Lampung Utara : Kejaksaan Negeri Lampung Utara cukup serius menangani dugaan korupsi dana hibah Pilkada Tahun 2024 di KPU Lampung Utara.
Buktinya, kasus ini sudah tahap penyelidikan dan sudah ada puluhan orang yang disebut pihak terkait diantaranya, Sekretaris KPU Lampung Utara kala itu, Horizon beserta para pejabat lainnya di Lampung Utara yang turut dimintai keterangan oleh Tim penyidik Kejaksaan Negeri Lampung Utara.
Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Ready Mart Handry Royani, SH., saat ditanyai awak media, mengungkapkan, bahwasannya perkara tersebut masih tahap penyelidikan. Kini, pihaknya melalui tim penyidik telah memeriksa secara marathon beberapa pihak terkait untuk mendalami dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2024 di KPU Lampung Utara.
” (Kasus dana hibah Pilkada) Masih tahap penyelidikan. Kami (Tim penyidik) hingga saat ini terus melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait (dana hibah),” Ucapnya, Kamis (20/11/2025).
Menurut Ready, tim penyidik Kejari Lampung Utara sedang menunggu hasil audit BPKP.
” Kami (Kejaksaan) berkomitmen menyelesaikan penanganan kasus ini (dugaan dana hibah Pilkada) secara profesional dan tidak tebang pilih,” Tegasnya.
” Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memantau dan mengawasi jalannya penanganan kasus ini,” Imbuh Ready.
Diketahui, persoalan dana hibah Pilkada KPU Lampung Utara resmi masuk keranah hukum. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara mulai memintai keterangan Sekretaris KPU Lampung Utara, Horizon, pada Rabu (2/7/2025).
Horizon saat diwawancarai awak media secara doorstop, sekitar pukul 09.00 WIB di halaman Kantor Kejari Lampung Utara, dirinya sempat berkelit, jika kedatangannya ke Kejaksaan ini hanya untuk kepentingan silahturahmi.
” (Di Kejaksaan) Silaturahmi saja,” Ucapnya.
Anehnya, Sekretaris KPU Lampung Utara ini tak begitu lama di dalam gedung Kejaksaan, karena beliau terpaksa harus meninggalkan kantor tersebut dikarenakan berkas yang dibawanya tidak lengkap.
” Baru duduk karena berkas saya enggak siap, (disuruh kembali) nyiapin berkas,” Kata Horizon.







