Lampung Utara : Aroma busuk korupsi begitu menyengat dari jantung pemerintahan Kabupaten Lampung Utara. Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) Lampung Utara dibawah Komando Sekretaris Daerah Lampung Utara, Lekok periode 2021-2026 bakalan diguncang skandal keuangan.
Dalam pengelolaan keuangan dana iuran ASN (Aparatur Sipil Negara) di Korpri Lampung Utara yang semestinya untuk kesejahteraan anggotanya, namun diduga dana iuran itu hanya menjadi bancakan bagi oknum-oknum yang serakah.
Anggota Korpri Lampung Utara berdasarkan data yang dihimpun per November 2023 mencapai 8.052 ASN dengan rincian Golongan I, 17 orang, Golongan II, 1.063, Golongan III, 5.447 orang dan Golongan IV, 1.525 orang.
Namun, data tersebut dimentahkan oleh Bendahara Korpri Lampung Utara, Dian Meilani Sihite, yang menjabat sejak tahun 2022.
” Untuk anggota Korpri Lampung Utara perjuli ini ditambah dengan PPPK mencapai 7 ribuan ASN,” Katanya, diruang kerjanya di bagian Keuangan RSUD Ryacudu,Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (23/7/2025), seraya menambahkan data anggota Korpri Lampung Utara berdasarkan data dari BKSPDM setempat.
Menurut Dian Meilani Sihite, iuran yang terkumpul di Korpri tiap bulannya itu berasal dari potongan gaji para ASN Pemkab Lampung Utara. Besarannya bervariasi sesuai dengan golongan ASN itu sendiri. Untuk ASN golongan I iurannya Rp.1.000/bulan, golongan II Rp. 2.000/bulan, sedangkan untuk ASN golongan III, iurannya sebesar Rp. 5.000/bulan. Adapun ASN golongan IV, iurannya mencapai Rp10.000/bulan.
” Namun, iuran yang terkumpul itu tidak seluruhnya mengalir ke Korpri. Lima persen dari iuran itu, menjadi hak dari setiap bendahara yang mengumpulkan iuran tersebut tiap bulannya,”
Ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa iuran Korpri diperuntukkan tiap bulannya untuk membayar listrik dan penjaga malam serta untuk pemeliharaan gedung Korpri.
” Selain itu, iuran Korpri juga untuk santunan kematian, uang dukanya sekitar satu juta. Perayaan HUT Korpri dan Bhakti Sosial serta bantuan bencana alam atau sejenisnya, jika ada anggota. korpri yang tertimpa bencana alam tersebut,” Ucap Dian Meilani Sihite.
Tiap tahunnya, menurut dia, sejak tahun 2021, 2022 hingga 2023, iuran Korpri mencapai Rp. 300 jutaan. Dan, ditahun 2025 ini mencapai Rp. 400 jutaan.
Disinggung, realisasi anggaran iuran Korpri hingga saat ini,? Dian Meilani Sihite menyampaikan untuk saat ini baru mencapai Rp. 30 jutaan.
” Jadi, iuran Korpri biasanya terpakai saat akhir tahun tepat diadakannya perayaan HUT Korpri. Meski, hadiah-hadiahnya bersumber dari bantuan pihak lain,” Katanya.
Lalu, bagaimana dengan pengawasan pengelolaan keuangan iuran Korpri Lampung Utara? Dian Meilani Sihite mengatakan, pengawasan keuangan secara internal dilakukan saat rapat pertahun yang diadakan Korpri Lampung Utara.
” Lalu, nantinya kita (laporan) ke Provinsi,” Ucapnya.
Sementara, sslah satu ASN yang enggan namanya disebutkan, mengaku tidak ikhlas dengan iuran Korpri tersebut. Namun, karena itu langsung terpotong lewat gaji.
” Mau tidak mau, tapi saya enggak ikhlas, karena, saya belum tau sama sekali manfaat dari iuran itu,” Kata dia singkat.








