BANDAR LAMPUNG—(LT)—Program sunat massal yang dijanjikan Pemerintah Kota Bandar Lampung batal mendadak pada hari pelaksanaan. Warga menilai Pemkot telah memberi harapan palsu (PHP) karena pembatalan dilakukan tanpa pemberitahuan yang jelas.
Salah seorang warga, Yanti, mengaku seluruh persiapan telah rampung, mulai dari pemeriksaan kesehatan anak, konsumsi, hingga mengundang keluarga yang sudah datang ke rumah.
“Semua sudah siap. Tiba-tiba acara dibatalkan tanpa alasan yang jelas dan tidak ada informasi resmi dari panitia,” kata Yanti, Senin (13/7/2026).
Akibat pembatalan tersebut, keluarga terpaksa menggelar sunat secara mandiri di rumah. Menurut Yanti, mereka mengalami kerugian biaya, tenaga, dan kehilangan momen kebersamaan yang telah lama direncanakan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bandar Lampung, Aklim Sahadi, mengatakan pihaknya masih menunggu konfirmasi dari kementerian.
“Nanti nunggu konfirmasi dari kementerian, nanti dikabari,” ujarnya.
Aklim mengklaim informasi penundaan sudah disampaikan kepada masyarakat. Namun, pernyataan itu berbeda dengan pengakuan warga yang mengaku baru mengetahui pembatalan pada hari pelaksanaan.
Saat ditanya mengenai warga yang telah mengeluarkan biaya, Aklim hanya menjawab, “Iya, sabar.”
Ia juga menyebut kegiatan tersebut merupakan program kementerian, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai peran koordinasi Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam pelaksanaan program tersebut.(Arek)




