Krisis Global, Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura Lampura Genjot Hilirisasi Dan Edukasi Petani Gunakan Pupuk Organik

banner 468x60

Lampung Utara: Menghadapi situasi global yang tak menentu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Utara terus menggenjot hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan para petani.

Diketahui, hilirisasi produk pertanian merupakan salah satu program prioritas Bupati Lampung Utara, Hamartoni dan Wakil Bupati, Romli sejak dilantik menjadi Kepala Daerah pada Februari 2025.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung Utara, Tomi Suciadi, mengatakan pihaknya akan berkolaborasi untuk mendorong Bumdes, Poktan dan KWT (kelompok wanita tani) melakukan pengolahan agar memperoleh nilai tambahan dari produk pertanian. BUMDes, Poktan, dan KWT adalah tiga komponen kelembagaan penting di tingkat pedesaan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian, kemandirian pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

” Produk pertanian unggulan di Lampung Utara diantaranya padi, jagung, dan singkong. Untuk menunjang program hilirisasi ini, kita libatkanlah Bumdes, Poktan dan Kelompok Wanita Tani di pedesaan,” ucapnya, kepada lampungtoday.com, Sabtu (28/3/2026).

Meski dengan kondisi yang tak menentu saat ini, mantan Kabag Humas era Bupati Agung Ilmu Mangkunegara ini memastikan program hilirisasi dapat berjalan sesuai dengan harapan dan keinginan. Pihaknya tentu akan memaksimalkan fasilitas-fasilitas yang ada saat ini, seperti mesin pengering (dryer), mesin penggilingan padi (rice milling unit), dan fasilitas bangsal (gudang/ruang proses).

” Kita juga berkolaborasi dengan pemprov Lampung. Insyaallah, tahun ini Lampung Utara akan mendapat tambahan mesin pengering (dryer),” kata Tomi.

Dirinya juga berharap, dengan kondisi global saat ini, semoga tidak memberikan dampak yang merugikan bagi para petani.

Terkait, ketersediaan pupuk untuk petani? Tomi menjelaskan, soal pupuk belum ada kebijakan lain dari pemerintah pusat menyusul adanya kebijakan China menghentikan ekspor bahan baku pupuk.

” Mudah-mudahan, artinya masih aman untuk pupuk,” ujarnya.

Namun demikian, menurut Tomi, pihaknya di daerah selama ini memang terus mengedukasi petani untuk mulai menggunakan pupuk organik.

” (Pupuk organik) Yang bisa di buat dari bahan-bahan organik yang banyak tersedia di sekitar kita. Karena pupuk organik terbukti mampu memperbaiki struktur tanah dan kesuburan tanah akan terjaga, sehingga hasil panen petani tetap stabil meski di tengah krisis global,” katanya.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses