ASDP Siap Layani 5,8 Juta Pemudik, Armada dan Diskon Tarif Diperkuat

banner 468x60

Jakarta, lampungtoday PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan penuh menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 yang diproyeksikan mencapai 5,8 juta penumpang secara nasional. Penguatan layanan difokuskan pada lintasan strategis seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk guna menjamin kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyampaikan pembagian pelabuhan telah disiapkan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengurai kepadatan di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Jangkar, Padang Bai hingga Lembar. Strategi berbasis golongan kendaraan diterapkan untuk mencegah penumpukan dan menjaga distribusi arus tetap merata.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan SKB tertanggal 5 Februari 2026, pengaturan lintasan Merak–Bakauheni pada arus mudik 13–20 Maret 2026 dilakukan sebagai berikut:

Penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan IVa, Va, VIa, dan IVb tetap melalui Merak.

Kendaraan golongan I, II, III, Vb, dan VIb (dua sumbu) melalui Ciwandan.

Truk golongan VIb (tiga sumbu), VII, VIII, dan IX diarahkan ke BBJ Bojonegara atau buffer zone apabila terkena pembatasan operasional.

Skema serupa diterapkan pada arus balik 23–29 Maret 2026 dengan penyesuaian tujuan Jawa dan Sumatera.

Di lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Dermaga MB pada 13–29 Maret 2026, layanan diprioritaskan untuk penumpang dan kendaraan kecil. Kendaraan barang dialihkan ke Dermaga LCM dan Bulusan. Alternatif lintasan Tanjung Wangi–Gilimas serta Jangkar–Lembar disiapkan guna mendukung kelancaran distribusi logistik menuju NTB.

Operasional penyeberangan dihentikan sementara saat Hari Raya Nyepi di sejumlah pelabuhan, yakni Ketapang (18 Maret pukul 17.00–20 Maret pukul 06.00), Gilimanuk (19 Maret pukul 05.00–20 Maret pukul 06.00), Lembar (18 Maret pukul 21.00–20 Maret pukul 01.30), dan Padangbai (19 Maret pukul 04.00–20 Maret pukul 11.30).

Untuk menjaga kelancaran, diterapkan delaying system melalui buffer zone di sejumlah ruas menuju pelabuhan utama serta pembatasan radius pembelian tiket, yakni 4,71 km dari Merak, 4,24 km dari Bakauheni, 2,65 km dari Ketapang, dan 2 km dari Gilimanuk.

Distribusi Armada dan Stimulus Tarif

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan kesiapan armada yang dioperasikan, antara lain 28–33 kapal per hari di lintasan Merak–Bakauheni, 9–12 kapal Ciwandan–Wika Beton, 10–12 kapal BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta 28–32 kapal di Ketapang–Gilimanuk.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui penambahan dermaga express, optimalisasi Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portabel, serta peningkatan penerangan kawasan pelabuhan.

Sebagai stimulus, ASDP siap menerapkan diskon tarif jasa pelabuhan sebesar 100 persen—setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan—di 14 pelabuhan dan tujuh lintasan strategis. Diskon berlaku bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.

Kebijakan single tarif juga diterapkan di Merak pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret pukul 15.00 WIB, serta di Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB bagi golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan lebih merata.

Secara nasional, pergerakan kendaraan diproyeksikan mencapai 1,4 juta unit atau meningkat 9,3 persen dibanding periode sebelumnya.

ASDP mengimbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi atau situs resmi Ferizy sejak H-60, datang ke pelabuhan sesuai jadwal pada tiket, serta memastikan data identitas diisi lengkap dan benar demi akurasi manifest dan keselamatan pelayaran.

“Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali,” ujar Heru. (Rls)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses