IMM Geruduk DPRD Lampung Perjuangkan Harga Singkong

banner 468x60

Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Lampung pada Kamis (23/01/2025), sekitar pukul 14.00 WIB.

Aksi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap permasalahan harga singkong yang hingga saat ini tak kunjung stabil.

Dari pantauan Media di lapangan, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam IMM mencoba menerobos masuk ke halaman Kantor DPRD Lampung, meski sempat terhalang kawat berduri.

Setelah berhasil masuk, massa aksi membakar ban dan terlibat dorong-dorongan dengan pihak kepolisian. Namun, situasi dapat dikendalikan dan kembali kondusif.

Ketua DPD IMM Lampung, Jefri Ramdani, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi ini melibatkan anggota IMM dari berbagai kabupaten dan kota se-Lampung. Kehadiran mereka di gedung DPRD sebagai bentuk solidaritas terhadap nasib petani singkong.

Dalam aksi tersebut, IMM Lampung membawa sejumlah tuntutan:

• Stabilisasi Harga Singkong
Pemerintah diminta untuk menstabilkan harga singkong sebagai bentuk komitmen dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (tanpa kemiskinan) dan poin 2 (tanpa kelaparan). Ketidakstabilan harga singkong dinilai dapat meningkatkan kemiskinan dan kelaparan, terutama bagi petani dan buruh tani.

• Intervensi Pemerintah Pusat
IMM mendesak pemerintah pusat untuk turun langsung menyelesaikan permasalahan ini sebagai wujud nyata dari program “Membangun dari Desa” yang dicanangkan Presiden Prabowo.

• Penindakan Terhadap Perusahaan
Pemerintah diminta mencabut izin perusahaan yang tidak mematuhi aturan terkait harga singkong. IMM menegaskan pentingnya keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil, bukan kepada kepentingan oligarki atau perusahaan besar.

• Penghentian Impor Tapioka
IMM meminta pemerintah menghentikan impor tapioka, sebagaimana temuan KPPU yang menunjukkan impor berlebih menjadi salah satu penyebab ketidakstabilan harga singkong.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses