Connect with us

Bandar Lampung

Polsek Telukbetung Selatan Ungkap Kasus Tindak Pidana Persetubuhan dan Perdagangan Anak

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG – Polsek Telukbetung Selatan, Polresta Bandar Lampung, Polda Lampung berhasil mengungkap kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur serta perdagangan terhadap anak yang terjadi di wilayah hukumnya.

Pelaku diketahui terdiri dari seorang pria berinisial AJ(46) warga Jalan Ikan Semadar LK.I RT 017, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung dengan bersama rekan wanitanya berinisial AO (19) warga Jalan Kampung Slirit lk 3, Kelurahan Bakung Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung.

Penangkapan keduanya berdasarkan Nomor Laporan : LP / B / 07/ I / 2024 / SPKT / Polsek TBS / Polresta Balam / Polda Lampung , tanggal 11 Januari 2024.

Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Adit Priyanto mewakili Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Abdul Waras membenarkan penangkapan tersebut.

“Iya benar, kami berhasil menangkap dua orang pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak dan atau perdagangan terhadap anak, pada Kamis tanggal 11 Januari 2024,” kata Kompol Adit Priyanto, Selasa 16 Januari 2024.

Kapolsek menjelaskan, sebelumnya Unit Reskrim Opsnal Polsek Telukbetung Selatan, Polresta Bandar Lampung melakukan serangkaian penyelidikan terhadap pelaku, kemudian pada Kamis sekira pukul 18.30 petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku AO sedang berada di kediamannya, selanjutnya AO berhasil diamankan dan dibawa ke Polsek Telukbetung Selatan.

Setelah dilakukan pengembangan, lanjut Kompol Adit, pada hari Jumat Unit Polsek Telukbetung Selatan berhasil mengamankan pelaku lainnya yang Bernama AMD di Jalan Ikan Tembakang Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras di dekat penginapan Mandala tempat dimana pelaku pernah menyetubuhi korban berinisial AHN (13) warga Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.

Selain itu, Kapolsek menuturkan, kejadian berawal saat korban sedang bermalam di rumah salah satu rekan korban berinisial TI dan korban meminta dicarikan pekerjaan kepada TI, lalu TI menceritakan hal tersebut kepada kakak sepupunya yaitu pelaku AO bahwa korban sedang membutuhkan uang dengan alasan untuk berobat ibunya.

“Setelah itu pelaku AO menawarkan kepada korban untuk bekerja dengannya tanpa korban ketahui bagaimana pekerjaan tersebut, akhirnya pelaku AO menghubungi pelaku yang bernama AJ dan menawarkan jasa jual diri korban, AO mengatakan kepada AJ bahwa ada seorang anak perawan ingin menjual diri (Open BO) dan pelaku AJ pun menerima tawaran tersebut,” ungkap Kapolsek.

Masih dikatakan Kompol Adit, hingga akhirnya pelaku AO membawa korban dan menemui pelaku AJ di sebuah penginapan di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung dengan menggunakan maxim motor.

Sesampai di penginapan, korban masuk ke dalam kamar penginapan bersama AJ dan melakukan persetubuhan, sedangkan AO menunggu di lantai bawah. Setelah melakukan persetubuhan, AJ memberikan uang Rp200 ribu kepada AO dan kepada korban diberi Rp300 ribu.

Selanjutnya, korban dibawa pulang ke rumah pelaku AO dan dititipkan kepada ibu pelaku AO yang berinisial FS tanpa menceritakan apa yang telah terjadi. Setelah itu korban merasa lemas dan mengeluarkan darah di alat kelaminnya sehingga kemudian korban diantarkan pulang oleh Fransiska, dan sesampainya di rumah korban mereka bertemu Ibu korban dan berkata bahwa korban sedang tidak enak badan lalu kemudian FS pergi.

Karena mencurigai keadaan anaknya yang mengalami pendarahan hebat di bagian kelamin, Ibu korban langsung memeriksakan ke medis dan korban mengakui bahwa baru saja melakukan hubungan intim terhadap AJ.

