Connect with us

Today NEWS

Nyambi Edarkan Narkotika, Petani Asal Gedung Aji Ditangkap Polres Tulang Bawang

Redaksi LT

Published

on

Tulang Bawang—-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, menangkap seorang petani yang menyambi jadi pengedar narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya.

Petani yang ditangkap tersebut seorang pria berinisial AE (44), warga Kampung Gedung Aji, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang.

“Hari Senin (15/01/2024), sekitar pukul 23.30 WIB, petugas kami menangkap seorang petani yang menyambi jadi pengedar narkotika jenis sabu. Ia ditangkap saat sedang berada di rumahnya di Kampung Gedung Aji,” kata Kasatres Narkoba, AKP Indik Rusmono, SIK, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP James H Hutajulu, SIK, SH, MH, MIK, Sabtu (20/01/2024).

Dari tangan petani tersebut, lanjut AKP Indik, petugasnya menyita barang bukti (BB) berupa 9 (sembilan) bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,79 gram, plastik klip kosong bekas sabu, pipet yang ujungnya runcing, wadah yang berbentuk bulat warna kuning, tisu warna putih, dan handphone (HP) merek Nokia warna hitam.

Menurutnya, penangkapan terhadap petani yang nyambi menjadi pengedar narkotika jenis sabu merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Gedung Aji. Informasi yang didapat bahwa salah satu rumah yang ada di Kampung Gedung Aji sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

“Setelah dipastikan rumah tersebut sedang ada penghuninya, petugas kami langsung melakukan penggerbekan dan dari dalam rumah ditangkap seorang petani yang merupakan pemilik rumah, serta turut disita BB berupa narkotika jenis sabu,” papar perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya.

Kasatres Narkoba menambahkan, pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang, dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” imbuh Alumni Akpol 2013. (*)

Bandar Lampung

Tekan Dampak Kenaikan Harga Bahan Pokok, Polresta Bandar Lampung Gelar Bakti Sosial Di Slum Area

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K., berserta jajarannya menggelar kegiatan bakti sosial di 3 lokasi slum area yang ada di wilayah Kota Bandar Lampung, Selasa (20/02/2024) siang.

Dalam kegiatan ini, Polresta Bandar Lampung memberikan puluhan paket sembako berupa beras kepada masyarakat yang membutuhkan yang tersebar di tiga kelurahan.

Didampingi oleh Waka Polresta Bandar Lampung AKBP Erwin Irawan, S.I.K., berserta sejumlah pejabat utama, Kapolresta Bandar Lampung berserta rombongan mengawali kegiatan ini dengan menyambangi masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai, Kelurahan Sukaraja, Teluk Betung Selatan Bandar Lampung.

Di wilayah tersebut, Kapolresta Bandar Lampung langsung mendatangi tempat tinggal masyarakat dan langsung membagikan paket sembako, dengan diikuti oleh sejumlah pejabat utama.

Tak berhenti di lokasi tersebut, kemudian rombongan bergerak menuju Kampung Sinar Laut, Kelurahan Kota Karang dan terakhir di Kampung Umbul Asem, Kelurahan Keteguhan, Teluk Betung Timur Bandar Lampung.

“Total ada 120 paket sembako beras yang dibagikan di tiga lokasi tersebut” ungkap Kasi Humas Polresta Bandar Lampung AKP Agustina Nilawati, Selasa (20/02/2024).

Nila menambahkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meringankan beban masyarakat khususnya mengurangi dampak dari kenaikan sejumlah bahan pokok.

“Harapannya, ini bisa bermanfaat, bisa meringankan beban dan berdampak positif bagi kamtibmas di wilayah setempat” jelasnya.(*)

Continue Reading

Bandar Lampung

Tarian Khas Lampung Manjau Muloh Turut Meriahkan Acara Musyawarah Daerah (Musda) Ke 1 Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia (APKARI)

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG- Musyawarah Daerah Ke-1 (MUSDA) yang di adakan di Ballrom Swis Belhotel yang di hadiri oleh Walikota Bandar Lampung Hja Eva Dwiana berjalan lancar dan di hibur oleh tarian Khas Lampung Manjau Muloh binaan Walikota Bandar Lampung.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ke-I Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia (APKARI) Provinsi Lampung di Ballroom Swiss-Belhotel, Selasa (20/02/24) Pagi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyambut baik serta mengucapkan selamat atas diselenggarakan nya Musda APKARI Provinsi Lampung.

“Damkar saat ini mendapatkan perhatian besar dari Pemerintah Pusat, mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh pemadam kebakaran menjadi bagian wujud kepedulian kita dan merupakan bagian dari ibadah kita satu sama lain,” katanya.

Eva Dwiana juga menyampaikan, dengan adanya wadah tersendiri di Kemendagri sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2020, Pemadam Kebakaran tidak lagi berinduk kepada Pol PP atau BPBD.

“Tugas pokok Damkar adalah melaksanakan urusan pemerintahan pada daerah wilayah kerjanya untuk pencegahan, tanggap darurat, penanggulangan dan penyelamatan bencana kebakaran,” terangnya.

Selain itu, Damkar juga membantu masalah yang dihadapi oleh masyarakat, seperti penyelamatan mahluk hidup dan benda seperti penyelamatan warga yang tenggelam, menolong korban kebanjiran dan bantuan menyelamatkan hewan.

Walikota berharap, melalui Musda APKARI Provinsi Lampung dapat merumuskan dan menyusun Program Kerja yang konkrit, sehingga dapat diimplementasikan dalam dinamika masyarakat yang berkembang di wilayah Provinsi Lampung dan khususnya Kota Bandar Lampung.

