Connect with us

Apa Kabar Lampung

Antisipasi Penyebaran Virus Copid 19, Libur Sekolah dan ASN Diperpanjang

Zuli Ardiansyah Zuli

Published

on

METRO    :    Pemkot Metro menambah libur sekolah untuk belajar dirumah serta ASN untuk bekerja dari rumah mulai 1—14 April mendatang. Masa itu diperpanjang menyusul antisipasi penyebaran virus Copid -19.

“Untuk siswa sekolah liburnya ditambah kembali selama 14 hari dari tanggal 1 hingga 14 April mendatang dan itu jika diperlukan nantinya juga akan kita tambah lagi,”ujar Jubir Antisipasi Virus Copid -19 Pemkot Metro A.Nasir, pada Konfrensi Pers, Jumat (27/3).

Hal senada juga diberlakukan untuk ASN untuk bekCerja dari rumah dalam waktu yang sama.

Sementara untuk mengatisipasi penyebaran virus Copid -19 pemkot akan menyiapkan posko sterilisasi di 6 pintu masuk ke Kota Metro.

Ke- enam pintu tersebut berada diperbatasan Metro-Lamteng dan Metro Lamtim. Selain itu juga aka ada posko di setiap kelurahan.

Pemkot juga telah meminta Dishub untuk membuat kebijakan agar jangan ada lagi bus-bus yang menurunkan penumpang di luar terminal. Hal itu agar bisa mengatisipasi penyebaran virus Copid -19.

“Bus-bus yang datang harus dilakukan penyemprotan disinpektan, termasuk penumpangnya,”tuturnya.

Selain itu walikota juga telah meminta Kadis Pendidikan Metro untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan provinsi memintakan untuk tidak mengijinkan sekolah melakukan study banding keluar Lampung. Hal itu guna mengantisipasi Corona. “Ini kita sudah menunggu siswa dari SMK N I yang sedang study banding ke Bali. “Jika pulang nanti kita akan sterilkan lebih dulu, termasuk juga yang sedang dilakukan SMP N I yang juga jalan ke Bali,”tandasnya.

Reporter   : Zuli

Editor       : Redaksi

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Apa Kabar Lampung

Pilkada Serentak Dilaksanakan 9 Desember 2020, KPU Utamakan Protokol Kesehatan Dalam Pemungutan Suara

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 akan dimulai kembali pada 15 Juni mendatang. Untuk tahap pemungutan suara akan jatuh pada 9 Desember 2020.
Menurut Deputi KPU, Purwanto Ruslan, Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 mendatang, akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Corona Virus Disease 19 alias Covid-19.
Hal itu diungkapkan Purwanto Ruslan dalam video conference tentang pelaksanaan kegiatan pemilihan gubernur dan bupati/walikota bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang akan menggelar Pilkada Serentak 2020.
“Pemutakhiran data pemilih yang semula kita lakukan secara door to door, akan dilaksanakan secara daring (dalam jaringan). Jdi tidak secara konvensional lagi. Hal ini dilakukan agar dapat meminimalisir risiko terjadinya penularan virus Covid-19 ditengah masyarakat menjelang Pilkada,” paparnya, Selasa (2/6/2020).
Lebih lanjut ia menjelaskan, pada pencalonan perseorangan, nantinya akan dilakukan dengan menerapkan physical distancing serta penerapan protokol kesehatan Covid-19.
“Semua kegiatan harus berpatokan pada protokol kesehatan. Jika seandainya harus mengundang perseorangan maka protokol tersebut harus ditaati,” jelasnya lebih lanjut.
Pada kesempatan itu, Purwanto juga menyampaikan, bahwa pada sistem pemungutan suara akan dilakukan secara bergantian, lalu menjaga jarak antar pemilih. Sehingga diharapkan tidak akan menimbulkan kerumunan masyarakat ditengah pandemi Covid-19.
“Jika biasanya pada TPS (Tempat Pemungutan Suara) bisa masuk sebanyak 25 orang kedalam ruangan, maka nanti kita akan batasi 12 orang saja,” terangnya.
Selain itu, Purwanto menyebut, dalam pelaksanaan Pilkada pihaknya akan melakukan koordinasi dengan tim gusus tugas. Termasuk hak mata pilih masyarakat yang sedang melakukan karantina. Sehingga dalam pelaksanannya akan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.
“Memang jika menurut peraturan tidak boleh menghilangkan hak mata pilih. Namun kami akan koordinasi dengan tim gugus tugas terkait hal tersebut,” ucapnya.
Diketahui, Pilkada 2020 akan digelar di 270 wilayah di Indonesia. 270 wilayah ini meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.
Awalnya, hari pemungutan suara Pilkada akan digelar pada 23 September 2020. Namun, akibat pandemi Covid-19, tahapan Pilkada sempat dihentikan sementara. (Eko)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

