Lampung Utara : Rendahnya serapan anggaran fisik pada akhir triwulan III dan awal triwulan IV di Lampung Utara merupakan persoalan klasik yang terus berulang dalam setiap tahunnya. Fenomena penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun, dimana Pemda dibuat sibuk mencairkan uang diakhir tahun anggaran demi mengejar target persentase, mencerminkan adanya masalah struktural dan sistemik dalam siklus perencanaan hingga eksekusi proyek.
Sekretaris Daerah Lampung Utara, Dra. Intji Indriati, M.H., ketika dimintai tanggapannya secara doorstop, Jum’at (10/10/2026) sore, begitu normatif dan nampaknya memilih dalam posisi ‘cari aman’ sebagai sosok Jendralnya ASN.
” Berprogres ya,” ucapnya, tapi saat ditanya berapa persen serapan anggaran fisik, Sekda malah menyarankan ke keuangan.
Ketika serapan anggaran fisik rendah, ini sebuah warning keras bagi pemerintahan Hamartoni dan Romli karena adanya kemungkinan sanksi pemotongan dana transfer pemerintah pusat dan sanksi menteri dalam negeri? Lagi-lagi Sekda berdalih, sudah melakukan upaya-upaya percepatan dalam realisasi anggaran.
” Ya ini kami sudah melakukan percepatan-percepatan, itu di Pengadaan Barang dan Jasa (serapan PBJ 90%),” ujar Intji.
Namun, disinggung penyebab kendala serapan anggaran ini karena lambatnya proses lelang dan lambatnya penyusunan perencanaan OPD terkait, dan sanksi tegas serta mutasi bagi Kepala Dinas atau PPK yang terbukti tidak kompeten atau lambat dalam mengeksekusi program fisik, Sekda pun kembali memberikan jawaban normatifnya.
” Ya pokoknya intinya semuanya kita upayakan maksimal. Kita sekarang sedang memperbaiki semuanya,” katanya.
Dirinya pun berharap agar kedepannya jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Utara lebih baik dalam tata kelola pengelolaan keuangan daerah.
” Berharapnya nanti tahun depan kita lebih baik (tata kelola pengelolaan keuangan),” kata Intji.
” Bisa dijamin,” tanya awak media ini.
” Ya, semuanya kita berusaha untuk memperbaiki,” sergah Intji seraya membantah serapan anggaran fisik yang rendah akibat buruknya manajemen birokrasi daerah.
” Ya enggaklah (buruknya manajemen birokrasi). Kita berusaha untuk memperbaiki semuanya ya,” imbuhnya.