“Saya percaya, personil yang tergabung dalam wadah APKARI berjiwa Profesionalisme, wawasan pengetahuan terasa dan pengalaman praktis yang dapat menjadi potensi membantu kebijakan Program Pemadam Kebakaran di Kota Bandar Lampung guna terwujudnya perlindungan masyarakat melalui pencegahan dan penanggulangan yabg antisipatif dan responsif,” pungkasnya.

Kemudian, mewakili Ketua Umum APKARI Pusat, Nana Sukma Sukarna selaku Kepala Informasi dan Komunikasi APKARI Pusat mengatakan, salah satu tujuan APKARI ini mengambil aspirasi dari Damkar Se-Lampung.

“Kita ketahui tidak semua Damkar seperti di Bandar Lampung, mungkin di kompeten lain Damkar kurang di perhatikan. Maka itu untuk menyatukan sebuah konsep penyelenggaraan,” katanya.

Ia berharap, dengan terbentuknya struktur APKARI di Provinsi Lampung dapat memberikan dampak yang baik untuk menjadi penunjang tugas-tugas Pemadam Kebakaran.

“Melalui Asosiasi ini kita akan memberikan suatu solusi bagaimana semua Kabupaten/Kota dapat melaksanakan penyelenggaraan yang sama,” harapnya.

Diketahui, Kota Bandar Lampung terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Musda APKARI Provinsi Lampung ke-1 dan juga terpilih Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKARI Provinsi Lampung, Anthoni Irawan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung.

Dan juga, pada Musda APKARI Ke-1 Provinsi Lampung dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus Persatuan Asosiasi Pemadam Kebakaran Indonesia (APKARI) Provinsi Lampung beserta jajaran, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Para Asisten Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Para Pejabat Dilingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Panitia Pelaksana Musda APKARI Provinsi Lampung, Peserta Musda APKARI Provinsi Lampung.(Zld).

Continue Reading

Bandar Lampung

“Ga Bahaya Tah…Pemasangan Jaringan Kabel Fiber Optic Milik Vendor Kreatif.Co.ID di Duga Belum Memiliki Izin di Rukun Tetangga ( RT ), dan Kelurahan Setempat.

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG— Selain tak memiliki izin dari Rukun Tetangga (RT) dan pihak Kelurahan, tim Kreatif.co.Id memasang kabel mereka di tiang milik Perusahaan Listrik Negara ( PLN ), tanpa izin dari pihak PLN.

Aj salah seorang pekerja saat di konfirmasi minta menunjukkan legalitas perizinan oleh awak media, ia mengaku melakukan pemasangan jaringan kabel fiber optik tersebut belum izin sama RT dan kelurahan setempat.

” Ia mas kami memang belum ada izin ke RT dan Kelurahan setempat”. Ujar AJ pekerja lapangan

Di sisi lain saat awak media menghubungi RT dan Lurah via telpon whatsaap,RT mengatakan bahwa pihak nya tidak pernah menerima pihak dari manapun meminta izin untuk penarikan Kabel Fiber Optic buat jaringan Wifi.

“Aku ga pernah nerima tamu dari pihak manapun bang untuk pemasangan wifi,ga ada itu bang,”Ujar Mas Pandi (46) RT setempat.

Sama halnya seperti Lurah Suka Jawa,Iapun mengatakan bahwa ia tidak pernah menerima tamu dari pihak manapun terkait izin pemasangan kabel fiber optik ini,”ga bang,saya ga pernah bang nerima tamu dari pihak perusahaan wifi,”kata nya saat di mintai keterangan via telpon whatsaap.Sabtu (17/02/2024)

Di sisi lain dengan adanya pekerjaan penarikan kabel jaringan fiber optic ini, warga merasa terganggu dengan para pekerja, pasalnya para pekerja yang memanjat rumah Warga, tanpa ada izin terlebih dahulu sama pemilik rumah.

” Ini gimana sama para pekerja, kerja kok gak ada aturan nya sama sekali, belum lepas magrib masih aja kerja, – magrib magrib manjat manjat rumah aku ko gak izin,itu yang deket lapangan tiang aku pribadi loh bang,”Ujar nya dengan nada kesal.

Lanjut nya “apalagi penarikan Kabel ini kan sudah masuk di dua wilayah,satu wilayah kelurahan sukajawa,dan di tempat kita ini masuk kelurahan Gedong Air, kan dia narik nya dari Gang Goa Jajar,itu masuk Kelurahan Sukajawa,terus dia naek ke tempat kita ini masuk Kelurahan Gedong Air..”nah setiap kampung kan pasti ada pamong nya masing masing,apalagi apalagi Kelurahan Sukajawa sama Kelurahan Gedong air bedanya cuma satu langkah doang,” jelasnya nah mereka ga ada izin nya pula lagi di Dua Kelurahan dan dua RT.

Perlu diketahui pemasangan jaringan kabel fiber optik ke tiang PLN jelas melanggar aturan, tanpa adanya izin dari pihak PLN.

Menanggapi hal tersebut humas PLN UID Lampung, ELok faiqoh Mengatakan pihak PLN tidak pernah mengizinkan jaringan wifi, kabel nya menempel di Tiang PLN

” Kami dari PLN tak pernah memberikan izin kepada perusahaan wifi, kabel nya menempel di tiang PLN, karena takut terjadi gesekan kabel yang bisa menimbulkan kebakaran “. Ujarnya

Selain itu Para pekerja jaringan fiber optic milik vendor Kreatif.Co.ID selain melanggar aturan, dan para pekerja tak ada satu pun yang menggunakan alat pelindung diri ( APD ).
(zld).

Continue Reading

Trending