“Kemudian Ibu korban langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Telukbetung Selatan. Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti 1 helai celana pendek warna abu-abu putih milik pelaku AJ,1 helai celana panjang warna cream milik korban telah diamankan di Mapolsek untuk diproses lebih lanjut,” pungkas Kompol Adit. ***

Caption Photo :

Kedua pelaku kasus tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur dan atau perdagangan anak di bawah umur warga Bandar Lampung, Provinsi Lampung

Bandar Lampung

Tekan Dampak Kenaikan Harga Bahan Pokok, Polresta Bandar Lampung Gelar Bakti Sosial Di Slum Area

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K., berserta jajarannya menggelar kegiatan bakti sosial di 3 lokasi slum area yang ada di wilayah Kota Bandar Lampung, Selasa (20/02/2024) siang.

Dalam kegiatan ini, Polresta Bandar Lampung memberikan puluhan paket sembako berupa beras kepada masyarakat yang membutuhkan yang tersebar di tiga kelurahan.

Didampingi oleh Waka Polresta Bandar Lampung AKBP Erwin Irawan, S.I.K., berserta sejumlah pejabat utama, Kapolresta Bandar Lampung berserta rombongan mengawali kegiatan ini dengan menyambangi masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai, Kelurahan Sukaraja, Teluk Betung Selatan Bandar Lampung.

Di wilayah tersebut, Kapolresta Bandar Lampung langsung mendatangi tempat tinggal masyarakat dan langsung membagikan paket sembako, dengan diikuti oleh sejumlah pejabat utama.

Tak berhenti di lokasi tersebut, kemudian rombongan bergerak menuju Kampung Sinar Laut, Kelurahan Kota Karang dan terakhir di Kampung Umbul Asem, Kelurahan Keteguhan, Teluk Betung Timur Bandar Lampung.

“Total ada 120 paket sembako beras yang dibagikan di tiga lokasi tersebut” ungkap Kasi Humas Polresta Bandar Lampung AKP Agustina Nilawati, Selasa (20/02/2024).

Nila menambahkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meringankan beban masyarakat khususnya mengurangi dampak dari kenaikan sejumlah bahan pokok.

“Harapannya, ini bisa bermanfaat, bisa meringankan beban dan berdampak positif bagi kamtibmas di wilayah setempat” jelasnya.(*)

Continue Reading

Bandar Lampung

Bongkar Jaringan Narkotika Antar Provinsi, Polresta Bandar Lampung Sita Narkoba Senilai 4 Miliar Rupiah

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika dengan meringkus 3 orang pelaku di tiga lokasi berbeda.

Pelaku FA (48) ditangkap petugas pada Rabu (31/01/2024) pagi, di Jalan Tupai, Gang duku, Sidodadi, Kedaton Bandar Lampung, SP (26) ditangkap pada Senin (05/02/2024) sore, di sebuah rumah kontrakan di wilayah Palmerah, Jakarta Barat sedangkan MF (36) diringkus di Desa Ngepung, Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (06/02/2024).

Dari tangan ketiga pelaku, petugas menyita barang bukti norkaba jenis sabu dengan total 835,88 gram, Pil Extacy 8.866 butir, Tembakau Sinte 1,50 gram dan serpihan pil extacy seberat 93,96 Gram.

Pengungkapan jaringan besar ini, berawal dari penangkapan pelaku FA (48), dari tangan pelaku, petugas menyita 1496 pil extacy, 3 paket sabu dengan berat 10,44 Gram dan 1 timbangan digital.

Hasil pengembangan, petugas kemudian kembali berhasil meringkus pelaku SP (26), dan berhasil mengamankan 2 plastik berisi tembakau sintetis dan 5 linting tembakau yang sudah terbakar.

“Dari penangkapan SP (26), kita dapati informasi jika pelaku telah mengirimkan 1000 butir extacy ke wilayah Mojokerto, Jawa Timur menggunakan jasa pengiriman ekspedisi” ungkap Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K., saat konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (20/02/2024) siang.

Mengantongi informasi tersebut, kemudian petugas berangkat menuju Desa Ngepung, Mojokerto, Jawa Timur, dan berhasil meringkus pelaku MF (36) sesaat setelah dirinya menerima paket berupa 1000 butir pil extacy dari kiriman pelaku SP (26).

Tak sampai disitu, petugas kembali berhasil menyita narkoba jenis sabu seberat 825,44 gram, pil excaty dengan total 7.370 butir, 1 buah timbangan digital dan 1 buah mesin press plastic yang disimpan oleh Pelaku MF (36) di rumah kontrakannya, di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Abdul Waras menjelaskan bahwa barang bukti yang disita dari ketiga pelaku ini jika diestimasikan dalam bentuk uang senilai Rp. 4.214.400.000,-.

