pisang. Setiap kios baja ringan berukuran 1 meter X 1 meter.
Namun, tepat di depan Pasar Pasir Gintung, muncul 34 kios yang ukurannya sangat istimewa berukuran besar, 3 X 1,5 meter. Siapa yang membangunnya belum jelas dan sejauh mana keterlibatan pihak terkait terhadap munculnya kios-kios tersebut.

Narasumber Lampung Today.com yang minta tak disebutkan identitasnya dari salah satu dinas terkait mengatakan diduga yang bangun Paguyuban Pedagang. “Persoalannya, kenapa tak dilarang dinas terkait?” tanyanya.
Karena, sebelumnya, Satpol PP telah merelokasi 300-an pedagang kaki lima Jl. Pisang dan Jl. Imam Bonjol dan yang buat lapak agar tak mengganggu proses pembangunan, terutama alat berat dan kendaraan proyek pengangkut material, telah direlokasi juga ke Pasar Smep.

Informasinya lagi, para pedagang mengaku harus membayar sekitar Rp5 juta hingga Rp8 juta per kios agar dapat menempati kios istimewa tersebut. “Saya juga heran, paguyupan kok bisa bangun kios istimewa ini ya,” ujar pedagang yang juga takut disebutkan namanya.

Dia juga mengaku heran kemana uang sewanya itu, masuk PAD atau jadi bancakan banyak pihak. “Masak sih Dinas Perdangan dan Dinas Pasar tak tahu adanya pembangunan kios-kios istimewa ini?”tutupnya.(zld)

Bandar Lampung

Di Duga,Gudang BBM Milik Oknum Brimob AL Hangus Terbakar Di Campang Jaya

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG—Misteri siapa pemilik Gudang Penimbunan BBM berjenis Solar dan Pertalite yang meledak di Jalan Tirtayasa, Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi selasa malam (27/02/2024)pukul 23:00 WIB sudah mulai terungkap.

Pemilik gudang penimbun BBM ilegal berjenis Solar dan Pertalite adalah seorang oknum Brimob Polda Lampung inisial AL,Oknum Brimob tersebut juga sudah cukup lama berkecimpung pada dunia penimbunan BBM jenis solar yang di duga secara ilegal.Rabu (28/02/2024).

Sedangkan pemilik lahan adalah H. Muhanif yang keberadaannya belum dipastikan sampai sekarang.

Dari lokasi gudang penimbunan terlihat sekitar ada 67 kerangka besi tandon solar berkapasitas satu ton.

Juga mobil jenis colt diesel yang telah di modifikasi penimbunan BBM berukuran sekitar 8-10 ton.

Ledakan dahsyat yang kedua itu bersumber dari mobil colt diesel yang masih berisi bahan bakar yang ada di gudang.

Adapun yang bersangkutan Brimob inisial AL membantah merupakan pemilik gudang.

Ia berdalih juga menjadi korban atas kejadian tersebut.

Namun ia tidak menampik bahwa mobil yang terbakar tersebut adalah miliknya.

”Tiga unit mobil yang terbakar memang milik kita, tapi sewa, paling minta bantu asuransi nanti,” katanya.

Ia menambahkan, jika melihat dari kontrak awal mobil untuk distribusi oli. Dirinya juga tidak tahu kalau saat ini untuk gudang penimbunan BBM.

“Gunanya untuk apa tidak tau kalau sekarang, untuk oli awal kontrak. Intinya mobil sewa, minta bantu asuransi saya,” katanya.

Saat ini lokasi kejadian terlihat Paminal Polresta Bandar Lampung sedang mengecek lokasi kejadian.

Sebelumnya sebuah gudang BBM jenis solar Jalan Tirtayasa, Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, meledak pada Selasa, 27 Februari 2024, malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Barang-barang yang ada di gudang yang berada di atas tanah seluas sekitar 50×100 meter itu hangus terbakar.(Zld/red).

Continue Reading

Bandar Lampung

Usai Rapat, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Berikan Langsung Bantuan Kepada Warga Ya ng Terdampak Banjir

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggelar Rapat penyerahan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir beberapa hari lalu.