New Normal, Petugas Gugus Tugas Covid-19 Mulai Sisir Pasar Inpres Kalianda

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Kabupaten Lampung Selatan mulai melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan secara ketat. Itu seiring diterapkannya tatanan normal baru alias new normal di wilayah kabupaten paling ujung Pulau Sumatera ini.
Terkait hal itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan langsung bergerak cepat melakukan sosisalisasi dan mengedukasi warga.
Tim yang terdiri dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dan jajaran TNI-Polri beserta instansi terkait lainnya itu menyisir titik-titik keramaian di Pasar Inpres Kalianda dan Dermaga BOM, Selasa (2/6/2020).
Kepala Dinas Komunikasi dan Infromatika (Kominfo) Pemkab Lampung Selatan, M. Sefri Masdian mengatakan, penerapan new normalmulai dilaksanakan setelah Apel Gelar Pasukan Pendisiplinan Protokol Kesehatan di kabupaten setempat.
Oleh karena itu, dalam dua pekan ini pihaknya secara gencar akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang berada dipusat-pusat keramaian.
“Hari ini kita mulai melakukan sosialisasi di Pasar Inpres dan Dermaga BOM Kalianda. Selain itu kita juga membagikan masker dan memberikan edukasi supaya warga mematuhi protokol kesehatan,” ujar Sefri yang ikut melakukan sosialisasi bersama Tim 2.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pasar Inpres Kalianda, Ella Agustianus mengungkapkan, untuk aktivitas di pasar pihaknya akan membuka satu jalur pintu masuk dan keluar pasar dengan memasang portal.
“Nanti kita pasang 4 portal dan hanya membuka satu pintu masuk yaitu di terminal yang berada diatas. Sementara yang kita tutup di depan Telkom, Umbul Tempe samping praktek Dokter Iskandar dan satu lagi yang di Kampung Sawah,” ujar Eeng sapaan akrab wanita berhijab ini.
Selain itu, Eeng mengatakan, pihaknya juga telah mengimbau para pegadang dan pembeli untuk memakai masker, mengatur jarak antar pedagang dan jarak antar pembeli.
Ia menambahkan, protokol kesehatan itu dilaksanakan agar pedagang maupun pembeli dapat terhindar dari wabah Covid-19. Hal itu telah dilakukan pihaknya jauh hari sebelum adanya kebijakan new normal dari pemerintah.
“Sebelum lebaran kita sudah pasang empat banner imbauan, yakni 2 dari Kominfo dan 2 dari KUPT ditempat yang strategis. Kita juga sudah buat selebaran yang isinya mengimbau pedagang menggunakan masker, menjaga jarak dan jaga kesehatan. Setiap pedagang juga diminta menyediakan tempat cuci tangan masing-masing,” pungkasnya. (Eko)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Lampung Selatan Terapkan New Normal, 14 Hari Kedepan Tahap Sosialisasi

