Bandar Lampung : Nyaris meregang nyawa itu nasib yang di alami Masnona warga Jabung Lampung Timur usai menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Hermina Lampung.
Fauzi suami korban menuturkan usai menjalani operasi caesar di RS. Hermina Lampung, ia dan istri pulang ke Jabung Lampung Timur.
Setibanya di rumah, sang istri langsung mengalami pendarahan hebat usai jahitan pasca operasi caesar di RS. Hermina di cabut.
Melihat istrinya pendarahan hebat, pria inipun langsung membawa istrinya ke bidan terdekan di kampungnya.
Tak tinggal diam Fauzi suami Masnona itupun mengajukan keberatan dan pengobatan ulang terkait kondisi sang istri yang kian memburuk akibat pendarahan hebat yang nyaris merenggut nyawanya.
Sayang setibanya di RS. Hermina Lampung, pria asal Lampung Timur inipun harus menerima pil pahit, Management RS Hermina Lampung menolak korban untuk di operasi caesar ulang lantaran management korban tidak bisa menunjukan surat keterangan tidak mampu dari RT dan kelurahan tempat tinggal korban.
Fauzi menyebut managemen RS Hermina Lampung akan memberlakukan status pasien umum untuk Masnona jika ia tidak bisa menunjukan surat keterangan tidak mampu.
Fauzi menambahkan untuk satubkali operasi caesar di RS. Hermina Lampung ia harus mengeluarkan biaya Rp. 20 juta.
Sebagai pekerja buruh tegas ia mengatakan bahwa ia tidak mampu.
Ia meminta kepada pihak Rumah Sakit Hermina Lampung bertanggung jawab atas dugaan kelalayan managemen dan tenaga kesehatan yang nyaris mengakibatkan nyawa sang istri hilang.
Hingga berita ini di turunkan belim ada konfirmasi resmi dari managemen RS. Hermina Lampung. ( Arek/Red ).