Rapat yang berlangsung di gedung Semergou Pemkot Bandar Lampung hari yang di hadiri oleh Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Kadis Sosial, Damkar, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Perhubungan, Plt. PU, Plt. Kesehatan, Plt. Kominfo, Kasat Pol PP dan Kabag Umum, pada Rabu (28/02/2024).

Dalam Berbagai Macam Walikota Bandar Lampung Bunda Eva Dwiana mengatakan ada beberapa titik lokasi pasca banjir yang akan kita berikan bantuan.

“Untuk hari ini kita akan menyambangi dan memberikan bantuan kepada warga di Rajabasa dan Kedaton yang terdampak banjir,” ucapnya,di sela sela rapat.

“Kami turut berduka cita atas bencana banjir yang menimpa masyarakat Kota Bandar Lampung beberapa hari yang lalu, semoga selalu sabar dan tabah atas ujian ini, dan semoga bantuan yang diberikan oleh Pemkot kepada warga yang terdampak banjir dapat membantu mengurangi kesusahan yang dialami, semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua, Aamiin,” imbuh Eva Dwiana.

Usai Rapat, para Pejabat di Pemkot Bandar Lampung yang dipimpin Walikota Eva Dwiana langsung menuju lokasi yang terdampak banjir di Kecamatan Rajabasa dan Kecamatan Kedaton untuk memberikan bantuan. (Zld/red)

Continue Reading

Bandar Lampung

Kinerja Sektor Jasa Keuangan Positif, Pembiayaan UMKM di Lampung Capai Angka Tertinggi

Redaksi LT

Published

on

Bandarlampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung turut menjaga agar kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Lampung baik industri perbankan, industri pasar modal dan industri keuangan non bank terus membaik dan tumbuh positif pasca pandemi.

Sejalan dengan stabilitas sektor jasa keuangan nasional yang terjaga dan didukung permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terkelola dengan baik, Rabu (26/02/24).

“Kinerja sektor jasa keuangan yang terus tumbuh positif, tingkat literasi dan inklusi keuangan yang terus meningkat serta sektor riil yang semakin pulih pasca pandemic, diyakini akan mampu mendukung pengembangan ekonomi daerah Provinsi Lampung” kata Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto dalam keterangannya.

Pembiayaan perbankan kepada sektor UMKM di Lampung bahkan mencapai angka tertinggi pasca pandemi yakni mencapai 39,79% dari total kredit atau sebanyak Rp30,98 Triliun.

Dukungan industri perbankan terhadap pembiayaan UMKM ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap program pemerintah untuk mendorong UMKM naik kelas dan keuangan yang berkelanjutan.

Kredit UMKM Meningkat

Pada triwulan IV tahun 2023 kredit UMKM secara year on year (yoy) meningkat sebesar Rp3,07 Triliun atau tumbuh 11,02% dari Rp27,91 Triliun pada triwulan IV tahun 2022 menjadi sebesar Rp30,98 Triliun pada posisi Triwulan IV 2023.

Peningkatan kredit UMKM ini membawa kepada share kredit UMKM kepada total kredit yang semakin meningkat dari 36,34% menjadi 39,79%. Sementara kinerja kualitas kredit UMKM tetap terjaga dibawah threshold 5%, tercatat terdapat peningkatan sebesar 0,66% yaitu dari sebesar 3,34% menjadi sebesar 4,00%. Peningkatan NPL disebabkan oleh peningkatan nominal kredit bermasalah sebesar Rp0,31 Triliun dari sebesar Rp0,93 Triliun menjadi Rp1,24 Triliun.

Sementara penyaluran KUR dengan berbagai kebijakan baru di awal tahun 2023, tercatat mampu menyerap 74,35% dari kuota KUR yang diberikan tahun 2023 atau sebesar Rp8,45 Triliun dari target Rp11,37 Triliun dan diberikan kepada 173.353 debitur. Kualitas kredit KUR tetap terjaga rendah dengan rasio NPL hanya sebesar 0,04% atau nominal sebesar Rp3,69 Miliar.

OJK akan terus mendukung kinerja perbankan melalui kebijakan-kebijakan yang diperlukan sehingga dapat terus tumbuh berkelanjutan namun tetap prudent dalam aspek manajemen risiko.

Continue Reading

Trending