Bandarlampung,-Pengamat Kebijakan Publik Unila, Dedi Hermawan angkat bicara terkait minimnya sosialisasi sembako murah yang digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, sehingga warga masyarakat tak mengetahui adanya program yang selalu rutin digelar, Selasa (14/2/2023).
Menurut Dedi, Disperindag Lampung dirasa perlu menggunakan metode sosialisasi online maupun offline, sehingga sosialisasi offline tetap diperlukan untuk menjangkau warga yang tidak aktif di medsos.
“Apalagi kalangan masyarakat bawah yang kurang bermedsos biasanya lebih membutuhkan akses sembako murah,” papar Dedi Hermawan kepada awak media.
Ditambahkannya, informasi sosialisasi sembako murah hendaknya menjadi input bagi Disperindag untuk mengelola sembako murah dimasa mendatang.
“Dengan begitu masyarakat awam yang tidak paham akan media sosial, bisa mengetahui program sembako murah yang memang diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar layak menerima,” ujarnya. (Arek/Red)







