Lampung Utara : Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis enggan mengomentari atas ketidakmampuan Plt. Direktur RSUD Ryacudu, dr. Cholif Paku Alam dalam menjelaskan program prioritas terbaik cepat yang pertama optimalisasi manajemen pelayanan RSUD Ryacudu. Namun, dirinya memastikan program tersebut telah berjalan sesuai dengan harapan.
Kepastian berjalannya optimalisasi RSUD Ryacudu tersebut, dikemukakan Hamartoni kepada lampungtoday.com, Kamis (12/3/2026) sore.
Menurut mantan Sekda Lampung Utara (2014) ini, berjalannya program optimalisasi manajemen RSUD Ryacudu dapat dilihat Indikatornya dari Bed Occupancy Rate (BOR) atau Angka Penggunaan Tempat Tidur adalah persentase pemakaian tempat tidur rawat inap di rumah sakit dalam periode tertentu.
” BOR sudah terisi 23 %, dan semua pasien dari puskesmas di Lampung Utara dirujuk ke RS Ryacudu,” Ujar Hamartoni.
Dijelaskan dia, saat ini penerimaan RSUD Ryacudu sudah meningkat dari kisaran Rp. 400.000.000/bln menjadi Rp 1.2 M/bln. Untuk engadaan Alat Kesehatan (alkes) terealisasi secara bertahap dan penataan Sumber Daya Manusianya (SDM) sedang berproses.
” Target akhir tahun dari rumah sakit (RSUD Ryacudu) Rp. 4 M/bln,” kata Hamartoni.
Ia pun berharap agar proses optimalisasi manajemen RSUD terus berjalan sesuai dengan keinginan dan kepentingan masyarakat.
Diketahui, Plt. Direktur RSUD Ryacudu, Cholif Paku Alam, saat ditanyai soal optimalisasi manajemen RSUD Ryacudu? Ia hanya menjawab program tersebut berjalan sesuai rencana.
” (Program Optimalisasi) Semua berjalan sesuai rencana atas dukungan internal dan koordinasi eksternal ( dinas terkait lainnya). Serta dukungan penuh pimpinan daerah,” katanya tanpa menerangkannya secara rinci melalui pesan WhatsApp.
Bahkan, ketika ditanyai lagi seputar masalah peningkatan efisiensi, transparansi, pelayanan publik dan pengelolaan Sumber Daya? Lagi-lagi sang Direktur dengan entengnya menjawab singkat.
” Sudah sejalan dg seluruh point tsb,” tulisnya.







