Unjuk Rasa di Tugu Adipura,Mahasiswa Unila Keluarkan 4 Tuntutan ke Arinal dan Nunik

banner 468x60

BANDAR LAMPUNG – Puluhan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) menggelar aksi unjuk rasa untuk refleksi empat tahun Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) saat memimpin provinsi ini.

Aksi tersebut berjalan dengan kondusif disertai cuaca hujan gerimis di Bundaran Gajah, Tugu Adipura, Bandar Lampung pada Kamis, 15 Juni 2023 sekitar pukul 14.30 WIB – 17.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Adapun 4 point tuntutan yang disuarakan pada aksi tersebut yakni;

1. Percepatan Pembangunan Provinsi Lampung
2. Peningkatan Ekonomi di Provinsi Lampung
3. Pembangunan Infrastruktur yang Merata di Provinsi Lampung
4. Kartu Petani Berjaya.

Ketua BEM Unila, Chairul Soleh menjelaskan bahwa aksi ini merupakan tuntutan dan penantian Pemerintah Lampung untuk mengatasi 4 masalah tersebut.

“Kita menuntut dan menanti bagaimana percepatan pembangunan, pemerataan infrastruktur, peningkatan ekonomi, Kartu Petani Berjaya yang memang menjadikan misi pertama dari Pemerintah Lampung,”ujar Chairul.

Dari 4 tuntutan tersebut, Chairul menganggap bahwa rencana pembangunan infrastruktur menjadi salah satu permasalahan besar yang harus difokuskan oleh Pemerintah provinsi Lampung.

“Sejauh ini jadi catatan kita teman-teman Universitas Lampung, yang terkhusus adalah pemerataan pembangunan infrastruktur,” jelasnrnya.

Menurutnya, terkait hal itu, masalah jalan rusak yang sempat viral menjadi salah satu bukti tidak terealisasikannya pembangunan infrastruktur di Provinsi Lampung.

“Ya kemarin kita tau ya, pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung menjadi catatan besar sampai Pak Presiden Jokowi datang ke sini terus kita sempat viral berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Dan di sini kita harus memastikan bahwa infrastruktur yang dijanjikan pak gubernur itu harus terealisasi,” jelas mahasiswa Fakultas Pertanian tersebut.

Mengenai demokrasi, kebebasan berpendapat dan bersuara yang terjadi kali ini harus digunakan untuk kepentingan masyarakat banyak.

Mahasiswa dituntut untuk aktif mengawal demokrasi agar tidak dikhianati. Langkah tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap pendahulu yang telah memperjuangkan Indonesia lepas dari cengkeraman Orde Baru yang otoriter.

Untuk itu, Chairul mengaku, akan terus melakukan aksi serupa guna mengawal demokrasi di Provinsi Lampung.

“Tentu kalau misalkan aksi kita terus ada, kita sampaikan bahwa sebagai mahasiswa, kami akan tetap menjadi mitra kritis, jika baik kami akan mengapresiasi, jika buruk kami akan mengevaluasi. Itulah bagaimana kehidupan demokrasi di Lampung agar bisa tetap berjalan

“Tidak semua pemimpin akan baik terus kan, maka dari itu kami di sini harus memastikan janji selama kampanye, visi misi itu dapat teraktualisasi bahwa rakyat Lampung berjaya,” tutupnya. (Zld/Dpa)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses