Bak Seorang Petualang,Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Tinjau Air Terjun Batu Putu

banner 468x60

BANDAR LAMPUNG—Hari selasa siang lazimnya seorang Walikota Bandar Lampung,Bunda Eva Dwiana mengikuti berbagai agenda yang berkaitan dengan kegiatan pemerintahan. Baik yang berlangsung di Kantor Pemkot Bandar Lampung, maupun di luar kantor.

Namun pada siang ini, agenda Bunda Eva berbeda pada hari biasanya, Ia mengajak jajarannya dan serta para wartawan ‘untuk uji nyali dan tes fisik, yaitu meninjau Objek Wisata Air Terjun Batu Putu yang berada di Taman Kehati, Teluk Betung Barat,Selasa (16/07/2024).

Turun ke lokasi air terjun dengan kedalamannya kurang lebih 300 meter ini bukanlah perkara yang gampang dan mudah, meniti satu persatu ratusan anak tangga dengan kondisi jalan yang lumayan terjal dan licin menjadi tantangan tersendiri bagi Bunda Eva.

Bacaan Lainnya

Bahkan di beberapa titik, awak media Lampung Today.com harus berpegangan dengan bebatuan dan akar-akar pohon yang menjuntai agar tidak terpeleset dan jatuh ke jurang.

Awalnya Bunda Eva Dwiana dan jajarannya memberi sambutan pengukuhan DPD Asosiasi Pemadam Kebakaran Republik Indonesia (APKARI) Provinsi Lampung,di lanjut kan dengan meninjau Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) milenial, lalu meninjau progres pembangunan JPO siger Milenial dan GOR Siger Way Halim.

Setelah itu perjalanan jauh pun menunju Batu Putuk dimulai,pasukan awak media pun berangkat menggunakan mini bus berjuluk Tayo untuk meliput kegiatan Bunda.

Melewati perjalanan naik turun bukit,satu wartawan laki laki dan sejumlah wartawan perempuan sempat mengalami mual, pusing hingga akhirnya muntah.

Tiba di Taman Kehati, Bunda Eva tampak masih bugar. Tak berlama-lama, ia pun langsung turun uji nyali ke lokasi air terjun.

Di awal jalan menuju air terjun memang kondisinya sudah bagus,tangganya sudah terbuat dari semen, dan di kiri kanan dilengkapi oleh pagar yang terbuat dari besi stanlies.

Namun saat mendekati air terjun, tangga beton dan pagar besinya sudah tak tersedia, bahkan kondisi jalannya semakin terjal dan licin.

Meski melewati tangga yang cukup curam, Bunda Eva bisa sampai di air terjun dan menikmati suasana alam yang indah dan sejuk di tempat itu.

Sambil menikmati suasana alam, Bunda Eva juga sempat ngobrol dengan jajaran Pemkot dan awak media yang ikut,Ia bahkan sempat ingin menyusuri aliran air terjun yang dipenuhi batu-batu besar agar bisa sampai ke anak sungai yang lebih besar.

Namun karena kondisi jalannya yang terlalu terjal dan berbahaya, akhirnya Bunda Eva mengurungkan niatnya untuk turun ke anak sungai.

Ia memilih untuk nge-vlog persis di depan air terjun untuk mempromosikan objek wisata itu melalui akun medsosnya.

Bunda Eva berharap objek wisata ini tetap terjaga kelestariannya agar dapat dinikmati seluruh warga Bandar Lampung dan dari luar daerah.

“Ini air terjun yang sangat menarik sebagai tempat wisata alam, suasananya sangat sejuk dan airnya bersih.

Mari kita jaga bersama-sama terutama kebersihan, karena kalau bukan kita siapa lagi,” ujar Perempuan berdarah Minang ini.

Eva Dwiana juga berencana untuk menambah fasilitas di objek wisata ini,seperti pondok untuk beristirahat dan lampu penerangan.

Saat pulang dari lokasi air terjun, uji nyali kedua pun dimulai,yaitu menaiki ratusan anak tangga untuk bisa tiba di parkiran mobil.

Kekuatan fisik terutama lutut kaki dan pengaturan nafas sangat dibutuhkan di momen ini.

Bunda Eva Dwiana bersama para ASN Pemkot dan wartawan pun mulai meniti anak tangga satu persatu.

Pendakian yang cukup melelahkan dan harus berhenti di beberapa titik untuk mengatur nafas dan menghela keringat, Bunda Eva Dwiana akhirnya berhasil tiba di area parkir, namun helaan nafas panjang dan keringat yang mengucur di keningnya tak dapat menutupi lelah yang ia rasakan.

Setelah beristirahat sejenak, Eva Dwiana beserta rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dan kembali ke Kantor Pemkot Bandar Lampung.(zld)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses