Mantan Ajudan Gubernur Lampung Disebut Kerap Minta Jatah “UANG”

banner 468x60

Bandar Lampung : Nama Johan Purba Saputra mantan ajudan Gubernur Lampung ikut terseret dalam pusaran sengkarut pengelolaan pedagang makanan dan mainan di Kawasan PKOR Way Halim Bandar Lampung.

Johan Purba Saputra disebut-sebut kerap meminta sejumlah uang kepada koordinator pedagang makanan dan mainan Fauziah Apriyanti dengan jumlah bervariasi.

Bacaan Lainnya

Kepada wartawan koordinator pedagang makanan dan mainan Fauziah Apriyanti mengakui adanya permintaan sejumlah uang yang secara khusus di minta langsung oleh Johan Purba Saputra. Dan permintaan uang tersebut sering, artinya mantan ajudan Gubernur Lampung tersebut rutin meminta transper uang.

“Bang Dalom (Johan Purba Sapurta ) selalu minta uang ke kami dan permintaan itu selalu kami penuhi”. Tegas Fauziah

Fauziah menambahkan, selain kerap meminta transper uang, Johan Purba Saputra juga kerap meminta uang bagi hasil dari parkir setiap ada kegiatan.

“Kalo pas ada kegiatan kayak lampung fair atau kegiatan apa gitu bang Dalom juga suka minta uang bagi hasil dari parkir”. Ujar Fauziah

Terkait bukti transper, pedagang makanan dan mainan PKOR Way Halim mengaku cukup bukti dan siap jika yang bersangkutan tidak terima dengan apa yang ia sampaikan.

Terpisah Kepala UPTD Dispora Lampung Herris Meyusef yang di wawancara wartawan secara tegas mengakui adanya sejumlah uang yang di berikan oleh Koordinator Pengelola Pedagang Makanan dan Kuliner kepada mereka, namun ia membantah jika ia dan Johan Purba Sapurta mematok sejumlah uang untuk di berikan kepada mereka.

“Betul kami terima uang tapi ingat kami ngak pernah minta” Tegas Herris

Ditempat yang sama Johan Purba Saputra yang sempat di konfirmasi membantah jika ia kerap meminta tansper uang kepada Fauziah.

“Itu fitnah, saya kena pitnah lagi”. Ujar Johan

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses