Lampung Utara: Pelan Tapi Pasti! Analogi ini nampaknya tepat sekali untuk menggambarkan sikap Pemerintahan Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis dan Wakil Bupati Lampung Utara, Romli dalam mengisi komposisi para pembantunya, baik eselon II, III dan IV.
Posisi Sekretaris Daerah yang di tinggalkan pejabat lamanya, Lekok sejak awal Desember 2025 lalu. Baru hari ini, Jabatan tersebut terisi kembali sejak Hamartoni yang diwakili Wakil Bupati Lampung Utara, Romli resmi melantik Intji Indriati sebagai Sekda Kabupaten Lampung Utara. Intji sebelumnya menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah/Badan Pajak dan Retribusi Daerah Lampung Selatan.
Pelantikan berlangsung di Ruang Siger, Kabupaten Lampung Utara, Senin (9/2/2026). Selain Intji, dua jabatan eselon II lainnya yang sudah lama berbulan-bulan kosong, akhirnya ikut diisi, yakni Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) yang diemban Dewi Setyawati, yang sebelumnya bertugas di Provinsi Lampung dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang dijabat Iwan Purnama, yang tadinya menjabat Camat Muara Sungkai, Lampung Utara.
Romli menegaskan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah dengan beban dan tanggung jawab yang semakin besar dalam mendorong kemajuan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab seluruh aparatur sipil negara (ASN). Menurut dia, ASN sebagai pelayan masyarakat dituntut bekerja maksimal dan berorientasi pada pelayanan publik.
” Sanksi tegas akan diberikan kepada ASN, termasuk kepala organisasi perangkat daerah (OPD), yang tidak disiplin dan tidak menunjukkan kinerja optimal,” Katanya.
“ Ada sanksi bagi mereka yang tidak bekerja secara maksimal,” Imbuhnya.
Pengisian komposisi jabatan eselon II di era Hamartoni dan Romli ini merupakan strategi yang cukup mengejutkan juga, lantaran banyak juga kaum hawa yang diberikan amanah dan kepercayaan guna menahkodai beberapa OPD di Lampung Utara.
Jabatan eselon II di Pemerintahan Hamartoni dan Romli hingga kini masih banyak juga yang belum terisi. Diantaranya, Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Selain itu, ada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu Kotabumi yang kesemuanya masih dijabat oleh Pelaksana Tugas.







