Dinkes Pesibar Laksanakan Acara Rembuk Stunting

banner 468x60

Pesisir Barat : Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal yang didampingi oleh Wakil Bupati A.Zulqoini Syarif mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten di Aula Hotel Sunset Beach, pada Selasa (06/09).

Turut hadir dalam acara pengukuhan tersebut, Kadis Kesehatan Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, Kadis Kominfo, Suryadi, Kepala Bappeda, Syaifulloh, Kadis PPPAKB, dr. Budi Wiyono, para perwakilan dari OPD, para Camat, para Peratin dan para tamu undangan.

Bacaan Lainnya

Dalam acara tersebut, dihadiri juga oleh para narasumber dari Bidang Kesehatan Masyarakat Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Bupati Pesisir Barat menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya atas terselenggaranya acara tersebut.

Bupati juga menyampaikan bahwa, persoalan stunting telah menjadi agenda Pembangunan Nasional. Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pesisir Barat telah menjadi salah satu Kabupaten prioritas, dari 514 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia.

Bupati juga menjelaskan bahwa menurut World Health Organization (WHO), bahwa batasan prevalensi stunting suatu wilayah sebesar 20 persen.

Selain itu, untuk Nasional berdasarkan data dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di indonesia pada tahun 2021 sebesar 24,4%, atau menurun 6,4% dari angka 30,8% pada tahun 2018.

Sedangkan untuk Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, prevalensi stunting berkisar 22,8%,.tambah Bupati.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, Tedi Zaddmiko mengatakan bahwa Pemerintah mempunyai target untuk menurunkan prevalensi hingga 14% pada tahun 2024.

Itu artinya, kita harus menurunkan prevalensi sebesar 10,4% dalam 2,5 tahun ke depan, yang tentu saja ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mencapainya, ungkap Tedi Zadmiko.

Sesuai dengan strategi Nasional dalam penanggulangan stunting, telah ditetapkan 5 (lima) pilar pencegahan stunting, antara lain : Pertama, Komitmen dan Visi Kepemimpinan; Kedua, Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku, Ketiga, Konvergensi, Koordinasi dan Konsolidasi Program Pusat, Daerah, dan Desa; keempat, Ketahanan Pangan dan Gizi dan Kelima, Pemantauan dan Evaluasi, jelas Kadiskes.

Jadi, dalam rangka pelaksanaan strategi tersebut, maka pada hari ini kita mengadakan acara Rembuk Stunting, tegasnya.

Saya berharap kepada seluruh perangkat daerah dan para stakholder, untuk tetap memantau Status Gizi Kelompok Rentan, dengan menerapkan enam langkah pengendalian pencegahan infeksi nyang tepat.

Enam langkah tersebut terkait dengan Integrasi rogram gizi seimbang, Mengamankan rantai pasok pangan bagi kelompok rentan, Penyediaan layanan rutin gizi ibu, bayi, dan balita, Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, Penyediaan layanan rutin dan Suplementasi gizi mikro dan Pengambilan data tepat waktu melalui kolaborasi lintas sektor, guna mewujudkan Pesisir Barat bebas Stunting, tutup Kadiskes.(Indra/Red).

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses