Tulang Bawang Barat : Hingga 31 Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp27,22 miliar atau 45,46 persen. Untuk mengejar sisa target, Bapenda memperkuat digitalisasi pembayaran pajak, memperbarui data objek pajak, serta melakukan penagihan secara jemput bola.
Kepala Bapenda Tubaba Ainuddin Salam didampingi Kabid Evaluasi Pengendalian dan Pelaporan Bapenda Tubaba, Denny Maulice, mengatakan pemutakhiran data menjadi salah satu kunci meningkatkan penerimaan daerah.
“Data yang ditemukan di lapangan belum seluruhnya sesuai dengan database yang dimiliki pemerintah daerah,” kata Ainuddin, Kamis (13/8/2026).
Karena itu, Bapenda terus turun ke lapangan untuk memastikan data objek pajak sesuai kondisi sebenarnya. Langkah ini diharapkan membuat potensi penerimaan dapat dipetakan dan ditagih secara lebih optimal.
Di sisi pelayanan, pembayaran pajak juga terus diarahkan ke sistem non-tunai melalui QRIS, mobile banking, e-commerce, hingga minimarket. Namun, Bapenda mengakui literasi digital dan infrastruktur yang belum merata masih menjadi tantangan.
Menurutnya, sejumlah sektor telah mencatat capaian tinggi. Pajak Air Tanah terealisasi 69,81 persen, PBJT 55,21 persen, sedangkan opsen pajak mencapai 61,78 persen.
Namun, beberapa sektor masih perlu digenjot, terutama PBB-P2 yang baru mencapai Rp2,33 miliar atau 15,90 persen dari target Rp14,70 miliar.
“Secara keseluruhan PAD Tubaba saat ini telah mencapai 45,46 persen, pajak daerah 45,44 persen, dan retribusi daerah 45,28 persen. Kita optimis target dapat tercapai bahkan melampaui,” pungkasnya.(*)