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menerapkan tatanan normal baru alias new normal ditengah masa pandemi Covid-19.
Kebijakan new normal dilakukan setelah Pemkab Lampung Selatan bersama Gugus Tugas Covid-19 serta jajaran TNI-Polri menggelar Apel Gelar Pasukan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Lapangan Korpri setempat, Selasa pagi (2/6/2020).
Saat ini, Pemkab Lampung Selatan tengah melakukan sosialisasi sekaligus menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan agar tatanan baru tersebut bisa dipatuhi masyarakat. Termasuk pelibatan TNI-Polri dan intansi terkait lainnya.
Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto meminta kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan dalam menghadapi new normal ditengah pandemi sesuai anjuran pemerintah.
Protokol kesehatan itu kata Nanang, selalu menjaga jarak aman antar manusia dan menghindari kerumunan atau physical distancing, rajin mencuci tangan setelah berkativitas dan selalu mamakai masker.
Ia mengatakan, sebagai pelaksana Gugus Tugas di daerah, tim Gugus Tugas harus melaksanakan secara optimal semua kebijakan terkait percepatan penanganan Covid-19.
Sebab menurutnya, virus korona merupakan bencana nasional non alam yang perlu ditangani secara bersama-sama yang melibatkan berbagai lintas sektoral. Untuk itu semua pihak terkait harus mampu mengarahkan masyarakat mematuhi skenario yang ditetapkan pemerintah.
“Sebab tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang situasi ini tidaklah sama. Perlu adanya upaya yang lebih represif tetapi humanis agar kebijakan ini bisa dipahami masyarakat,” ujar Nanang dalam arahannya pada Apel Gelar Pasukan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan.
Sementara, usai mengikuti apel tersebut, dalam arahannya, Komandan Kodim (Dandim) 0421 Lampung Selatan, Letkol Kav Robinson Oktovianus Bessie mengatakan, kebijakan new normal diterapkan supaya masyarakat bisa hidup normal kembali.
Kegiatan itu kata dia, mengedukasi masyarakat dan pengelola ruang publik agar memahami tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan. Seperti mengimbau masyarakat yang belum patuh, mengingatkan dan menertibkan prosedur kesehatan di ruang publik.
“14 hari kedepan mulai dari sekarang, kita masih bersifat melakukan sosialisasi dan imbauan. Kemudian akan kita evaluasi sekitar pertengahan bulan ini, selanjutnya kita akan lakukan patroli lanjutan dengan melihat bagaimanan kedisipilnan warga di lapangan,” kata Robinson dihadapan Danramil, Kapolsek dan Camat se-Lampung Selatan.
Robinson juga meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk mulai merancang konsep pemberian hukuman atau sanksi bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Sehingga, setelah upaya penegakan kedisiplinan dilakukan, dan masih ada warga yang tidak patuh, akan ada efek jera dalam rangka mendidk warga menjadi tertib.
“Apabila semua sudah dilakukan, langkah terakhirnya adalah represif, kita lakukan secara humanis. Tapi perlu diingat, yang kita lakukan ini bukan semau kita, jangan sampai kontraproduktif, nanti malah kita di viralkan, aparat bertindak diluar batas. Nah ini juga salah,” katanya.
Disamping itu, ia pun menekankan peran pengelola publik dan pusat-pusat keramaian untuk memberdayakan pengamanan internal. Meskipun nantinya ada aparat TNI-Polri yang berjaga, ia meminta pengelola publik tidak bergantung dengan aparat.
“Berdayakan pengamanan internal yang ada disitu dulu. Misal di pasar, pengelola pasar harus punya penanganan sendiri. Dia yang harus melarang warga masuk pasar tanpa masker. Ini kita laksanakan dan awasi 14 hari kedepan. Kalau tidak berjalan sesuai yang kita harapkan, baru kita ambil langkah hukum,” tegas Dandim muda ini.
Disisi lain, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Eddie Purnomo meminta aparat dalam hal ini TNI-Polri untuk dapat memahami new normal itu sendiri.
Sebagai aparat, ia berharap petugas di lapangan dapat memberikan tauladan kepada masyarakat. Jangan sampai petugas yang melakukan penegakan disiplin justru melakukan pelanggran dengan tidak mematuhi protokol kesehatan.
“Intinya new normal ini adalah kita mengembalikan aktivitas seperti biasa tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan operasi pendisiplinan. Pakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak. Mendisiplinkan protokol kesehatan, ini yang harus kita pahami dulu,” tegas Kapolres.
Senada disampaikan Dandim, Kapolres Eddie Purnomo pun meminta pihak pemerintah daerah bisa membuat peraturan bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.
Seperti diberikan sanksi yang dirumuskan secara bersama-sama. Namun ia berharap, masyarakat sudah sadar sebelum sanksi dan peraturan tersebut diberlakukan.
“Misalnya penjual dan pembeli tidak memakai masker, kita tutup seminggu dan dijaga Pol PP. Begitu masih ngeyel lagi ditutup satu bulan atau dicabut izinnya. Begitu juga rumah makan, pembeli yang makan ditempat tidak boleh melebihi kasapsitas yang ditentukan,” ucapnya.
Untuk itu, dirinya berharap semua pihak harus bisa menyamakan persepsi, bahwa new normal ini bukanlah membiarkan masyarakat beraktivitas begitu saja. Akan tetapi bagaimana membuat aktivitas yang ada seperti biasa dengan mematuhi protokol kesehatan. (Eko)

Continue Reading

Trending