Hasil pemeriksaan, para pelaku mendapatkan barang haram tersebut dari wilayah Provinsi Riau.

“Saat diperiksa, Para pelaku mengaku telah mengedarkan barang haram ini selama 6 bulan” jelasnya.

Terhadap ketiga pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 2 sub Pasal 112 ayat 2 UURI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati.(*)

Continue Reading

Bandar Lampung

Tarian Khas Lampung Manjau Muloh Turut Meriahkan Acara Musyawarah Daerah (Musda) Ke 1 Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia (APKARI)

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG- Musyawarah Daerah Ke-1 (MUSDA) yang di adakan di Ballrom Swis Belhotel yang di hadiri oleh Walikota Bandar Lampung Hja Eva Dwiana berjalan lancar dan di hibur oleh tarian Khas Lampung Manjau Muloh binaan Walikota Bandar Lampung.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ke-I Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia (APKARI) Provinsi Lampung di Ballroom Swiss-Belhotel, Selasa (20/02/24) Pagi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyambut baik serta mengucapkan selamat atas diselenggarakan nya Musda APKARI Provinsi Lampung.

“Damkar saat ini mendapatkan perhatian besar dari Pemerintah Pusat, mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh pemadam kebakaran menjadi bagian wujud kepedulian kita dan merupakan bagian dari ibadah kita satu sama lain,” katanya.

Eva Dwiana juga menyampaikan, dengan adanya wadah tersendiri di Kemendagri sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2020, Pemadam Kebakaran tidak lagi berinduk kepada Pol PP atau BPBD.

“Tugas pokok Damkar adalah melaksanakan urusan pemerintahan pada daerah wilayah kerjanya untuk pencegahan, tanggap darurat, penanggulangan dan penyelamatan bencana kebakaran,” terangnya.

Selain itu, Damkar juga membantu masalah yang dihadapi oleh masyarakat, seperti penyelamatan mahluk hidup dan benda seperti penyelamatan warga yang tenggelam, menolong korban kebanjiran dan bantuan menyelamatkan hewan.

Walikota berharap, melalui Musda APKARI Provinsi Lampung dapat merumuskan dan menyusun Program Kerja yang konkrit, sehingga dapat diimplementasikan dalam dinamika masyarakat yang berkembang di wilayah Provinsi Lampung dan khususnya Kota Bandar Lampung.

“Saya percaya, personil yang tergabung dalam wadah APKARI berjiwa Profesionalisme, wawasan pengetahuan terasa dan pengalaman praktis yang dapat menjadi potensi membantu kebijakan Program Pemadam Kebakaran di Kota Bandar Lampung guna terwujudnya perlindungan masyarakat melalui pencegahan dan penanggulangan yabg antisipatif dan responsif,” pungkasnya.

Kemudian, mewakili Ketua Umum APKARI Pusat, Nana Sukma Sukarna selaku Kepala Informasi dan Komunikasi APKARI Pusat mengatakan, salah satu tujuan APKARI ini mengambil aspirasi dari Damkar Se-Lampung.

“Kita ketahui tidak semua Damkar seperti di Bandar Lampung, mungkin di kompeten lain Damkar kurang di perhatikan. Maka itu untuk menyatukan sebuah konsep penyelenggaraan,” katanya.

Ia berharap, dengan terbentuknya struktur APKARI di Provinsi Lampung dapat memberikan dampak yang baik untuk menjadi penunjang tugas-tugas Pemadam Kebakaran.

“Melalui Asosiasi ini kita akan memberikan suatu solusi bagaimana semua Kabupaten/Kota dapat melaksanakan penyelenggaraan yang sama,” harapnya.

Diketahui, Kota Bandar Lampung terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musda APKARI Provinsi Lampung ke-1 dan juga terpilih Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKARI Provinsi Lampung, Anthoni Irawan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung.

Dan juga, pada Musda APKARI Ke-1 Provinsi Lampung dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Persatuan Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia (APKARI) Provinsi Lampung beserta jajaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Para Asisten Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Para Pejabat Dilingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Panitia Pelaksana Musda APKARI Provinsi Lampung, Peserta Musda APKARI Provinsi Lampung.(Zld).

Continue Reading

Trending